Monday, June 23, 2014

Kemiskinan dan dosa.



Andaikata kehidupan dilihat dari pandangan kemampuan ekonomi. Untuk menyederhanakan, kita bisa mengkatagorikan dalam 3 (tiga) kategori yaitu kaya, berkecukupan dan miskin.
Kita bisa mengkatagorikan lebih luas dengan misalanya miskin adalah yang berpenghasilan dibawah pendapatan perkapita rata-rata, berkecukupan adalah yang berpenghasilan disekitar pendapatan perkapita dan kaya adalah mereka yang berpenghasilan diatas pendapatan perkapita.

Setiap orang berhak menjadi kaya dan kesempatan menjadi kaya tiap orang adalah sama. menjadi kaya tidak harus ganteng. Lihatlah Tukul Arawana (Beribu maaf), secara tampang tidak ganteng sama sekali tetapi dengan kemampuannya beliau berhasil menjadikan dirinya sebagai sesuatu yang layak untuk dijual dengan harga tinggi.
Menjadi kaya tidak harus pintar, banyak orang kaya yang saya temui tidaklah pintar. Rata-rata bahakan ada yang bodoh (tidak intelek).
Lalu bagaimana dengan menjadi berkecukupan? Tentulah syarat diatas tetap berlaku. Hanya mungkin lebih sederhana.
Lalu pertanyaannya kenapa seseorang miskin?
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:

  1. Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan. Perilaku negative seperti malas.
  2. Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
  3. Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
  4. Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.
  5. Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Kemiskinan menyebabkan seseorang terbatas aksesnya pada fasilitas kesehatan pendiikan dan fasilitas lain. Dengan terbatasnya mereka menggunakan akses-akses tersebut pada gilirannya akan menjadikan mereka tetap misikin. hal ini seperti lingkaran setan, sebuah lingkaran kemiskinan.
Orang miskin akan melahirkan anak-anak yang jauh dari fasilitas-fasilitas yang mereka butuhkan untuk berkembang. Anak-anak tersebut dibesarkan di lingkungan yang kurang layak untuk berkembang. Mereka mendapatkan gizi kurang dibanding dengan mereka yang memiliki status ekonomi lebih baik.
Secara alami anak-anak tersebut aka memiliki masa depan lebih buruk dibanding dengan anak-anak yang mendapatkan fasilitas lebih baik.

Ketika si miskin menyadari mereka harus keluar dari lingkungan miskin yang memiskinkannya, mereka dihadakan pada realita. tidak ada modal dasar seperti pendidikan yang layak atau modal ekonomi yang tidak mereka miliki karena mereka miskin.
Hal ini tentu saja menyebabkan mereka yang lahir dari lingkungan lebih baik memiliki kemampuan lebih karena mendapatkan gizi yang lebih baik serta pendidikan lebih memadai.
Perjuangan mendapatkan kemampuan lebih dilakukan untuk mendapatkan penghidupan lebih layak.

Berusaha keras untuk mendapatkan sumber ekonomi yang layak adalah hal yang patut diperjuangkan. Dengan berhasil mendapatkan sumber ekonomi lebih baik, seseorang bisa mensejahterakan dirinya dan lingkungannya. Dengan menjadi sejahtera seseorang bisa memakmuran dirinya dan lingkungannya. Bisa menyekolahkan anaknya lebih tinggi, bisa mendapatkan akses kesehatan lebih baik. Secara moral menjadi kaya sejahtera adalah sebuah keharusan.

Kemiskinan memiliki banyak sisi buruk. Kemisikinan mendorong beberapa orang berbuat tidak semestinya dengan melanggar norma sosial, hukum dan agama.
Secara sosial bila mereka melangar akan dikucilkan.
Secara hukum kalau melanggar akan berhadapan dengan penegak hukum.
Secara agama mereka bila melanggar akan mendapatkan dosa.

Beberapa orang memang memilih hidup miskin. Beberapa orang menjadi miskin karena tidak bersedia bekerja lebih keras. Ada pula orang menjadi miskin karena sial.

Menjadi lebih sejahtera akan menyebabkan seseorang mampu berbagi kesehjaterannya pada orang lain. Dan ini adalah amal. Menjadi miskin mendorong sesorang untuk melanggara norma-norma yang berlaku di masyarakat. Hal ini pada padangan agama disebut dosa.
Bekerja adalah ibadah. Mati karena bekerja adalah sorga.

Bisa kita bayangkan seseorang yang hidup miskin. Tidak kuat menahan siksa kemiskinnaya dan kemudian menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Untuk makan saja sudah sulit, apalagi untuk pergi ketempat hiburan.
Penderitaan yang berkepanjangan selagi dia hidup. Ketika mati dia tidak cukup berbuat baik pada sesamanya tetapi banyak kejahatan dan penderitaan yang ditimbulkan pada lingkungannya karena imbas kemiskinnya.
Mungkin dia akan menderita di dunia dan akherat.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kita harus mensehajterakan diri kita sendiri dan lingkungan kita. Dengan hidup lebih sejatera lebih terbuka peluang kita untuk berbuat amal kebajikan.
Dengan kondisi miskin akan mendorong seseorang berbuat tidak baik yang berujung pada dosa.


