Saturday, March 15, 2014

KENAPA BOHONG


Kadang kita dihadapkan pada persoalan rumit dan akhirnya kita berpikir, bohong adalah jawaban terbaiknya. Ini bukan masalah besar.
Ketika dalam situasi yang tidak rumit dan kita berbohong, ini mesti sebuah masalah besar.
Seseorang pernah menasehati diriku, sebuah kebohongan akan memerlukan kebohongan lain untuk menutupinya. Kebohongan baru memerlukan kebohongan lain untuk menutupinya, begitu terus menerus dan secara tidak sadar akan menjadikanmu seorang pembohong.
Mungkin nasehat diatas tidak sepenuhnya benar. Itu kalau dilihat dari kebiasaan.

Sebuah ulasan seperti dilansir Lovepanky. Kenapa seseorang berbohong.

1. Kebiasaan
Berbohong bisa bersumber dari kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Mereka yang memiliki kebiasaan semacam ini lebih suka mengatakan ketidakjujuran ketimbang kebenaran.

2. Malu
Anda berbohong karena ingin menyembunyikan kejelekan atau kekurangan Anda. Ini bisa saja berkaitan dengan hubungan masa lalu Anda dengan sang mantan atau rahasia terdalam Anda yang tidak ingin diketahui siapa-siapa.

3. Tidak ingin menyakiti orang lain
Anda mungkin tidak ingin menyakiti hati pasangan. Anda takut Anda akan mematahkan hatinya dengan mengungkapkan kebenaran padanya.

4. Tidak ingin dihakimi
Beberapa orang tidak ingin membiarkan orang lain tahu rahasia terdalam mereka, yang dapat membuat orang lain menghakimi mereka. Sikap ini kemudian memunculkan keinginan untuk berbohong agar dapat menutupi kekurangan atau rahasia yang disembunyikan.

5. Cara paling mudah
Mengatakan kebenaran sangatlah rumit dan sulit. Dan itu bisa mempengaruhi hidup Anda secara negatif. Alhasil, berbohong menjadi cara termudah untuk mengatasi masalah tersebut.

6. Tidak menghormati diri sendiri
Anda tidak berpikir bahwa Anda memiliki jawaban yang cukup meyakinkan untuk orang lain, sehingga akhirnya Anda berbohong. Ini merupakan tanda bahwa Anda tidak menghormati diri sendiri.

Inilah enam alasan mengapa seseorang akhirnya berbohong pada pasangan atau orang-orang di sekitarnya. Ini menurut Lovepanky.

Aku lebih suka mengatakan. Setelah seseorang menjadi dewasa dan mampu bertanggung jawab secara hukum, alasannya adalah "berbohong karena ada manfaatnya".
Manfaat bagi diri sendiri atau orang lain.

Faktor Manfaat Bagi Pembohong
Mengapa Anda mau berbohong? Salah satunya adalah karena bohong memberikan manfaat kepada Anda, baik secara langsung maupun tidak. Jikalau berbohong merugikan Anda, kira-kira apakah Anda mau berbohong? Terdapat beberapa manfaat yang bisa diraih jika melakukan kebohongan. Kemanfaatan bagi diri si pembohong bisa berupa kemanfaatan psikis maupun fisik dan material. Mungkin Anda hanya bisa mendapatkan satu manfaat dari satu kebohongan. Akan tetapi mungkin juga beberapa manfaat bisa sekaligus Anda dapatkan dari satu kebohongan.

Berikut adalah manfaat-manfaat yang mungkin bisa didapat dari melakukan kebohongan dan menjadi sebab seseorang melakukan kebohongan. Coba Anda ingat-ingat mana yang paling sering Anda lakukan.

