Tuesday, December 9, 2014

BELAJAR MENCINTAI 2

Ketika dirimu mencintai seseorang dan berkata bahwa "cinta memerlukan pengorbanan", saatnya bagimu untuk mengevaluasi diri. Apakah itu cinta atau sekedar bisnis.
Cinta tidak memerlukan pengorbanan. Segala hal dilakukan dengan rela.


Andai kulakukan yang luhur mulia. Jika tanpa kasih cinta, hampa tak berguna.
Hari ini aku bertemu dengan sahabatku. Sebut saja namanya Bulan. Nama yang harus disembunyikan, masalahnya dia cukup dikenal di lingkungan kerja dan lingkungan sosial kami. Seorang pegawai swasta di perusahaan mapan.
Kami pertama kali bertemu saat bersama mendaki puncak Lawu bersama. Seperti dirinya kami adalah seorang solitaire ketika mendaki gunung.
Naik gunung seorang diri, bukanlah hal aman. Tapi aku suka melakukan karena itu terasa menyenangkan dan menantang. Mendaki sendiri, berjalan dalam kesendirian dan merasakan nikmatnya udara dan indahnya gunung.



Bulan seseorang yang memiliki kemampuan rohani yang mengagumkan. Pemahaman akan menusia dan karakternya bisa diandalkan.
Aku tidak tahu bagaimana dia bisa memiliki kemampuan seperti itu. Kemampuan menebaknya seperti bukan permutasi, seperti melihat dalam kabut katanya.
Dulu diawal perkenalan kami, dalam suatu kesempatan pernah aku mengujinya main tebak-tebakan warna hitam dan merah pada kartu remi. Dia menebak hampir 100%, luar biasa. Sementara aku seperti orang lain, mestinya hanya mampu menebak sekitar 50%.
Ketika kutanyakan tentang kemampuan tersebut, dia menjawab "berlatih dan selalu berlatih, aku berlatih sejak SD, kalau sekarang aku menjadi mahir kukira itu wajar".
Wow....
Meski saat ini kemampuan untuk menebak kartu tidak seperti dahulu, kemampuan itu hanya berubah. Saat ini forcasting menjadi bagian dari pekerjaa, selain memutar uang dipasar saham. Aku tahu persis sebabnya kenapa dia tidak sehebat dulu, "tidak pernah berlatih".
Kami pernah berbicara bahwa menebak apa yang tersembunyi didalam hati manusia itu tidak baik. Selain penuh resiko kesalahan, itu tidak sopan karena melanggar privasi orang lain.

Bulan memiliki seorang istri dengan tiga anak, lelaki dan dua perempuan. Istrinya seorang pegawai negeri bekerja di daerah Pacitan.
Dia berencana mengajak pindah anak istrinya ke Jakarta tapi karena suatu hal sampai saat ini niat itu tidak terlaksana.

Bulan hari ini kelihatan kusut dan gelisah.
"Semua baik?" tanyaku membuka percakapan.
"Lumayan" jawabnya singkat.
Kami memang ada janji ngopi hari ini. Seperti hari-hari lalu kami memang hampir setiap bulan bertemu. Sekedar ngopi atau nonton film.
Mungkin karena persamaan hobby dan nasib, kami menjadi sering bertemu di Jakarta sebagai sesama perantauan.
Setelah memanggil pelayan dan memesan pesanan kami, mulailah kami bicara tentang masa lalu.

Rupanya pembicaraan panjang lebar ini tidak banyak merubah kusam wajah hitamnya, seperti ada awan gelap disana.
"Ada apa, kenapa kusut sekali?"
"Biasalah masalah kantor."
"Halah..... Mana ada masalah kantor bisa membuatmu kusut seperti itu" jawabku membantah pernyataanya.

Aku tahu Bulan selingkuh dengan seorang wanita sebut saja namanya Mawar. Kayaknya ndak enak kalau disebut Mawar, biasanya nama ini dipakai untuk korban perkosaan atau korban kekerasan. Kita sebut saja Melati. Nanti dulu, Melati itu berkonotasi putih dan bersih. Bagaimana kalau kita sebut Lili? Haduuuh itu mirip nama temanku, bisa dicakar aku. Okay.... kita sebut saja Mawar.

Ceritanya begini.
Si Mawar ini dulunya punya dua orang pacar. Kalau tidak salah begitu. Kedua pacaranya ini kebetulan tokoh masyarakat. Yang pertama seorang dosen di sebuah universitas terkenal di Jogja. Sebut saja namanya Matahari. Sebelumnya bertemu Matahari sebetulnya Mawar puncar pacar sebut saja namanya Abi (mulai kesulitan mencari nama pengganti). Abi dan Mawar memiliki kisah cinta yang indah. Mereka berdua membangun cinta bersama.
Tapi suatu hari Matahari muncul dan merusak hubungan keduanya. Mawar terpesona, silau oleh indah sinar Matahari. Setelah menginap di beberapa penginapan dan bercinta. Hubungan itu mulai tercium oleh Abi. Tentu saja Abi yang sangat mencintai Mawar berusaha menyelamatkan hubungan mereka. Konon si Abi sampai di tampar oleh Mawar karena merasa terdesak. Singkat kata mereka bubar.
Di tengah jalan hubungan Mawar dan Matahari bubar. Konon katanya si Matahari hanya ingin tidur dengan si Mawar. Sementara konon ceritanya Mawar sex nya buruk. Disisi lain Mawar focus untuk membangun bahtera pernikahan. Ndak nyambung.