Minta Cium

Istri : Mas minta cium dong....
Aku : Males ah.... Kamu belum mandi.
Mulai lah istri ndesel-ndesel Wall E.
Istri : Lumayan...
Aku : Haduuuuh.....





Monday, March 24, 2014

CACAT PUSAKA PERCERAIAN

Seorang anak mengutarakan, betapa perceraian telah hancurkan semua hal indah yang dulu pernah iya miliki. Begitu pula dengan anak-anak lain, mereka tentu juga merasakan hal yang sama. Tidak anak perempuan ataupun lelaki semua merasakan kesakitan yang sama.
Seperti sebuah mainan indah yang mereka miliki, tiba-tiba direnggut dari tangannya. 


Luka teramat dalam ini, akan mempengaruhi kehidupan mereka dikemudian hari. Cacat pusaka yang terbentuk dari kegagalan orang tuanya untuk mempertahankan perkawinan, membawa pengaruh besar tidak saja terhadap anak-anak yang telah Tuhan titipkan bagi mereka untuk dibesarkan tetapi juga membawa pengaruh besar bagi saudara, orang tua dari pasangan tersebut.
Kadang perkawinan begitu menyakitkan untuk beberapa orang.

Ada beberapa kisah aku pernah dengar dan ada pula yang aku alami sendiri.

Seorang teman wanita akhirnya harus berpisah dengan suaminya. Aku tahu sendiri, dia harus mengorbankan mantan pacar yang sebenarnya juga sangat dia cintai. Mengorbankan juga banyak hal yang dia telah miliki dan harus relakan untuk memulai dengan seseorang yang dia pilih untuk dinikahi.

Karena suatu alasan yang menurutnya masuk akal dan terbaik pada saat keputusan itu diambil, akhirnya mereka menikah.

Waktu berlalu dan ketika manisnya perkawinan berubah menjadi sebuah neraka, mereka memutuskan untuk berpisah.

Sama seperti ketika mereka mulai menikah. Ketika mereka bercerai alasannya pun masuk akal dan terbaik pada saat keputusan itu diambil.


Begitulah pernikahan dimulai begitu pulalah itu diakhiri. Dengan pertimbangan yang sama baiknya, menurut kebenarannya saat itu. Menurut situasi saat itu.

Tapi bagaimana dengan anak? Apakah dia harus mau menerima kebenaran orang tuanya saat itu?

Bagaimanakah kehidupan barunya tanpa keluarga yang semestinya menjadi sandaran hidupnya? Sebuah lahan cinta untuk anak tumbuh dan berkembang.

Ada luka batin disana, yang akan dibawanya terus menerus. Akan membuatnya mengambil keputusan-keputusan tanpa kesadaran nya sendiri. Mungkin istilah cacat pusaka perceraian ini mendorong nya menjadi manusia tidak utuh.


Pasangan semestinya mempertimbangkan resiko yang akan timbul sebelum mereka memutuskan untuk bercerai.


Ada sebuah kisah. Tentang seorang istri yang memiliki suami yang berperilaku buruk. Lebih tepat dikatakan buruk sekali. 
Selain suka selingkuh, sang suami rupanya juaga mempunyai tabiat kasar. Memukul istri bukanlah hal pantangan baginya.

Hal ini tidak menjadikan sang istri mengambil langkah untuk mengajukan gugatan perceraian. Atau meninggalakan suaminya dan kembali pada ayah ibunya.  Meski tetangga, saudara, bahkan anak-anak tahu perilaku buruk tersebut. 
Tetangga, teman dan sahabatnya pun telah menyarankan untuk bercerai.
Tetapi si Ibu ini memilih untuk tetap bertahan.


Ada suatu hal yang menarik, ketika kutanyakan "kenapa tidak mengambil tindakan atas perilaku buruk sang suami?" 
Jawabnya sungguh mencengangkan, karena dia orang Katolik, sudah berjanji sehidup semati untuk tidak berpisah. Perceraian adalah suatu yang tabu untuk dibicarakan, dipikirkan apalagi direncanakan.

Yang menarik bagiku, kenapa ketika kutanyakan tentang "mengambil tindakan atas perkawinannya", pikirannya langsung mengarah ke peceraian? (aku ndak mikir seperti itu). 
Kupikir karena setiap orang yang dia temui menyarankan perceraian sebagai solusi masalah. Jadi pikirannya langsung mengarah pada titik itu.

Dengan mengelus dada kukatakan, bahwa sikapnya salah. Menurutku, my personal opinion, semestinya dia pergi ke polisi, lembaga perlindungan wanita atau bantuan-bantuan lain yang memungkinkan.

Menurutku, meski dengan alasan berbeda, perceraian memang bukan hal yang menjadi bahan pertimbangan penyelesaian masalah. Meskipun bahkan gereja Katolik pun saat ini lebih terbuka terhadap ide perceraian (Pembatalan perkawinan) atau istilah apapun. Ide tentang memisahkan seorang istri dengan suami dan keluarganya adalah bukan ide yang benar.