Melindungi kepentingan
Menguntungkan kepentingan
Menimbulkan respon emosional tertentu yang diinginkan
Melindungi dari rasa malu, kehilangan muka, atau terlihat buruk
Melindungi dari ketidaksetujuan
Melindungi dari rasa terluka
Melindungi dari kekhawatiran
Melindungi dari konflik
Melindungi dari ketidaknyamanan
Melindungi privasi
Membuat terlihat lebih baik dari yang sebenarnya
Membuat tampak berbeda dari sebenarnya
Mengatur perasaan, emosi dan mood yang dimiliki
Mendapatkan keuntungan personal bagi
Membuat sesuatu lebih mudah atau lebih nyaman
Membantu mendapatkan informasi yang diinginkan
Membantu mendapatkan apa yang diinginkan
Melindungi dari hukuman fisik
Melindungi aset, properti atau harta
Melindungi keamanan
Melindungi dari kehilangan status atau posisi tertentu
Melindungi dari sesuatu yang mengganggu atau yang tak ingin dilakukan

Faktor Manfaat Bagi Orang Lain
Mungkin Anda berbohong bukan untuk diri Anda tapi untuk orang lain. Misalnya pada saat Anda diminta teman Anda untuk membohongi pacarnya kalau teman Anda itu sedang bersama Anda, padahal teman Anda sedang bersama selingkuhannya. Demikian juga saat kakak Anda dicari-cari preman yang mau menghajar, tentu saja Anda akan lebih suka berbohong kakak tidak di rumah daripada kakak Anda kena hajar.

Secara rinci, berikut beberapa alasan yang mungkin membuat Anda berbohong demi orang lain.

Melindungi atau meningkatkan keadaan orang lain secara psikologis
Melindungi atau menguntungkan kepentingan orang lain
Melindungi orang lain dari rasa malu, kehilangan muka, atau terlihat buruk
Melindungi orang lain dari ketidaksetujuan atau luka hati,
Melindungi orang lain dari kekhawatiran
Melindungi orang lain dari konflik
Melindungi orang lain dari ketidaknyamanan
Melindungi privasi orang lain
Membuat orang lain terlihat lebih baik dari yang sebenarnya
Membuat orang lain tampak berbeda dari sebenarnya
Mengatur perasaan, emosi dan mood yang dimiliki orang lain
Mendapatkan keuntungan personal bagi orang lain
Membuat sesuatu lebih mudah atau lebih nyaman bagi orang lain
Membantu orang lain mendapatkan informasi yang diinginkan
Membantu orang lain mendapatkan apa yang diinginkan
Melindungi orang lain dari hukuman fisik
Melindungi aset, properti atau harta orang lain
Melindungi keamanan orang lain
Melindungi orang lain dari kehilangan status atau posisi tertentu
Melindungi orang lain dari sesuatu yang mengganggu atau yang tak ingin dilakukan

Wowww..... ternyata rumit juga masalah bohong berbohong.
Aku pernah dibohongi temanku, pacarku, istriku, rekan kejaku, rekan bisnisku dan anaku juga pernah. 
Dan tentu saja aku pernah berbohong pada temanku, pacarku, istriku, rekan bisnisku, atasanku dan anaku juga.

Beberapa kisah menarik.

Aku pernah dibohongi istriku. Kukira kebohongannya muncul karena ketakutan yang begitu besar yang bisa mengancam keutuhan perkawinan kami.
Dia berbohong karena takut, bahwa ketika aku mengetahui kisah sebenarnya aku akan meninggalkannya.
Setelah memahami situasi. Aku menyimpulkan ini memang sebuah kesalahan. Dan aku tahu persis ini sebuah kesalahan serius. Tapi aku tahu persis, ini tidak akan membubarkan perkawinan kami.
Begitu hebatnya pertengkaran kami, sampai kami memerlukan penasehat perkawinan untuk melewati ini.
Sebuah nasehat aku terima, "biarkan saja". Waktu akan menyelesaikan ini semua. Hanya perlu kesabaran untuk melewatinya.
seperti sebuah bawang, berlapis lapis seperti bawang. Sebuah sikap defensif muncul.