Bubar dari si Matahari Mawar patah hati dan hidupnya hancur. Setelah mencoba bunuh diri dan merubah gaya rambutnya, Mawar bertemu si Bulan.
Bulan yang saat itu sedang jatuh karena istrinya terlibat narkoba dan menghamburkan harta yang dengan susah payah mereka cari bersama, akhirnya mereka saling mengisi.
Aku tahu persis cerita ini, karena ketika Bulan jatuh aku juga bersamanya. Menemani dia bicara dan kadang menemani dia tidur.
Aku tahu betapa berat beban yang menimpa Bulan. Dia tidak terlatih untuk menghadapi situasi ini. Ketika ada seseorang datang menemani dan membutanya lebih tenang, itulah Mawar.
Disatu sisi, aku berterima kasih karena Mawar mengurangi bebanku membantu Bulan. Bersama Mawar keadaan Bulan lebih ceria dan kelihatan membaik.
Dibalik itu semua muncul juga kekuatiran dalam hatiku, dan ternyata benar, mereka terlibat terlalu jauh.

Singkat cerita mereka berdua berpacaran. Dilalui bersama hari-hari indah yang mereka jalani. Meski Bulan sadar bahwa ini buruk mereka tetap melanjutkan hubungan.

Suatu hari muncul si Deni (lebih sulit lagi mencari nama pengganti), aku kurang jelas pekerjaan orang ini. Tapi dia memiliki beberapa wanita lain sebelum bertemu si Mawar.
Dengan kepiawainnya sebagai pemburu wanita Deni akhirnya bisa merebut hati Mawar. Dalam suatu perjalanan dinas si Mawar dan Deni bercinta.
Tapi begitulah Mawar, dia tidak mau melepas si Bulan. Dia ingin tetap mendapatkan keduanya.
Tanpa Mawar bicara, Bulan tahu persis bahwa Mawar dan Deni telah bercinta. Mawar tidak mengelak dan mengatakan bahwa dia telah menemukan cintanya.
Setelah mengingatkan tentang keburukan si Deni, tentang suramnya masa depan si Mawar, Bulan menyerah dan pergi meninggalkan Mawar.
Bulan pergi dan Mawar melanjutkan petualangannya dengan si Deni.

Setelah berpisah dengan Mawar, Bulan tampak sedih tapi akhirnya bisa mengatasi dengan cepat. Bulan menjalani kehidupan normal. Dia kembali menjadi orang baik. Karena Bulan memang pada dasarnya pria yang tidak suka aneh-aneh, Pria sederhana yang terjebak masalah pelik.
Beberapa kesempatan kami ngopi kulihat betapa bahagianya dia.
"Aku bahagia karena bisa terlepas dari belenggu dosa..... Aku bisa mencintai istriku dan keluargaku secara utuh, ini benar-benar suatu karunia yang patut disyukuri" demikian salah satu ungkapan dia.

Roda pedati berputar dan selalu mengikuti sapinya.
Deni meninggalkan bulan. Kegagalan memanfaatkan sex sebagai posisi tawar oleh Mawar menjadi alasan Deni meninggalkan Mawar. Selain banyaknya tuntutan Mawar terhadap Deni, membuat dia harus angkat kaki. Mawar ingin diakui exsistensinya dan bagi Deni ini suatu hal yang mustahil.
Sementara wanita lain yang dimiliki Deni memiliki banyak keunggulan dibanding Mawar, bahkan ada seorang wanita secara kecantikan kalau dibandingkan dengan Mawar, seperti membandingkan foto model dengan anak SMA yang belajar bersolek.
Secara body dan harta Mawar kalah jauh, benar-benar tidak punya kekuatan untuk merebut hati si Deni.
Deni yang telah memiliki beberapa wanita sebelumnya dan tidak ditinggalkan meski memiliki hubungan dengan Mawar tentu saja tidak ambil pusing dengan apa yang dirasakan Mawar.
Tidak demikian dengan Mawar. Kekosongan hidupnya membuat dirinya jatuh kebeberapa lelaki iseng. Prediksi Bulan akan masa depan Mawar sebelum dia tinggalkan menjadi nyata.

Dalam kondisi buruk inilah Bulan dan Mawar bertemu lagi.
Bulan yang jatuh iba karena sang penolongnya hidup seperti itu, mencoba mengulurkan tangan.
"Apa maumu?" tanya bulan dalam suatu kesempatan pada Mawar.
"Aku ingin menyelamatkan hubunganku dengan Deni" jawabnya.
Bulan memberi pengertian pada Mawar bahwa Deni memiliki beberapa wanita yang jauh lebih baik dari Mawar.
Tapi karena baiknya si Bulan akhirnya dia bersedia membantu. Bahkan pernah suatu kesempatan mereka mengikuti Deni ke sebuah hotel dimana Deni sedang bercinta dengan seorang wanita.

Setelah kelelahan membuat si Deni kembali jatuh cinta, akhirnya si Mawar menyerah. Dalam sebuah pertemuan, dalam kesedihan Mawar yang mendalam terjadi pembicaraan.
"Aku sudah sembuh, apakah kamu mau sembuh juga?" tanya Bulan pada Mawar. Dengan sesenggukan Mawar menganguk.
Bulan yang tidak tega akhirnya menasehatinya. "Aku mau mendampingi, menemani dan membantumu asal kamu berusaha menjadi wanita lebih baik....... Aku mau membantu kamu mendapatkan seorang suami yang baik bagimu".
Mawar berjanji pada Bulan untuk berusaha menjadi wanita baik dan ada kesepakatan lain, tapi aku lupa. Mungkin menjaga tetap putih atau apa.
Akhirnya dengan kesepakatan baik itu, Bulan dan Mawar kembali menjalin hubungan. Mawar mencoba dengan beberapa lelaki baik, selalu gagal. Kadang gagal karena si Mawar tidak suka tapi ada juga gagal karena si lelaki lari ketakutan, karena si Mawar sangat agresive.

Hubungan Mawar dan Bulan berjalan dengan baik, Mereka saling mengasihi seperti layaknya sepasang kekasih. Kebahagiaan dijalani dalam kesalahan.
Mereka saling tolong menolong dan saling mengisi kekosongan hati mereka.
Banyak hal mereka lalui bersama. Melakukan pekerjaan bersama, benar-benar pasangan yang serasi. begitu sayangnya si Bulan pada si Mawar sampai Bulan mau berepot-repot membantu Mawar mendapatkan suaminya.
"Aku pernah dalam suatu meeting harus pergi ke ATM, Mawar butuh uang dalam usahanya mendapatkan suami, jadi kutinggalkan meeting dan pergi ke ATM" adalah satu ungkapan keseriusan dan ketulusan Bulan membantu Mawar mendapatkan suami.