Bagaimana kalau pihak wanita pergi kekantor polisi? Suami di penjara. Lalu sadar? Peluang itu tetap selalu ada. Kita harus selalu berpikir bahwa seperti manusia lain, harus diberi kesempatan kedua.

Bagaimana kalau tidak sembuh juga?? Bagaimana kalau kita beri kesempatan sampai 7X?? Kukira ide ini perlu dipertimbangkan.

Bagaiamanapun sudah ada kekerasan terjadi disana. Anak-anak telah diberi tontonan yang tidak semestinya. Menambah dengan tontonan perceraian bukanlah hal yang baik. Memberi kesempatan sang ayah untuk berubah. Mungkin suatu hari sang ayah akan meminta maaf seperti yang terjadi di film-film itu.


Bagaimana kita belajar dari hal diatas? Lingkungannya menyarankan perceraian, sebagai solusi praktis. Sementara sang istri bertahan dengan alasan religi. Alasan keimanan. Dimana setiap penderitaan akan berbuah manis dikemudian hari. Sebuah derita yang semestinya memang dia tanggung.

Meski arahnya bukan perceraian alasannya menurutku kurang tepat.

Kotbah kemarin tentang ide perceraian juga. Tentang seorang wanita yang memiliki suami suka selingkuh. Tentang penderitaanya dan ide perceraian untuk menyelesaikannya.

Sang istri mengutarakan, dirinya merasa punya hak hidup bahagia juga. Kebetulan seorang duda yang merupkan teman baiknya mengajak untuk memulai kehidupan baru.

Pertanyaannya sederhana.  
Akankah mereka bisa bahagia? 
Berapa persen kemungkinannya mereka bisa berhasil dalam pernikahan keduanya? Sakitkah kegagalan perkawinan pertamanya? Kalau kegagalan itu menyekaitkan, mungkinkah dua orang sakit itu bekerja sama saling mengobati?


Akankah mereka bisa bahagia? Tanpa keinginan untuk menghakimi atau mencoba mendahaului kehendak yang kuasa. Jawabnya “Mungkin”. Karena tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Kemungkinan berhasil selalu ada. Kemungkinan gagal juga ada. Tapi kalau mereka belajara dari pengalaman sebelumnya. Dimana mereka berdua mengawali perkawinan dengan proses pencarian belahan jiwanya. Setelah berhasil, mereka memutuskan untuk menikah. Memilik beberapa anak dan kini akan memulai lagi dengan persiapan lebih cepat dan informasi lebih sedikit.


Berapa persen kemungkinannya mereka bisa berhasil dalam pernikahan keduanya? Jawabannya matematis sekali. Tiap orang akan memiliki jawaban yang berbeda. Anggap saja supaya adil 50%, sebuah jawaban matematis yang merupakan compromi antar mereka yang setuju si wanita bercerai dan memulai kehidupan baru dengan sang duda.


Sakitkah kegagalan perkawinan pertamanya? Sakit, sakit sekali. beberapa orang rela mengakhiri hidupnya ketika perkawinannya gagal. Hal ini mereka lakukan karena mereka sudah tidak sanggup lagi menanggung sakitnya. 



Kalau kegagalan itu menyekitkan, mungkinkah dua orang sakit itu bekerja sama saling mengobati? Coba anda membayangkan. Ketika anda tidak punya uang, dan datang seseorang meminjam uang pada anda, apa jawabnya? 
Mungkin perumpamaan tidak sebanding.
Kalau anda pusing, mungkinkah anda menolong teman anda yang sedang pusing? Mungkin perbandingan ini lebih sebanding.
Lebih baik sembuhkan dulu pusing anda dan setelah itu membantu teman anda yang pusing.

Dua orang memiliki masalah perkawinan. Berkumpul bersama seperti mengumpulkan dua masalah dalam satu atap?


Anak adalah area utama yang harus dipikirkan ketika anda berencana mengakhiri perkawinan.
Tiap orang boleh mengambil keputusan praktis yang menyenangkan hati dengan cara mengakhiri perkawinan. Bagaimanakah kebahagian yang anda raih dari hasil perceraian, anak tetap telah menjadi korban.
Jika perceraian akhirnya menjadi sebuah pilihan, langkah untuk melindungi anak dari bencana ini harus segera diambil.
Banyak contoh dari buah perkawinan yang gagal telah membuahkan petaka bagi anak-anak. 
Anak tidak percaya pada lembaga perkawinan.
Anak tidak lagi percaya tentang kekuatan cinta.
Anak menjadi menderita karena kegagalan bahtera rumah tangga.
Anak menjadi minder karena menjadi berbeda dibanding lingkungannya.
Kesemuanya itu akan membuat cacat pusaka pada sang anak.
Cacat pusaka yang tidak bisa mereka damaikan pada gilirannya membawa mereka menuju jurang kehancuran.