Setelah waktu berlalu lama. Setelah muncul keberanian untuk mengungkapkan. Atau setelah aku bosan memikirkan. Kedamaian mulai muncul diantara kami.
Hal yang paling menyakitkan adalah bahwa ini makan waktu yang sangat lama. Kadang kupikir, kenapa tidak langsung diutarakan. Mungkin seseorang, meskipun sadar dirinya salah, masih memerlukan egonya. Syukurlah sudah berlalu.

Mantan pacar. 
Mantan memang memiliki kebiasaan berbohong. Paling tidak itu kuketahui setelah lama kami berpacaran.
Suatu hari kusadari, ya biarlah. Toh tidak ada orang sempurna di dunia ini.

Ada sebuah kejadian dimana dia berkencan dengan selingkuhannya di sebuah hotel sederhana. Tanpa dia sadari seseorang memergoki dan melaporkan hal ini kepadaku. Ini sebuah perselingkuhan dan bukan sebuah kebohongan.
Tapi ketika dia datang kepadaku dan bersikap seolah tidak ada apapun terjadi, itu sebuah kebohongan.
Bahkan ketika aku memancingnya untuk menceritakan. Sampai suatu hari kusadari, andai dia mengatakan matahari panas, aku tidak akan mempercayai.
Begitualah sebuah kisah harus berakhir. Selain suka bohong ternyata mantan juga bukan orang yang mengagungkan cinta.

Sekali lagi.... Wow....

Aku ingin menceritakan kisah kebohonganku. Tapi sepertinya tidak akan menarik. Lagian aku sudah mulai mengantuk.... So ..... Selamat tidur.

Thursday, February 20, 2014

kekuatiran istri derita suami

Hari ini istri bercerita tentang sakit yang dialami adik ipar. Pembicaraan merembet tentang anak-anak yang nilainya kurang bagus.
Istri mulai berpikir tentang suramnya kehidupan dan kekuatiran dengan masa depan anak-anak kami.
Kupikir, kami telah berusaha terbaik untuk anak-anak kami. Kuyakinkan juga anak-anak akan mengalahkan Bapaknya, karena kita memang telah mengajarakan pada mereka bagaimana cara mengalahkan Bapaknya.

Percayakah, bahwa 92 persen kekuatiran tidak pernah menjadi nyata (Norman Vincent Peale) dan kukira dia sudah melakukan penelitian mendalam tentang hal ini. Kalau menurut temanku sekitar 95% persen tidak pernah menjadi nyata. Kalau menurutku.... ndak usah kuatir.... jadi tidak akan pernah muncul sesuatu yang kita kuatirkan.

Untuk membuatnya kuat maka kuberikan padanya kutipan ini :

Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Janganlah kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Karena itu rendahkalah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.Serahkanlah segala kekuatiran kepada-Nya sebab Ia yang memelihara kamu.

Yesus berkata kepada murid-muridNya: "Karena itu aku berkata kepadamu : Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir akan pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! Siapakah di anatara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta ( satu jam) pada jalan hidupnya? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? 

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku!
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu."
Demikianlah juga roh membantu kita dalam kelemahan kita: sebab kita tidak tahu, bagaimana seharusnya harus berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Allahku akan memenuhi segala keperluanku menurut kekayaaan dan kemuliaanNyadalam Kristus Yesus." 
Rasul Paulus menemukan kekuatannya dalam Tuhan, ia menyaksikannya sebagai berikut:
Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara ; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari batu , tiga kali mengalami karam kapal. Sehari semalam aku terkatung-katung di tengah-tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahay penyamu, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahay dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapardan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan dengan tidak menyebut hal lainlagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah ? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita. Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku,?etapi jawab Tuhan kepadaku:"Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahankulah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan di dalam kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah maka aku kuat."

Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah penolongku aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"


Tuesday, January 28, 2014

Kekasih

Dimana... di masa kiniCinta putih susah dicariTanyakan hatimuLupakan egomuJangan biarkan kasih berlalu
Mengapa... kau pergi lagiMeninggalkan kasih sendiriTiada alasanJuga tiada pesanKau tegaOh sungguh kau tega
Reff :Jangan sampai kau terlenaSeperti diriku yang duluJangan biarkan dia pergiNanti kau yang menyesal juaDia irama hidupmuMohon maaf kembali padanya
Kekasih... tiada duanyaJangan sia siakan diaKharisma cintanyaSuci tak bernodaYang didambakanSemua insan
Black Valentine

Thursday, January 9, 2014

E L A N G


Alkisah ada sepasang elang yang dimabuk asmara.
Ketika waktunya tiba, mereka membangun sarangnya diatas rumah petani.
Buah kasih mereka menghasilkan tiga telur indah bagi mereka.
Ketika sang elang jantan pergi, datanglah seekor elang pemangsa mendekati rumah petani. Elang pemangsa memiliki keelokan luar biasa. Dengan bulu putih mengkilat dikepala dia menjadi salah satu raja di wilayah pegunungan itu. Elang betina itu kagum pada keelokan elang pemangsa. Pada akhirnya mereka bercengkerama dan tanpa sadar sebuah telur jatuh tepat di petarangan ayam.
Ketika si elang jantan datang, sadarlah mereka bahwa sebuah telur mereka telah hilang.

Waktu berlalu dan tibalah saat telur-telur itu menetas. Telur yang jatuh di petarangan ayam juga menetas. Anak elang yang tinggal di sarang elang diasuh seperti layaknya elang. Elang yang jatuh ke petarangan di asuh oleh induk ayam seperi layaknya seekor ayam.

Setelah lima bulan berlalu, tibalah saat elang untuk belajar terbang. Dengan kesaharian meliahat ayah dan ibu, tidak sulit bagi mereka untuk terbang. Akhirnya mereka sekeluarga meninggalkan rumah petani, terbang tinggi ke pegunungan sebelah barat.
Tidak demikian dengan anak elang yang diasauh oleh para ayam. Sayap yang lemah menjadikan dia tidak mampu untuk terbang.
Seperti rekan yang lain, tiap pagi para ayam keluar dari kandang. Berkokok sekeras dan semampu mereka untuk membangunkan semesta.
Anak elang itu merasa bangga dalam kumpulan di pertanian. Dia mampu berkokok paling lantang dan kuat dibanding teman-teman sesama ayam. Paruh yang tajam membuat teman-temannya menjadikan pemimpin bagi mereka.
Rasa bangga ini dibawa hingga dewasa. Suatu kebanggan diwilayah pertanian itu.

Suatu hari. Di kala siang menyengat bumi.
Dikala langit cerah berwarna biru. Munculah seekor elang. Mulanya dia terbang tinggi. Kemudian menukik mencoba mengambil ayam yang sedang bermain.
Menyadari bahaya muncul, seekor ayam jago berkokok lantang memberi tahu tekan-rekannya tentang bahaya yang muncul. Sepontan ayam-ayam itu berlarian masuk kekandang. Tak terkecuali elang muda itu.
Di tempat aman, elang muda itu menatap sang elang yang mengganggu kawanannya dengan ketakjuban. Betapa besar dan gagah sang elang. Berparuh, berbulu dan bersayap seperti mereka tetapi dengan kharisma yang luar biasa.

Sejak saat itu, sang elang muda sering menatap langit. Menunggu munculan sang elang. Dari rasa takut pada mulanya, kini mulai tumbuh kekaguman pada sang elang.
Anak elang muda itu mulai berkoar dengan suara yang lantang, betapa ingin dia menjadi elang itu. Tiada hari dilalui dengan suara yang tajam tentang keinginanya menjadi seekor elang.
Terbang tinggi mengarungi langit. Melewati gunung menentang angin.