Sadar bahwa mereka memulai lagi kehidupan berdosa dan berbahaya.
"Aku tidak tega melihat penolongku jatuh terpuruk, sementara aku semakin baik dan berkibar.... Aku ingin dia semakin mulia dihadapan Tuhan dan manusia" ungkap Bulan dalam suatu kesempatan.
Dalam hal ini, Bulan kuakui memang memiliki kesetiaan yang luar biasa. Aku tahu ajaran-ajaran yang membuatnya seperti itu seperti ungkapan "Hutang paling berat untuk dilunasi adalah hutang budi".

Begitulah kisah kasih mereka. Meski mereka menjalani hal terlarang terlihat nampak indah.

Waktu berlalu dan Mawar belum juga menemukan penolong yang sepadan baginya.
Dalam suatu perjalanan ke Jogja Mawar tergoda untuk bercinta dengan Mintarja (sebut saja begitu) dan mereka bercinta dengan membabi buta.
Pada kejadian kali ini Bulan tidak menaruh curiga sama sekali. Seperti saya bilang diatas, Bulan sudah tidak pernah melatih rohaninya. Mungkin karena kesibukan kantor.
Petualangan Mawar tidak berhenti sampai disitu. Entah karena godaan dunia begitu kuat Mawar juga bercinta dengan Capung (bingung cari nama). Siapa dia aku juga tidak tahu. Tapi katanya lelaki tampan yang mempesona banyak wanita.
Mawar yang kini telah menjadi wanita matang. Dengan kehidupan ekonomi lebih baik dan kemampuan sex bertambah, akhirnya menjalani kehidupan yang aneh.
Konon si Deni juga mulai memasuki kehidupan si Mawar.
Dalam perjalanan ke Jakarta, si Mintarja juga bercinta dengan si Mawar. Konon mereka bercinta di rumah ayahnya dan sang ayah ada di kamar sebelah.

Ajarilah kami bahasa cintamu. 
Kami terdiam setelah aku mencoba memahami apa yang terjadi.
"Kenapa Mawar berlaku seperti itu?" tanyaku memecah kesepian.
Masih dalam keheningan.
"Aku salah menilai dia, kukira sesutau yang baik. Ternyata cuma manusia mesum dengan kecerdasan tinggi..... Perilakunya benar-benar brengsek. Lebih brengsek dari seorang lxxte..." emosi bulan naik dengan cepat.
"Ssssst..... ssst... itu bukan bahasamu... Kalau kamu tidak bisa memilih kosa kata yang baik, kita hentikan pembicarran ini" aku mencoba menenangkan Bulan.
"Lxxte lebih mulia dari dia.... Kamu ingat si Ratna... Dia menjual tubuhnya agar bisa kuliah.... Agar bisa tetap hidup.... Dia membiayai banyak anak yatim.... Dia mengirim banyak uang ke orang tuanya... Mawar berzinah hanya untuk fun..... Shit.... Shit..." Bulan ngomong ndak karuan sambil menggelang-gelengkan kepalanya.
Kutunggu suasana agak dingin. Kuambil kopiku dan memulai minum.
"Haduh.... gimana ini. Dialihkan pembicaran atau dikeluarkan saja biar cepat selesai..." aku berbicara sendiri dalam hati.
"Bulan.... kita ngobrol lainnya saja ya..... Bahasamu ndak pantas lewat dimulutmu.... Tapi kalau ada sesuatu yang ingin kamu ungkapkan.... Makian atau apapun.... Aku akan mendengarnya.... Yang penting kamu lega...." aku mencoba menenangkan Bulan.
Diam seribua bahasa.... Kulihat titik air mata mulai mengalir dimatanya.
Kubiarkan Bulan bergulat bertarung dengan semua perasaan tanpa keinginana untuk mencampuri. Kubirkana keheningan menyelimuti kami.
Setelah cukup lama kutanyakan.... "Apa yang kamu rasakan?"
"Aku kecewa sekali. Usaha kerasku untuk membuatnya baik sia-sia.... Aku kecewa sekali dia tidak mendengar apa kataku...." bulan bicara dengan terbata.
Ada kesedihan muncul dalam sudut hatiku. Kupegang tangan Bulan.
"Apa lagi yang kamu rasakan?" aku meminta Bulan mengeluarkan semua bebannya.
"Hhhhhhh.... ya kukira itu....." akhirnya Bulan menyahut.
"Kamu ingat.... Si Ratna kawin dengan seorang ahli bedah?" aku mencoba sedikit membelokan pembicaran agar Bulan tidak terlalu larut.
"Ya jelas ingat... Aku bertemu dengannya setahun lalu. Dia sekeluarga sedang berlibur di Bali.... Aku lihat status di facebook Ratna dan kutelpon karena kebetulan aku juga di Bali... Kami makan bersama. Aku anak-anak dan Ratna sekeluarga" Bulan bercerita sambil mengingat-ingat.
"Good... aku juga sudah tahu cerita itu.... Aku cuma mau omong.... Ratna bisa berubah jadi orang baik.... Maksudku Ratna bisa berbahagia.... Mawar suatu hari mestinya juga bisa khan?" Aku akhiri dengan pertanyaan.
Bulan mengangguk....
"Tahukah kamu..... bahwa yang kalian berdua lakukan, juga hal yang sama buruknya?" aku menambahi penyataanku.
Bulan kembali mengangguk.
"Apakah Mawar sudah kau nasehati?"
"Sudah.... Bahkan dari awal. Sebelum semua memburuk. Dia menyangkal. Dia berpikir aku bodoh. Aku tahu persis dia bohong. Tapi dia kukuh dengan kebohongannya."
"Mawar tidak malu dengan apa yang dia lakukan?"
"Tidak sama sekali.... Bahkan dia selalu yakinkan aku,,,, Apa yang dia lakukan adalah hal baik. Aku juga heran kenapa dia tidak jijik... Aku saja yang tidak telibat langsung begitu jijik."
"Kenapa Mawar ndak pamitan dulu secara baik-baik sebelum memutuskan untuk berhubungan dengan mereka?"
"Mawar kukira ingin mendapatkan semua..... hehhh."
"Apa lagi yang ingin kamu katakan?"
"Mendampinginya sampai saat ini.... Seperti mempersenjatai iblis untuk merusak dunia...."
"Bicaramu banyak ngawur.... Kasar juga..... Kuharap kamu sekarang lebih tenang setelah ada seseorang mendengarmu."
Bulan menyalakan sebatang rokok dan menghirupnya dalam-dalam. Dihembuskan kuat-kuat seperti hendak membuang semua masalah dalam pikirannya.
"Kita bicara lainnya.... Supaya kamu tidak terlalu larut dalam kesedihan.. Aku mau kamu jauhi Mawar..... Aku mau kamu istirahat.... berliburlah.... kamu sudah lama tidak liburan.... Setelah kamu berlibur.... Khabari aku.... kita selesaikan masalah Mawar.... Yang penting kamu tenang" aku mencoba memberi solusi.
Kami melanjutkan pembicaraan kesana kemari. Setelah larut dan kami hendak berpisah.
Kukatakan sesuatu kepada Bulan di tempat Parkir, "Jauhi Mawar.... Tidak usah telpon atau SMS... Jangan berusaha melakukan sesuatu selain beristirahat. Kalau kamu langgar ,hasilnya hanya akan memperburuk dirimu dan Mawar..." aku mencoba menasehati.
"Terima kasih.... mau menemani...." kami melambaikan tangan dan berpisah.