Perkawinan bukanlah hal mudah. Menyatukan dua buah mahluk yang memiliki latar belakang berbeda, kecerdasan berbeda, visi berbeda, kehendak berbeda, hoby berbeda dan perbedaan lain dalam sebuah atap.
Ketika kita masih remaja, visi kita tentang cinta begitu sederhana. Asal cantik dan ganteng cukup.
Dewasa sedikit cantik dan ganteng ditambah baik.
Tambah dewasa lagi cantik dan ganteng, baik dan punya masa depan.
Dewasa lagi sedikit berubah, bobot bibit bebet.
Visi kita tentang cinta bertambah dengan bertambahnya umur.
Ketika kita tua, kita tetap mencintai pasangan kita. Meski bau, jelek dan setumpuk kejelekan lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Tapi kita tetap cinta. Kenapa?? Terpaksa atau apa?
Jawabannya karena setelah tua, kita menemukan cinta sejati kita pada pasangan kita.

Ada cinta yang menutupi keburukan pasangan kita. Ada cinta yang mengobati rasa sakit. Selalu ada cinta disana yang akan menyatukan perbedaan yang muncul. 
Dalam perjalanan waktu, masalah selalu ada. Dari persoalan ekonomi, perselingkuhan, campur tangan mertua, pandangan politik dan hal lain seperti layaknya kehidupan akan tetap muncul.
Bukan hal mudah. Tetapi kita orang yang percaya Tuhan, selalu harus yakin, bahwa selalu ada pertolongan dariNya ketika kita berusaha.
Ingatlah sebuah kisah tentang perkawinan di Kana. Hal pertama yang dilakukan Tuhan ketika datang ke dunia bukan untuk menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang sakit kusta atau mengajarkan kebajikan.
Hal pertama yang Dia pilih untuk dilakukan adalah "menyelamatkan perkawinan".


Saturday, March 15, 2014

KENAPA BOHONG


Kadang kita dihadapkan pada persoalan rumit dan akhirnya kita berpikir, bohong adalah jawaban terbaiknya. Ini bukan masalah besar.
Ketika dalam situasi yang tidak rumit dan kita berbohong, ini mesti sebuah masalah besar.
Seseorang pernah menasehati diriku, sebuah kebohongan akan memerlukan kebohongan lain untuk menutupinya. Kebohongan baru memerlukan kebohongan lain untuk menutupinya, begitu terus menerus dan secara tidak sadar akan menjadikanmu seorang pembohong.
Mungkin nasehat diatas tidak sepenuhnya benar. Itu kalau dilihat dari kebiasaan.

Sebuah ulasan seperti dilansir Lovepanky. Kenapa seseorang berbohong.

1. Kebiasaan
Berbohong bisa bersumber dari kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Mereka yang memiliki kebiasaan semacam ini lebih suka mengatakan ketidakjujuran ketimbang kebenaran.

2. Malu
Anda berbohong karena ingin menyembunyikan kejelekan atau kekurangan Anda. Ini bisa saja berkaitan dengan hubungan masa lalu Anda dengan sang mantan atau rahasia terdalam Anda yang tidak ingin diketahui siapa-siapa.

3. Tidak ingin menyakiti orang lain
Anda mungkin tidak ingin menyakiti hati pasangan. Anda takut Anda akan mematahkan hatinya dengan mengungkapkan kebenaran padanya.

4. Tidak ingin dihakimi
Beberapa orang tidak ingin membiarkan orang lain tahu rahasia terdalam mereka, yang dapat membuat orang lain menghakimi mereka. Sikap ini kemudian memunculkan keinginan untuk berbohong agar dapat menutupi kekurangan atau rahasia yang disembunyikan.

5. Cara paling mudah
Mengatakan kebenaran sangatlah rumit dan sulit. Dan itu bisa mempengaruhi hidup Anda secara negatif. Alhasil, berbohong menjadi cara termudah untuk mengatasi masalah tersebut.

6. Tidak menghormati diri sendiri
Anda tidak berpikir bahwa Anda memiliki jawaban yang cukup meyakinkan untuk orang lain, sehingga akhirnya Anda berbohong. Ini merupakan tanda bahwa Anda tidak menghormati diri sendiri.

Inilah enam alasan mengapa seseorang akhirnya berbohong pada pasangan atau orang-orang di sekitarnya. Ini menurut Lovepanky.

Aku lebih suka mengatakan. Setelah seseorang menjadi dewasa dan mampu bertanggung jawab secara hukum, alasannya adalah "berbohong karena ada manfaatnya".
Manfaat bagi diri sendiri atau orang lain.

Faktor Manfaat Bagi Pembohong
Mengapa Anda mau berbohong? Salah satunya adalah karena bohong memberikan manfaat kepada Anda, baik secara langsung maupun tidak. Jikalau berbohong merugikan Anda, kira-kira apakah Anda mau berbohong? Terdapat beberapa manfaat yang bisa diraih jika melakukan kebohongan. Kemanfaatan bagi diri si pembohong bisa berupa kemanfaatan psikis maupun fisik dan material. Mungkin Anda hanya bisa mendapatkan satu manfaat dari satu kebohongan. Akan tetapi mungkin juga beberapa manfaat bisa sekaligus Anda dapatkan dari satu kebohongan.

Berikut adalah manfaat-manfaat yang mungkin bisa didapat dari melakukan kebohongan dan menjadi sebab seseorang melakukan kebohongan. Coba Anda ingat-ingat mana yang paling sering Anda lakukan.