Pada suatu ketika sekumpulan elang muncul lagi di langit. Tidak seperti saat pertama kemunculan, sang elang hanya terbang di langit, berputar-putar di langit biru.
Para elang itu bercanda dengan temannya. Beradu kecepatan terbang dan menguji nyali kemampuan mereka menukik. Suara mereka yang melengking tinggi, menciutkan setiap mahluk yang mendengar.
Sang elang muda menatap kagum pada elang-elang itu. Di kayalannya dia adalah salah satu kumpulan itu.
"Ibu.... Apakah ketika aku besar nanti, bisa seperti elang itu?" tanya elang muda kepada sang induk sambil matanya tetap memandang ke langit dengan kekaguman.
Sang Ibu pun menjawab "Anakku.... kita adalah ayam. Kita menjalankan takdir kita sperti layaknya ayam. Kita harus bangun pagi, berkokok selantang mungkin, membangunkan tuan kita". 
Setelah terdiam sejenak Ibunya menambahi "Menjadi seekor ayam adalah tugas mulia, kita harus bangga menjadi seekor ayam".
Mata elang muda itu tetap menatap langit.

Ada pergulatan dalam diri. Menerima takdir dengan lapang dada atau berlatih terbang seperti sosok elang yang tengah di kagumi..... 

Wednesday, November 6, 2013

Kisah Lucu di Lawu 1

Aku ceritakan suatu cerita lucu. Tidak profesional memang, tapi begitulah kejadiannya.

Pada suatu hari, aku bersama teman-teman sedang melakukan pendakian ke Lawu. Kami serombongan berisi sekitar 5 orang. Aku kurang ingat pasti jumlahnya.
Berangkat dari Cemoro Sewu sekitar jam 08.00 malam.
Perjalanan yang melelahkan malam itu kami akhiri di pos 3 sekitar jam 03.00 pagi.
kami beristirahat di pos, memasak mie dan minuman, makan dan kemudian tidur.

Sekitar jam 09.00 pagi ketika kami sedang sarapan dan bersiapan melanjutkan pendakian. Terdengar teriakan minta tolong dari atas kami.
Segera kami bergegas berlari keatas untuk melihat ada kejadian apa.
Setelah berlari sekitar 100M kulihat seorang pria sedang menggendong seorang wanita dengan dibantu seorang wanita lainnya.
Tampak terlihat si pria keleahan karena menggendong korban dan sang korban terlihat dengan kondisi tidak sadar diri.
Segera kami ambil posisi membantu untuk mengevakuasi korban ke pos 3.

Sesampai di pos 3 kami baringkan korban diatas sebuah matras.
Memeriksanya dan mencoba membantu sebisa kami.
Kondisinya makin memburuk. Nafasnya tidak terasa dan detak jantungnya lemah.
Setelah pembicaraan singkat, kami memutuskan untuk segera mengevakuasinya ke bawah secepat mungkin.

Ketika kami sedang bersiap dengan membuat dragbar darurat, dari kayu hutan dan tali serta sarung dan matras.
Kami mendengar teriakan kalau korban sudah tidak bernafas.
Aku segera mendekati korban dan memeriksanya.
Aku dan temanku sebut saja Aan, memutuskan untuk melakukan resusitasi.
"Aku buat nafas buatan kamu tekan jantungnya" kataku pada Aan. kami memang pernah berlatih untuk menghadapi situasi semacam ini.
"Siap" sahut Aan singkat.
"Aku kasih aba-aba" sahutku lagi.
Kubuka mulutnya dan kudekatkan mulutku ke mulutnya, ada sesuatu yang menghalangiku disana.
"An... aku jantungnya kamu nafasnya" aku meminta Aan untuk ganti posisi.
Aan kemudian mengambil posisi seperti posisiku tadi dan aku menggantikannya.
Aan mendekatkan wajahnya ke korban,  membuka mulutnya dan berkata "Ayo segera kita evakuasi kebawah secepatnya saja".
Aku mengangguk dan segera bergegas memindahkan korban ke dragbar.