CInta itu lemah lembut. sabar, sederhana, murah hati, rela menderita.
Kira-kira tiga minggu. Aku dan Bulan kembali bertemu. Wajahnya masih suram, belum banyak berubah, meski dia lebih tenang.
"Bagaimana liburanmu?" aku membuka pembicaraan.
"Menyenangkan, aku ke Manado, menengok seorang teman dan berlibur...." Bulan bercerita panjang lebar.

Setelah Bulan lelah bercerita.
"Masalah Mawar masih mengganggumu?" tanyaku memulai pembicaraan.
"Masihlah.... Cuma berkurang... Kayak belum rela...."
"Aku yakin bukan hal mudah mencabut akar pahit dalam hatimu.... Tapi percayalah kamu akan bisa mecabutnya. Kamu akan melalui ini semua dengan baik. Kamu dan Mawar akhirnya jadi orang baik..." aku memberi penjelasan.
"Semoga...."
"Bagaimana kamu bisa tahu cerita itu semua?"
"Begitu alarm bahaya berbunyi, aku segera melatih rohaniku. Itu semua kesimpulanku" jawabnya mantab.
"Haduh..... Bahaya apa?"
"Bahaya buat Mawar kalau dia jatuh lagi"
Aku menggeleng-gelengkana kepalaku......
"Aku kurang sepaham dengan pernyataanmu. Apa yang bahaya? ..... Menurutku egomu yang dalam bahaya, bukan si Mawar. Kita pernah berbicara, tidak melakukan hal semacam itu lagi khan" aku mencoba mengingatkan suatu hal pada Bulan.
"Bukannya kita pernah bicara tentang penghormatan misteri orang lain?...................... Tiap orang berhak untuk menyembunyikan sesuatu,,,,,,,, karena kita tahu, setelah misteri orang itu terkuak kita kehilangan sesuatu pada orang tersebut? Bukannya kita juga sepakati itu tidak baik?..... Kalau orang itu ingin menyembunyikan sesuatu... biarkan saja..... Kita harus menghormatinya. Begiu pula sebaliknya kalau orang itu ingin berbagi misterinya kepada kita.... Kita harus pula menghormatinya. Apa yang salah padamu?" Kuakhiri ceramah tu dengan kalimat tanya yang perlu dia jawab. Aku kurang senang dengan pernyataan Bulan.
"Aku merasa dibohongi.... Aku rela bergelut dosa dengan dia.... tapi akhirnya hanya kegagalan yang kudapat. Kesia-siaan....." Bulan mencoba membela diri.
"Ya... Itu bisa kumaklumi dan kupahami. Tapi kamu tahu itu salah? Tahu salah.....  bahwa kamu telah terlalu jauh mencampuri privasi orang lain. Siapa dia? Dia bukan apa-apamu. Dia punya hak yang sama seperti orang lain. Sesalah apapun dia... Segala hak yang ada padanya tetap harus kita hormati..... Kamu tahu kamu salah?" Aku bertanya mendesak.
Setelah diam sesaat Bulan menjawab "Ya aku salah....".
Kami larut dalam diam.

Kuhirup kopiku. Rasanya kurang enak. Mungkin karena aku mendengar omongan Bulan yang ngawur. Tapi bagaimanapun aku bisa memahami perasaanya. Kekecewaanya.
"Kukira banyak ruang kosong dalam dirinya, dia mencoba mengisinya...... Sikapnya yang kurang dewasa karena tidak mau bertanggung jawab dengan keputusannya.... Tapi dari semua... kukira ada sesuatu yang buruk sedang bekerja padanya" Bulan memulai lagi pembicaraan.
"Sesuatu yang buruk?"
"Si jahat sedang bekerja" jawabnya singkat.
"Kamu yakin soal itu?"
"Aku tidak yakin....." Jawabnya lirih.
"Aku tidak yakin.... Kamu tahu... Aku tidak suka berurusan dengan hal semacam ini. Kurasakan saja ada rencana-rencana jahat ada dalam dirinya. Ada kehendak jahat disana. Tapi khabur..... Mungkin aku salah. Emosiku sedang labil dan aku sudah lama tidak melakukan hal ini.....  Aku merasakan dan melihat buahnya buruk.... itu saja" Bulan memberi penjelasan panjang.
"Apakah tidak sebaiknya kamu coret saja pendapatmu tentang si jahat sedang bekerja.... Pertama kamu tidak yakin..... kedua ini manusia bukan kartu..." aku mencoba mempertegas situasi keraguan.
"Aku merasakannya....." bulan mencoba memintaku berpikir ulang.
"Sudahlah..... Kita coret saja. Cuma akan memperumit situasi, menjauhkanmu dari penyelesaian masalahmu" aku mempertegas keraguannya.