Melindungi kepentingan
Menguntungkan kepentingan
Menimbulkan respon emosional tertentu yang diinginkan
Melindungi dari rasa malu, kehilangan muka, atau terlihat buruk
Melindungi dari ketidaksetujuan
Melindungi dari rasa terluka
Melindungi dari kekhawatiran
Melindungi dari konflik
Melindungi dari ketidaknyamanan
Melindungi privasi
Membuat terlihat lebih baik dari yang sebenarnya
Membuat tampak berbeda dari sebenarnya
Mengatur perasaan, emosi dan mood yang dimiliki
Mendapatkan keuntungan personal bagi
Membuat sesuatu lebih mudah atau lebih nyaman
Membantu mendapatkan informasi yang diinginkan
Membantu mendapatkan apa yang diinginkan
Melindungi dari hukuman fisik
Melindungi aset, properti atau harta
Melindungi keamanan
Melindungi dari kehilangan status atau posisi tertentu
Melindungi dari sesuatu yang mengganggu atau yang tak ingin dilakukan

Faktor Manfaat Bagi Orang Lain
Mungkin Anda berbohong bukan untuk diri Anda tapi untuk orang lain. Misalnya pada saat Anda diminta teman Anda untuk membohongi pacarnya kalau teman Anda itu sedang bersama Anda, padahal teman Anda sedang bersama selingkuhannya. Demikian juga saat kakak Anda dicari-cari preman yang mau menghajar, tentu saja Anda akan lebih suka berbohong kakak tidak di rumah daripada kakak Anda kena hajar.

Secara rinci, berikut beberapa alasan yang mungkin membuat Anda berbohong demi orang lain.

Melindungi atau meningkatkan keadaan orang lain secara psikologis
Melindungi atau menguntungkan kepentingan orang lain
Melindungi orang lain dari rasa malu, kehilangan muka, atau terlihat buruk
Melindungi orang lain dari ketidaksetujuan atau luka hati,
Melindungi orang lain dari kekhawatiran
Melindungi orang lain dari konflik
Melindungi orang lain dari ketidaknyamanan
Melindungi privasi orang lain
Membuat orang lain terlihat lebih baik dari yang sebenarnya
Membuat orang lain tampak berbeda dari sebenarnya
Mengatur perasaan, emosi dan mood yang dimiliki orang lain
Mendapatkan keuntungan personal bagi orang lain
Membuat sesuatu lebih mudah atau lebih nyaman bagi orang lain
Membantu orang lain mendapatkan informasi yang diinginkan
Membantu orang lain mendapatkan apa yang diinginkan
Melindungi orang lain dari hukuman fisik
Melindungi aset, properti atau harta orang lain
Melindungi keamanan orang lain
Melindungi orang lain dari kehilangan status atau posisi tertentu
Melindungi orang lain dari sesuatu yang mengganggu atau yang tak ingin dilakukan

Wowww..... ternyata rumit juga masalah bohong berbohong.
Aku pernah dibohongi temanku, pacarku, istriku, rekan kejaku, rekan bisnisku dan anaku juga pernah. 
Dan tentu saja aku pernah berbohong pada temanku, pacarku, istriku, rekan bisnisku, atasanku dan anaku juga.

Beberapa kisah menarik.

Aku pernah dibohongi istriku. Kukira kebohongannya muncul karena ketakutan yang begitu besar yang bisa mengancam keutuhan perkawinan kami.
Dia berbohong karena takut, bahwa ketika aku mengetahui kisah sebenarnya aku akan meninggalkannya.
Setelah memahami situasi. Aku menyimpulkan ini memang sebuah kesalahan. Dan aku tahu persis ini sebuah kesalahan serius. Tapi aku tahu persis, ini tidak akan membubarkan perkawinan kami.
Begitu hebatnya pertengkaran kami, sampai kami memerlukan penasehat perkawinan untuk melewati ini.
Sebuah nasehat aku terima, "biarkan saja". Waktu akan menyelesaikan ini semua. Hanya perlu kesabaran untuk melewatinya.
seperti sebuah bawang, berlapis lapis seperti bawang. Sebuah sikap defensif muncul.

Setelah waktu berlalu lama. Setelah muncul keberanian untuk mengungkapkan. Atau setelah aku bosan memikirkan. Kedamaian mulai muncul diantara kami.
Hal yang paling menyakitkan adalah bahwa ini makan waktu yang sangat lama. Kadang kupikir, kenapa tidak langsung diutarakan. Mungkin seseorang, meskipun sadar dirinya salah, masih memerlukan egonya. Syukurlah sudah berlalu.

Mantan pacar. 
Mantan memang memiliki kebiasaan berbohong. Paling tidak itu kuketahui setelah lama kami berpacaran.
Suatu hari kusadari, ya biarlah. Toh tidak ada orang sempurna di dunia ini.