Segera kami beramai-ramai, bergegas mengevakuasi korban ke bawah. Secara bergantian kami setengah berlari membawa korban turun.
Sesampai pos 1, kami beristirahat dan memeriksa korban.
Peluh kami bercucuran karena menguras tenaga secara berlebihan.
Kami baringkan korban dan memeriksanya. Ternyata kondisinya membaik. Mungkin karena udara yang mulai panas atau tekanan udara yang bertambah membantu korban untuk bernafas,

Setelah cukup istirahat perjalanan kami lanjutkan lagi.
Disautu kesempatan ketika aku dan Aan hanya berdua kutanyan, "Kenapa kamu tidak jadi melakukan nafas buatan?".
"Mulutnya bau banget..."
Ampun deh... dasar pemula....





Thursday, October 24, 2013

Rinduku Pada Tuhan

Tuhan, kurindukan diriMu bagai masa kecilku
Kuingat kedamaian dan kecerian di pangkuanMu
Tiada kecemasan senyumMu mendamaikanku
Tiada kekuatiran pelukMu menentramkanku

Ketika dewasa kutinggalkan diriMu
Mencoba mencari jati diri entah dimana
Aku jauh dari rumahMu
Tapi pelukMu selalu kurindukan

Kucari diriku dan melupakanMu
Iblis datang silih berganti menemani
Tawarkan senyum manis dan keramahan
Mereka bawa aku tuk melupakanMu

Duniaku kini penuh tawa dan canda
Tiada susah tiada gelisah
Temanku keceriaan sahabatku suka cita
Wanita dan kecabulan, kejahatan dan kenistaan.

Ketika suatu hari kusadari apa yang kucari
Bukan kebahagiaan dunia tapi jati diri
Kurindukan kembali dirimu..... Aku ingin pulang.
Pulang kepada pelukMu.

Dari jauh kulihat engkau menyambutku
Tuhanku..... Aku anakMu....
Aku berlari dan memelukMu.
Aku mencemaskanmu.... kataMu dengan peluk hangatMu seperti dahulu.

Jelapat 14-08-03
Mngenang masa suram.

Tuesday, October 15, 2013

Lebih Pintar

Suatu ketika di sebuah kelas terjadi percakapan antara guru dan muridnya. Pembicaraan antara guru dan muridnya ini tentang cita-cita dan bagaiamana meraihnya.
Guru : Tono, apa cita-citamu?
Tono : Saya ingin jadi pengusaha Bu Guru.
Guru : Kenapa kamu ingin jadi pengusaha?
Tono : Pengusaha sukses, akan kaya sekali Bu Guru.
Guru : Bagaimana kamu akan meraihnya?
Tono : Saya akan belajar rajin Bu, saya akan belajar keras penuh disiplin. Setelah itu saya akan kuliah di ekonomi dan mulai belajar bisnis.
Saya akan bekerja pada perusahaan yang sudah mapan. Saya akan menghemat pengeluaran saya sehingga suatu hari saya akan bisa mulai mendirikan perusahaan dan berusaha keras agar perusahaan saya bisa tumbuh. Menjadi besar akhirnya saya bisa menjadi konglomerat.
Guru : Wah hebat sekali kamu Tono. Untuk apa kau gunakan kekayaanmu?
Tono : Saya akan beli rumah besar. Akan saya senangkan istri dan anak-anak saya. Akan saya belikan vila dan mobil mewah beserta supirnya. Di musim liburan akan saya ajak liburan ke luar negeri bersama anak-anak saya.
Guru : Wah hebat sekali kamu Tono..... Bu Guru tidak menyangka kamu sehebat itu.

Guru : Tini, apa cita-citamu?
Tini : Saya akan jadi istri Tono Bu....
Guru : ???

Moral cerita.
Ketika anda tahu suatu prospek akan berkembang dengan sangat baik, anda harus berusaha meraihnya.
Dalam suatu bisnis, ketika anda tahu persis, suatu perusahaan akan memiliki masa depan cemerlang dan para pelakunya memiliki kemampuan untuk meraihnya. Ini adalah kesempatan bagi anda untuk berkontrubusi didalamnya.
Tini yang merupakan teman sekelas Tono, tahu persis keseharian Tono dan dia tahu persis Tono dengan kemampuannya akan bisa meraih cita-cita itu.