Setelah kupahami situasinya, aku bertanya lirih pada Bulan "Apa rencanamu?"
"Haduuuh.... bingung aku" jawabnya sambil menggelengkan kepala.
Kupegang bahunya "Friend.... Dulu aku pernah menasehati, kalau mau makan sate, ndak usah memelihara kambing, beli saja di pojok, habis perkara".
"Ngomong apa sih.... Siapa yang mau makan sate? Aku sayang sama dia...."
"Iya... aku tahu" jawabku singkat dan lirih.

Kami berdua hanyut dalam keheningan.
"Apa idemu Mas?" Bulan bertanya setelah cukup lama kami terdiam.
"Aku mengenalmu..... Seperti pernah kamu katakan, niat awalmu baik, sekarang situasi memburuk bagi Mawar dan dimataku.... Buruk juga buatmu" aku mencoba memperjelas situasi.
Setelah terdiam agak lama. "Kamu masih sayang dia?"
"Masih....." jawaban Bulan singkat dan mantab.
"Haduuuuh.... aku sudah tahu persis kamu akan jawab gitu" aku mulai memutar otak.
Setelah agak lama terdiam, aku mulai pembicaraan.
"Friend..... Aku tahu niatmu baik. Aku tahu kamu orang baik. Untuk saat ini, dengar nasehatku" aku memandang tajam kearah Bulan.
Setelah diam sesaat kukatakan "Kalian pernah berpisah, kamu dan Mawar bahagia menjalani kehidupan masing-masing, meski akhirnya Mawar terpuruk".
Aku menambahi "Kadang kamu harus berpikir, seperti kupu-kupu yang keluar dari kepompongnya, lalu kamu membantu dengan menggunting ujung selubung itu agar sang kupu lebih mudah keluar.... ingat cerita yang pernah kamu berikan padaku?" Bulan nampak mengangguk memahami maksudku.
"Akankah kamu memotong kepompong si Mawar.....?" aku bertanya lagi.
"Apakah campur tangamu akan membuatnya lebih baik atau lebih buruk?" aku menambahi petanyaan yang sebetulnya aku tahu persis dia akan menjawab apa.
"Aku tahu kamu memahami semua.... Kebijaksanaanmu lebih dari cukup untuk memutuskan apa yang terbaik bagimu....... aku cuma memposisikan diri sebagai temanmu. Aku memberi pandangan dari sudut berbeda, apa yang baik bagi Mawar. Apa yang mestinya Mawar terima dalam situasi seperti ini" Bulan mengangguk.
"Kupikir.... Di sebuah titik dia akan merasa bersalah dan meminta maaf. Lalu kami menjalani kehidupan yang berbeda. Maksudku sebagai teman, sebagai sahabat. Aku yakin di lubuk hatinya terdalam dia merasa bersalah. Andaikata saat ini dia tidak merasa bersalah, suatu hari aku yakin dia akan merasa bersalah..... Rasanya berat.... ketika dia merasa bersalah atau jatuh lagi.... Aku tidak bisa menemani. Rasanya berat meninggalkan seorang sahabat dadalam kesulitan. Sejelek apapun dia, aku tetap temannya. Seburuk apapun dia rasanya tidak pantas aku meninggalkannya".
"Kamu tidak percaya persahabatan setelah cinta Lan."
"Ya... Aku tidak percaya persahabatan setelah cinta.... Tapi sepertinya aku ingin membuat pengecualian dalam hal ini."
"Aku tahu kamu menyayangi dia.... Membiarkan dia adalah sebuah proses terbaik.... kukira itu jawaban paling kamu inginkan.... sebuah jawaban yang membahagiakan Mawar" aku berusaha meyakinkan Bulan.
"Tinggalkan dia..... biarakan dia bertumbuh.... alam punya kebijakannya sendiri. Biarkan dia mengalami kesakitan untuk keluar dari kepompongnya. Karena kalau kamu membantunya, akan membuatnya tidak bisa terbang. Kamu akan membuat Mawar tidak bisa bangkit lagi?" aku menambahi.

Andaiakan kudermakan semua miliku, hanya kasihmu sanggup membahagiakan.
Satu setengah bulan setelah perrtemuan terakhir. Aku dan Bulan bertemu lagi di sebuah cafe di daerah Senopati.
Wajah Bulan tampak bersinar dan senyum bahagia nampak dari wajahnya.
Bulan banyak berubah, khabar terakhir dia berhenti bekerja. Berlibur dan naik gunung. Manusia satu ini memang seperti tidak terikat sama sekali dengan dunia. Dulu dia kehilangan uang sangat banyak dan dia hanya tersenyum. Tapi ditinggal selingkuhannya berselingkuh dengan orang lain, kayak orang kehilangan akal. Tapi aku percaya itu bukan dia.
"Kamu makin ceria saja.... habis makan sate dimana?" sapaku pada Bulan.
"Lumayan saja" jawabnya sambil tertawa.
Setelah memesan kopi dan berbicara kesana kemari.
"Mawar bagaimana khabarnya?" tanyaku untuk memastikan semua baik.
"Aku tidak tahu.... Terakhir ku sms untuk bertanya, andaikata dia butuh bantuan atau sesuatu. Tapi yang aku tangkap dia tidak mau bertemu lagi denganku.... Padahal kupikir aku seseorang untuk dia.... kukira layak bagi kami untuk berpisah secara baik-baik, saling bersalaman bermaafan" Bulan berhenti agak lama.
"Mungkin tidak perlu atau mungkin dia sedang sibuk dengan..... sudahlah...." Bulan kembali berhenti.
"Kamu tahu.... aku masih sayang sama dia.... berharap yang terbaik untuk dia.... jadi seperti kita bicarakan kemarin.... Biarkan saja dia" jawaban mantab sambil tersenyum.
"Kumaafkan segala hal dia lakukan. Sesakit apapun yang kurasakan.... Aku yakin Mawar mengalami kesakitan yang sama. Sesedih apapun aku.... Aku yakin Mawar lebih sedih."
"Friend.... aku selalu percaya padamu..... Kalau semua orang di dunia mengatakan kamu buruk.. biarlah kukatakan kamu lelaki idolaku" kujawab sambil tersenyum.
"Kamu benar-benar Bulan yang aku kenal...."