Ada sebuah kejadian dimana dia berkencan dengan selingkuhannya di sebuah hotel sederhana. Tanpa dia sadari seseorang memergoki dan melaporkan hal ini kepadaku. Ini sebuah perselingkuhan dan bukan sebuah kebohongan.
Tapi ketika dia datang kepadaku dan bersikap seolah tidak ada apapun terjadi, itu sebuah kebohongan.
Bahkan ketika aku memancingnya untuk menceritakan. Sampai suatu hari kusadari, andai dia mengatakan matahari panas, aku tidak akan mempercayai.
Begitualah sebuah kisah harus berakhir. Selain suka bohong ternyata mantan juga bukan orang yang mengagungkan cinta.

Sekali lagi.... Wow....

Aku ingin menceritakan kisah kebohonganku. Tapi sepertinya tidak akan menarik. Lagian aku sudah mulai mengantuk.... So ..... Selamat tidur.

Thursday, February 20, 2014

kekuatiran istri derita suami

Hari ini istri bercerita tentang sakit yang dialami adik ipar. Pembicaraan merembet tentang anak-anak yang nilainya kurang bagus.
Istri mulai berpikir tentang suramnya kehidupan dan kekuatiran dengan masa depan anak-anak kami.
Kupikir, kami telah berusaha terbaik untuk anak-anak kami. Kuyakinkan juga anak-anak akan mengalahkan Bapaknya, karena kita memang telah mengajarakan pada mereka bagaimana cara mengalahkan Bapaknya.

Percayakah, bahwa 92 persen kekuatiran tidak pernah menjadi nyata (Norman Vincent Peale) dan kukira dia sudah melakukan penelitian mendalam tentang hal ini. Kalau menurut temanku sekitar 95% persen tidak pernah menjadi nyata. Kalau menurutku.... ndak usah kuatir.... jadi tidak akan pernah muncul sesuatu yang kita kuatirkan.

Untuk membuatnya kuat maka kuberikan padanya kutipan ini :

Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Janganlah kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Karena itu rendahkalah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.Serahkanlah segala kekuatiran kepada-Nya sebab Ia yang memelihara kamu.

Yesus berkata kepada murid-muridNya: "Karena itu aku berkata kepadamu : Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir akan pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! Siapakah di anatara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta ( satu jam) pada jalan hidupnya? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? 

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku!
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu."
Demikianlah juga roh membantu kita dalam kelemahan kita: sebab kita tidak tahu, bagaimana seharusnya harus berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Allahku akan memenuhi segala keperluanku menurut kekayaaan dan kemuliaanNyadalam Kristus Yesus." 
Rasul Paulus menemukan kekuatannya dalam Tuhan, ia menyaksikannya sebagai berikut:
Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara ; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari batu , tiga kali mengalami karam kapal. Sehari semalam aku terkatung-katung di tengah-tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahay penyamu, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahay dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapardan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan dengan tidak menyebut hal lainlagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah ? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita. Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku,?etapi jawab Tuhan kepadaku:"Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahankulah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan di dalam kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah maka aku kuat."

Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah penolongku aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"


Tuesday, January 28, 2014

Kekasih

Dimana... di masa kiniCinta putih susah dicariTanyakan hatimuLupakan egomuJangan biarkan kasih berlalu
Mengapa... kau pergi lagiMeninggalkan kasih sendiriTiada alasanJuga tiada pesanKau tegaOh sungguh kau tega
Reff :Jangan sampai kau terlenaSeperti diriku yang duluJangan biarkan dia pergiNanti kau yang menyesal juaDia irama hidupmuMohon maaf kembali padanya
Kekasih... tiada duanyaJangan sia siakan diaKharisma cintanyaSuci tak bernodaYang didambakanSemua insan
Black Valentine

Thursday, January 9, 2014

E L A N G


Alkisah ada sepasang elang yang dimabuk asmara.
Ketika waktunya tiba, mereka membangun sarangnya diatas rumah petani.
Buah kasih mereka menghasilkan tiga telur indah bagi mereka.
Ketika sang elang jantan pergi, datanglah seekor elang pemangsa mendekati rumah petani. Elang pemangsa memiliki keelokan luar biasa. Dengan bulu putih mengkilat dikepala dia menjadi salah satu raja di wilayah pegunungan itu. Elang betina itu kagum pada keelokan elang pemangsa. Pada akhirnya mereka bercengkerama dan tanpa sadar sebuah telur jatuh tepat di petarangan ayam.
Ketika si elang jantan datang, sadarlah mereka bahwa sebuah telur mereka telah hilang.

Waktu berlalu dan tibalah saat telur-telur itu menetas. Telur yang jatuh di petarangan ayam juga menetas. Anak elang yang tinggal di sarang elang diasuh seperti layaknya elang. Elang yang jatuh ke petarangan di asuh oleh induk ayam seperi layaknya seekor ayam.

Setelah lima bulan berlalu, tibalah saat elang untuk belajar terbang. Dengan kesaharian meliahat ayah dan ibu, tidak sulit bagi mereka untuk terbang. Akhirnya mereka sekeluarga meninggalkan rumah petani, terbang tinggi ke pegunungan sebelah barat.
Tidak demikian dengan anak elang yang diasauh oleh para ayam. Sayap yang lemah menjadikan dia tidak mampu untuk terbang.
Seperti rekan yang lain, tiap pagi para ayam keluar dari kandang. Berkokok sekeras dan semampu mereka untuk membangunkan semesta.
Anak elang itu merasa bangga dalam kumpulan di pertanian. Dia mampu berkokok paling lantang dan kuat dibanding teman-teman sesama ayam. Paruh yang tajam membuat teman-temannya menjadikan pemimpin bagi mereka.
Rasa bangga ini dibawa hingga dewasa. Suatu kebanggan diwilayah pertanian itu.