Monday, October 14, 2013

Suami Jakarta

Apa yang dilakukan para suami di Jakarta?

30% pergi ke Puncak. Dengan selingkuhannya.
Yang 70% pergi ke hotel untuk menghindari macet.....



Monday, September 16, 2013

Penak JamanKu......

Enak Jamane Simbah....??
1. Aku iso mangan opo wae (Bisa makan apa saja).... => Demi kesehatan harus diatur.
2. Bojoku umure 22 tahun, 45kg (istriku umurnya 22 tahun)... => Sekarang 37th, 55kg
3. Kerjoku mung dolan (kerjaku cuma bermain).... => Lebih banyak kerja daripada main.

Saiki yo tetep penak kok...... (Sekarang tetap enak kok)








Saturday, September 7, 2013

Kenapa Gagal

Merencanakan setiap langkah bisnis adalah suatu keharusan. Tanpa ada perencanaan yang baik akan menyebabkan kita berjalan tidak sesuai arah yang telah ditetapkan.
Pengendalian yang baik juga merupakan suatu keharusan. Tanpa adanya pengendalian yang memadai maka tujuan akan menjadi sia-sia.
Tapi kenapa tetap gagal? Kenapa tujuan yang telah ditetapkan tidak tercapai? Ternyata setelah diteliti tujuan tidak tercapai karena tidak dikerjakan. Dikerjakan dengan asal-asalan. Atau dikerjakan dengan setengah hati sehingga hasil yang diharapkan jauh sekali dari rencana awal.

Suatu hal penting dalam proses pekerjaan adalah mengerjakan pekerjaan itu (eksekusi). Tanpa dikerjakan rencana itu atau dikerjakan tidak dengan benar, menyebabkan rencana menjadi sia-sia.
Untuk itu perlu dilakukan eksekusi dengan baik.
pertanyaan mendasarnya adalah, bagamanakan eksekusi yang baik itu.


Ada 3 (tiga) proses inti eksekusi. Ketiga proses itu saling mendukung. Dimana proses itu harus dilakukan dengan kehendak mendapatkan hasil terbaik.

Strategi
1825. Oxford English Dictionary, vol 10. "The art of bringing one's forces as rapidly as possible to the decisive point.
Pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.
Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.
Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali mencampuradukkan ke dua kata tersebut.
Operasi
Suber daya manusia

Perlu perilaku esensial :
1. Kenali orang-orang dan bisnis anda
2. Berpijak pada Realitas
3. Tetapkan sasran dan prioritas yang jelas
4. Tindak lanjut
5. Beri imbalan bagi yang berprestasi
6. Tingkatkan kemampuan orang-orang
7. Kenali diri sendiri

Friday, August 23, 2013

Tiga Sahabat

Thomas, Oni dan Toni



Rinjani, Juli '92
Rinjani - Kami bisa melalui ini. Kita bisa....



Rinjani - Membawamu kesini, tak sesulit mengajari seekor keledai terbang.



Rinjani - Perenungan panjang meraih masa depan


Rinjani - Dibalik tanjakan itu akan kita temukan tanjakan lagi. Jangan pernah menyerah, yang kamu perlukan adalah meyakinkan diri kita bahwa tanjakan ini akan berakhir.




Gajahmungkur - - Ada si A, si B dan si C. kami yakin mereka akan membuat kami bahagia.
Ketika waktu berlalu kita temukan si X, si Y dan si Z dan kami tetap bahagia.



Gajahmungkur - Kami selalu menempa hidup kami dengan kesederhanaan. Kami mencoba rendah hati.



Lawu




Bali



HARUS KUAT

Kalian harus kuat. Agar kamu bisa menolong dirimu sendiri. Membantu orang lain yang membutuhkan. Hiduplah sederhana karena kalian memil...