"Kenapa keluar kerja?" tanyaku singkat tentang pekerjaannya.
"Mau istirahat dulu yang pertama.... Mawar menjadi salah satu sebab juga, artinya aku ingin istirahat sejanak. Mereposisi diri. Berkumpul dengan keluargaku.... Melakukan hal-hal yang kusenangi yang tidak bisa kulakukan ketika aku bekerja" Bulan menjelaskan alasannya.

Kami berbicara panjang lebar sampai larut. Panjang lebar. Kesana kemari dan semua sangat menyenangkan. Bulan benar-benar menikmati hidup tanpa pekerjaan. Tidak ingin pulang cepat apalagi berpikir bangun pagi.

Di mobil aku merenung dan mencoba belajar dari pengalaman Bulan.
Meski kisah kasih mereka terlarang, kukagumi kesetian Bulan. Tekadnya yang kuat. Usahanya yang sungguh-sungguh untuk kebaikan Mawar.
Meski dia dikianati untuk kesekian kalinya, dia masih berpikir tentang apa yang terbaik untuk Mawar.
Bulan punya banyak alasan untuk meninggalkan Mawar. Andai yang dicari Bulan adalah wajah cantik dan body bagus, pastilah hidupnya lebih bahagia dan sederhana. Tapi andai itu yang dicari, kukira Mawar tidak akan masuk hitungannya.
Mereka memang dipertemukan oleh Tuhan untuk belajar bersama tentang hidup. Sebuah pelajaran hidup tidak selalu manis.
Mereka dua manusia berbeda, Bulan begitu memuja cinta dan menyukai romatisme. Sementara Mawar benar-benar berbeda.

Sebelum aku tidur, kudoakan Salam Maria 1X untuk Bulan dan 1X untuk Mawar..........

https://www.youtube.com/watch?v=h0KnZLXWPpA

Saturday, December 6, 2014

BELAJAR MENCINTAI 1

Rencanamu Selalu Indah




Kehidupan itu indah untuk dijalani. Meski sesakit apapun hari ini, yakinlah pada waktunya semua akan indah.

Yang perlu kamu lakukan adalah berusaha terbaik, untuk mewujudkan semua mimpi indah yang kamu miliki.

Namanya Iman. Aku berkenalan sekitar tahun 1997 ketika aku sering dititipi batik oleh teman-teman untuk dibawa ke Jakarta.

Wajahnya yang ceria dan penuh semangat, mungkin dikarenakan dia adalah pengantin baru seperti memancar keluar dari tubuhnya.
Aura kebahagiaan itu ditularkan kepada lingkungannya, seperti virus kiebahagiaan.
Iman dan Nisa adalah pasangan serasi. Pasangan soleh dengan kelimpahan anugerah.

Iman seorang anak tunggal seorang pengusaha batik yang tidak terkenal tetapi laris. Batik buatan keluarganya memiliki kualitas lumayan dan secara harga memang bersaing. Mungkin ini yang menyebabkan usaha mereka bisa bertahan lama dan mampu menghidupi mereka secara berkecukupan.

Dari tawar menawar harga, akhirnya kami bisa mengobrol panjang lebar dan kemudian menjadi teman baik. "Baik" artinya harganya bisa lebih murah dan boleh ambil barang lebih dahulu dan membayar secara tempo, dua minggu sampai sebulan.
Baik juga artinya ketika main kerumahnya boleh numpang makan.

Menjadi yatim sejak bangku SMP. Ibunya mengambil alih usaha batik itu kemudian selepas SMA, Iman mulai mengambil alih usaha keluarga tersebut.

Sebagai seorang pengusah batik, Iman seorang fighter yang luar biasa. Aku melihat bagaimana dia mengurus usahanya dari pembelian, produksi sampai ke penjualan.
Dengan beberapa pegawai tetap, mampu bertahan dari kerasnya persaingan dan mengikuti gejolak naik turunnya bisnis perbatikan.
Luar biasa, mungkin adalah kata paling tepat digunkan untuk menilai dirinya.

Sesekali kami makan nasi megono dalam pembicaraan bisnis. Dalam obrolan kami, kupelajari sistem managemennya yang sederhana, dapat kupahami bahwa kesuksesnya mengelola bisnis ini adalah karena kerja keras, kesupelan dan keuletannya.

Kerja keras, bekerja tanpa kenal lelah. Supel pada suplier dan pelanggannya. Supel pula pada para pegawainya. Ulet dengan sikap pantang menyerah untuk mencari semua celah.

Dalam kegiatannya berjualan batik, Iman bertemu banyak orang. Salah satunya ialah seorang pedagang batik bernama Ibu Neni. Karena seringnya bertemu untuk bertransaksi bisnis, keduanya akhirnya akrab. Bu Neni adalah seorang pedagang batik, dia mengambil batik dari para perajin di Pekalongan dan mengirimnya ke kota besar seperti Jakarta di tanah Abang atau Solo di pasar Klewer.