Suatu hari. Di kala siang menyengat bumi.
Dikala langit cerah berwarna biru. Munculah seekor elang. Mulanya dia terbang tinggi. Kemudian menukik mencoba mengambil ayam yang sedang bermain.
Menyadari bahaya muncul, seekor ayam jago berkokok lantang memberi tahu tekan-rekannya tentang bahaya yang muncul. Sepontan ayam-ayam itu berlarian masuk kekandang. Tak terkecuali elang muda itu.
Di tempat aman, elang muda itu menatap sang elang yang mengganggu kawanannya dengan ketakjuban. Betapa besar dan gagah sang elang. Berparuh, berbulu dan bersayap seperti mereka tetapi dengan kharisma yang luar biasa.

Sejak saat itu, sang elang muda sering menatap langit. Menunggu munculan sang elang. Dari rasa takut pada mulanya, kini mulai tumbuh kekaguman pada sang elang.
Anak elang muda itu mulai berkoar dengan suara yang lantang, betapa ingin dia menjadi elang itu. Tiada hari dilalui dengan suara yang tajam tentang keinginanya menjadi seekor elang.
Terbang tinggi mengarungi langit. Melewati gunung menentang angin.

Pada suatu ketika sekumpulan elang muncul lagi di langit. Tidak seperti saat pertama kemunculan, sang elang hanya terbang di langit, berputar-putar di langit biru.
Para elang itu bercanda dengan temannya. Beradu kecepatan terbang dan menguji nyali kemampuan mereka menukik. Suara mereka yang melengking tinggi, menciutkan setiap mahluk yang mendengar.
Sang elang muda menatap kagum pada elang-elang itu. Di kayalannya dia adalah salah satu kumpulan itu.
"Ibu.... Apakah ketika aku besar nanti, bisa seperti elang itu?" tanya elang muda kepada sang induk sambil matanya tetap memandang ke langit dengan kekaguman.
Sang Ibu pun menjawab "Anakku.... kita adalah ayam. Kita menjalankan takdir kita sperti layaknya ayam. Kita harus bangun pagi, berkokok selantang mungkin, membangunkan tuan kita". 
Setelah terdiam sejenak Ibunya menambahi "Menjadi seekor ayam adalah tugas mulia, kita harus bangga menjadi seekor ayam".
Mata elang muda itu tetap menatap langit.

Ada pergulatan dalam diri. Menerima takdir dengan lapang dada atau berlatih terbang seperti sosok elang yang tengah di kagumi..... 

Wednesday, November 6, 2013

Kisah Lucu di Lawu 1

Aku ceritakan suatu cerita lucu. Tidak profesional memang, tapi begitulah kejadiannya.

Pada suatu hari, aku bersama teman-teman sedang melakukan pendakian ke Lawu. Kami serombongan berisi sekitar 5 orang. Aku kurang ingat pasti jumlahnya.
Berangkat dari Cemoro Sewu sekitar jam 08.00 malam.
Perjalanan yang melelahkan malam itu kami akhiri di pos 3 sekitar jam 03.00 pagi.
kami beristirahat di pos, memasak mie dan minuman, makan dan kemudian tidur.

Sekitar jam 09.00 pagi ketika kami sedang sarapan dan bersiapan melanjutkan pendakian. Terdengar teriakan minta tolong dari atas kami.
Segera kami bergegas berlari keatas untuk melihat ada kejadian apa.
Setelah berlari sekitar 100M kulihat seorang pria sedang menggendong seorang wanita dengan dibantu seorang wanita lainnya.
Tampak terlihat si pria keleahan karena menggendong korban dan sang korban terlihat dengan kondisi tidak sadar diri.
Segera kami ambil posisi membantu untuk mengevakuasi korban ke pos 3.

Sesampai di pos 3 kami baringkan korban diatas sebuah matras.
Memeriksanya dan mencoba membantu sebisa kami.
Kondisinya makin memburuk. Nafasnya tidak terasa dan detak jantungnya lemah.
Setelah pembicaraan singkat, kami memutuskan untuk segera mengevakuasinya ke bawah secepat mungkin.

Ketika kami sedang bersiap dengan membuat dragbar darurat, dari kayu hutan dan tali serta sarung dan matras.
Kami mendengar teriakan kalau korban sudah tidak bernafas.
Aku segera mendekati korban dan memeriksanya.
Aku dan temanku sebut saja Aan, memutuskan untuk melakukan resusitasi.
"Aku buat nafas buatan kamu tekan jantungnya" kataku pada Aan. kami memang pernah berlatih untuk menghadapi situasi semacam ini.
"Siap" sahut Aan singkat.
"Aku kasih aba-aba" sahutku lagi.
Kubuka mulutnya dan kudekatkan mulutku ke mulutnya, ada sesuatu yang menghalangiku disana.
"An... aku jantungnya kamu nafasnya" aku meminta Aan untuk ganti posisi.
Aan kemudian mengambil posisi seperti posisiku tadi dan aku menggantikannya.
Aan mendekatkan wajahnya ke korban,  membuka mulutnya dan berkata "Ayo segera kita evakuasi kebawah secepatnya saja".
Aku mengangguk dan segera bergegas memindahkan korban ke dragbar.