Seorang janda memiliki 4 orang anak, nama anak terkecilnya Nisa.
Dalam sebuah kunjungan penagihan, Iman berkenalan dengan Nisa. Iman tahu bahwa Bu Neni memiliki seorang anak perempuan yang belajar di luar kota.

Nisa memiliki wajah rupawan. Dengan kulit kuning langsat setiap pria pasti akan menoleh kepadanya.

Selain pandai berdandan ternyata Nisa juga memiliki bakat seperti Ibunya untuk berdagang batik.
Dalam kedekatan itulah mereka akhirnya berpacaran, pada tahun 1997 mereka menikah.

Bulan madu selalu indah itulah yang terjadi pada tahun-tahun awal perkawinan mereka. Tetapi suatu saat bulan madu akan berakhir. Demikian pula perkawinan Iman.

Ketidak hadiran momongan menjadi masalah, dikarenakan Nisa sangat menginginkan momongan bagi dirinya. Begitu besar keinginnya memiliki momongan hingga menjadi suatu obsesi.
Setelah kematian Ibu Neni dan tidak mulusnya pembagian warisan antara anak-anak, keluarga ini terlibat persengketaan hingga perseteruan, Nisa mulai tidak dekat lagi dengan saudara-saudaranya.
Pertengkaran dan perselisihan antara Nisa dan Iman sering muncul di permukaan. Pokok utama pertengkaran adalah momongan.
Pertengkaran semakin keras dikarenakan Nisa selalu menyalahkan Iman sebagai pria yang tidak subur. Dalam pikiran, suaminya mesti tidak subur karena dia anak tunggal. Secara sepihak telah menuduh Iman adalah sebagai biang kerok ketidak harmonisan mereka. Iman dianggap gagal membuahi.

Waktu berlalu. Nisa memiliki beberapa teman akrab baik lelaki maupun perempuan. Berbeda dngan Iman yang selalu bekerja keras, teman-teman Nisa adalah para penikmat hidup. Kelayapan di karoke dan dugem hampir menjadi keseharian bagi mereka.

Sesekali ikut teman-teman tersebut tapi akhirnya hal ini menjadi kebiasaan. Pulang pagi dalam keadaan teler, membuat Iman sering mengelus dada.

Siapakah setan itu. Setan adalah mahluk yang menghancurkan kebahagian kita. Setan ingin kehidupan kita hancur sampai sendi-sendi kita.

Entah bagaimana ceritanya, muncul lelaki lain dalam kehidupan Nisa. Lelaki ini memprovokasi Nisa untuk minta cerai dan menikah dengannya.
Dengan iming-iming tentang keluarga harmonis dengan beberapa anak, omongan si jahat mulai merasuki jiwa Iman.
Setelah beberapa perselingkuhan Nisa yang diketahui Iman, akhirnya Nisa memaksakan diri untuk bercerai.
Usaha mati matian  Iman untuk mempertahankan perkawinan mereka berbuah kesiasian. Pada akhir 2001 mereka bercerai.
Perceraian itu membuat Nisa mendapat bagian uang yang sangat besar, lebih dari cukup untuk hidup berkecukupan selama 50 tahun tanpa perlu harus bekerja.

Sesekali aku bertemu Iman, aku memberi penghiburan dan semangat. Dunia Iman benar-benar berubah. Wajahnya yang dahulu memancarkan keceriaan kini berganti dengan kedukaan. Aura kecerian yang dulu kuat memancar dari dalam dirinya, kini berubah menjadi kepiluan yang akan menarik setiap orang dalam kesedihan.

Usaha keras untuk melupakan kesedihan dilakukan dengan cara bekerja lebih keras lagi. Meski hasil yang dia dapat tidak sebanyak ketika kebahagiaan menyelimutinya.
Kesedihan itu seperti tercermin dari hasil produksi yang mulai menurun kwalitasnya.
Kesulitan keuangan mulai menghantui bisni keluarga tersebut.
Si jahat berhasil menghancurkan perkawinan Iman dan kini sumber penghidupan Iman dan para pekerjanya sedang dalam proses penghancuran.

Aku masih ingat, saat itu hari sabtu iman menelponku, "Mas di Pekalongan apa Jakarta?" "Pekalongan, piye Man?" 

"Makan megono di tempat biasa bisa Mas?"
"Ok, jam 8 ya Man" aku menjawab dan menutup telpon.
Pertemuan malam itu intinya Iman sedang mengalami kesulitan keuangan dalam bisnis dan berharap aku bisa membantu. Bantuan nasehat dan keaungan yang memungkinkan usaha batiknya kembali bisa berjalan.
"Aku akan bantu keuanganmu, tapi yang jauh lebih penting, kamu harus membenahi hidupmu.... Setelah hidupmu baik, kamu akan bisa membereskan masalah bisnismu. Percayalah.... Dulu kamu pernah menghadapi masalah lebih sulit dalam bisnis ini. Masalah saat ini jauh lebih ringan, meski ringan menjadi begitu sulit, karena kamu secara pribadi dalam kondisi tidak baik" aku mencoba memberi nasehat pada Iman..
Iman diam saja, kuharap dia mengerti.
Aku memberi nasehat, intinya adalah aku ingin dia bahagia. Berbahagia karena bersyukur, meski hal yang terjadi bukan sesuatu yang menyenangkan tapi aku mau Iman mencari sesuatu titik dimana ada sesuatu hal yang bisa disyukuri dari percerian dengan Nisa dan kemlorotan bisnis.
Aku tahu akan sulit sekali menemukan titik syukur dari sebuah bencana. Tapi aku harap Iman bisa menemukan.

Aku menelpon dia dari Jakarta sore itu mengabarkan bahwa aku telah mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya. Selain itu aku mengingatkan dia, bahwa dia harus menemukan titik untuk bersyukur karena masalah berat yang sedang dihadapi.