Segera kami beramai-ramai, bergegas mengevakuasi korban ke bawah. Secara bergantian kami setengah berlari membawa korban turun.
Sesampai pos 1, kami beristirahat dan memeriksa korban.
Peluh kami bercucuran karena menguras tenaga secara berlebihan.
Kami baringkan korban dan memeriksanya. Ternyata kondisinya membaik. Mungkin karena udara yang mulai panas atau tekanan udara yang bertambah membantu korban untuk bernafas,

Setelah cukup istirahat perjalanan kami lanjutkan lagi.
Disautu kesempatan ketika aku dan Aan hanya berdua kutanyan, "Kenapa kamu tidak jadi melakukan nafas buatan?".
"Mulutnya bau banget..."
Ampun deh... dasar pemula....





Thursday, October 24, 2013

Rinduku Pada Tuhan

Tuhan, kurindukan diriMu bagai masa kecilku
Kuingat kedamaian dan kecerian di pangkuanMu
Tiada kecemasan senyumMu mendamaikanku
Tiada kekuatiran pelukMu menentramkanku

Ketika dewasa kutinggalkan diriMu
Mencoba mencari jati diri entah dimana
Aku jauh dari rumahMu
Tapi pelukMu selalu kurindukan

Kucari diriku dan melupakanMu
Iblis datang silih berganti menemani
Tawarkan senyum manis dan keramahan
Mereka bawa aku tuk melupakanMu

Duniaku kini penuh tawa dan canda
Tiada susah tiada gelisah
Temanku keceriaan sahabatku suka cita
Wanita dan kecabulan, kejahatan dan kenistaan.

Ketika suatu hari kusadari apa yang kucari
Bukan kebahagiaan dunia tapi jati diri
Kurindukan kembali dirimu..... Aku ingin pulang.
Pulang kepada pelukMu.

Dari jauh kulihat engkau menyambutku
Tuhanku..... Aku anakMu....
Aku berlari dan memelukMu.
Aku mencemaskanmu.... kataMu dengan peluk hangatMu seperti dahulu.

Jelapat 14-08-03
Mngenang masa suram.

Tuesday, October 15, 2013

Lebih Pintar

Suatu ketika di sebuah kelas terjadi percakapan antara guru dan muridnya. Pembicaraan antara guru dan muridnya ini tentang cita-cita dan bagaiamana meraihnya.
Guru : Tono, apa cita-citamu?
Tono : Saya ingin jadi pengusaha Bu Guru.
Guru : Kenapa kamu ingin jadi pengusaha?
Tono : Pengusaha sukses, akan kaya sekali Bu Guru.
Guru : Bagaimana kamu akan meraihnya?
Tono : Saya akan belajar rajin Bu, saya akan belajar keras penuh disiplin. Setelah itu saya akan kuliah di ekonomi dan mulai belajar bisnis.
Saya akan bekerja pada perusahaan yang sudah mapan. Saya akan menghemat pengeluaran saya sehingga suatu hari saya akan bisa mulai mendirikan perusahaan dan berusaha keras agar perusahaan saya bisa tumbuh. Menjadi besar akhirnya saya bisa menjadi konglomerat.
Guru : Wah hebat sekali kamu Tono. Untuk apa kau gunakan kekayaanmu?
Tono : Saya akan beli rumah besar. Akan saya senangkan istri dan anak-anak saya. Akan saya belikan vila dan mobil mewah beserta supirnya. Di musim liburan akan saya ajak liburan ke luar negeri bersama anak-anak saya.
Guru : Wah hebat sekali kamu Tono..... Bu Guru tidak menyangka kamu sehebat itu.

Guru : Tini, apa cita-citamu?
Tini : Saya akan jadi istri Tono Bu....
Guru : ???

Moral cerita.
Ketika anda tahu suatu prospek akan berkembang dengan sangat baik, anda harus berusaha meraihnya.
Dalam suatu bisnis, ketika anda tahu persis, suatu perusahaan akan memiliki masa depan cemerlang dan para pelakunya memiliki kemampuan untuk meraihnya. Ini adalah kesempatan bagi anda untuk berkontrubusi didalamnya.
Tini yang merupakan teman sekelas Tono, tahu persis keseharian Tono dan dia tahu persis Tono dengan kemampuannya akan bisa meraih cita-cita itu.

Monday, October 14, 2013

Suami Jakarta

Apa yang dilakukan para suami di Jakarta?

30% pergi ke Puncak. Dengan selingkuhannya.
Yang 70% pergi ke hotel untuk menghindari macet.....



HARUS KUAT

Kalian harus kuat. Agar kamu bisa menolong dirimu sendiri. Membantu orang lain yang membutuhkan. Hiduplah sederhana karena kalian memil...