Aku ingatkan pula, tanpa rasa syukur, hanya akan menimbulkan masalah baru dan seberapapun besar uang aku glontorkan tidak akan mampu mengangkat bisnisnya.
Sebaliknya kusampaikan, kalau Iman bisa bersyukur dalam bencana ini, meski hanya aku menemani dia ngobrol, bisnisnya akan terangkat dan semua akan berjalan baik.
"Okay Mas, saya masih berusaha mencari titik syukur itu" demikian jawaban Iman dari seberang telpon.

Sebulan kemudian Iman menelpon dan mengajak bertemu. Dalam pertemuan itu Iman menceritakan dia mulai bisa bersyukur atas kejadian yang sedang terjadi.

Dalam kesempatan ngobrol itu aku bertanya tentang perkawinan Iman.
"Apa kata dokter...... tentang kenapa kalian belum memiliki anak?" tanyaku disela makan.
"Kami tidak ke dokter, kami tidak sakit...... Aku memang anak tunggal Mas. Ayahku juga anak tunggal, kukira memang Nisa benar dalam hal ini bahwa aku kurang subur." 
"Tapi kamu bisa mendapatkan pendapat dari ahlinya khan Man.... mungkin dokter punya alternative agar kamu bisa punya anak" aku menimpali.

Waktu berlalu. Kehidupan Nisa yang tidak jauh dari hura-hura dan narkoba menyebakan kebangkrutan. Suaminya yang tampan tetapi pengangguran tidak banyak membantu dalam kesulitan ini.

Setelah menjual rumah dan harta lain, Nisa pindah dari Pekalongan. konon khabarnya menjadi seorang pemandu lagu di sebuah karoke. kerja sampingan untuk memenuhi hasratnya akan narkoba dan hura-hura juga dia lakukan.

Iman dengan kerja keras bisa kembali meraih kesuksesan secara ekonomi. Anak buahnya sudah bertambah dan dia memiliki dua kios batik di kota pekalongan.

Keluar dari himpitan masalah ekonomi Iman masih tidak mau kembali mencari seorang istri. Menurutnya dia katakan padaku, dia tidak yakin akan menikah lagi ada ketakutan untuk gagal kembali. Semacam traumatik yang sangat menyakitkan.
Tapi di sudut matanya aku bisa mengkap bahwa cintanya pada Nisa masih melekat dan seperti tidak akan pernah luntur setelah tahun-tahun berlalu.

Suatu hari, ketika Iman sedang duduk dibelakang rumah menikmati pemandangan ikan koi dikolam yang sengaja diuat untuk bersantai. Suatu kebiasaan setiap hari selepas dia bekerja, Ibu Iman mendekati anaknya dan bertanya. "Nisa piye khabare saiki Man? pertanyaan sederhana yang mengejutkan Iman disore itu.

Iman tediam dan mencoba mencari arah kemana Ibunya bertanya. Hal pertama yang dia pikirkan adalah keungkinan Ibunya makin tua dan mulai pikun dan tidak ingat bahwa mereka telah bercerai.
"Waduh.... aku tidak tahu to Bu.... kami sudah lama tidak bertemu" Iman menjelaskan.

Insting seorang Ibu, bahwa Nisa tidak bahagia setelah bercerai dengan Iman, mendorongnya untuk mencari keberadaan Nisa dan mencoba mencari khabar tentang dirinya.

Dalam ingatan si Ibu dia masih ingat ketika Nisa merawat dengan baik ketika mereka masih serumah. Nisa seorang anak yang berbakti dengan orang tua. Hari-hari terakhir sebelum perceraian Nisa dan Iman, hubungan mereka masih tetap baik.
Dipanggilnya salah seorang pekerja dan diminta mencari keberadaan Nisa dan mencari khabar Nisa.
"Temukan Nisa, aku mau tahu keberadaan dan khabarnya. Akhir-akhir ini hatiku terasa tidak enak dan aku selalu membayangkan Nisa" si Ibu memberi perintah pada pegawainya.
Bukan pekerjaan mudah bagi si pekerja mencari keberadaan Nisa. Beberapa hari tidak masuk bekerja untuk mencar keberadaan Nisa. Tapi setelah dia bertemu dengan suami kedua Nisa diperoleh keterangan bahwa Nisa pindah ke tegal bersama seorang teman baiknya.
Pekerja itu kembali kepada Ibu Iman dan melaporkan tentang hasil yang dia peroleh.
Ibu Iman memberi pekerja itu uang lebih dari cukup untuk pergi ke tegal dan mencari keberadaan Nisa.

Sore itu seperti sore lain. Iman duduk di depan kolam sambil minum teh panas menikmati perilaku ikan-ikan yang bergerak kesana kemari. Sambil sesekali melempar makanan ikan, tampak sangat asyik.

Sang Ibu mendekati Iman dan menyentuh pundaknya.
"Kamu tidak mau menikah lagi Man?" pertanyaan singkat ini sangat mengejutkan Iman.
'Kenapa ibu bertanya seperti itu..... Aku sudah bahagia dengan kehidupan saat ini."
"Man.... Ibu tidak bisa hidup selamanya.... Sepeninggal Ibu... Ibu harap ada wanita baik disampingmu... seorang wanita yang akan menyiapkan teh mu di sore hari. Seorang wanita baik yang akan menyiapkan sarapanmu di pagi hari dan menyiapkan baju sebelum engkau pergi".
Iman mulai menggelangkan kepalanya, kesedihan mulai menyelimuti wajahnya.
"Bu.... sesungguhnya bayangan Nisa selalu ada dimataku.... Aku tidak bisa melhat wanita lain. Sudah kucoba mengusir wajah Nisa dan mencari pengganti wajah baru... Tapi sampai saat ini tidak kutemukan wanita lain.."
"Man.... Nisa anak baik... Semua baik sampai akhirnya datang si begajul-begajul itu mempengaruhi kehidupannya.... Mereka menggosok Nisa supaya bercerai darimu agar mendapatkan bagian kekayaanmu... Coba renungkan hal ini.... Jangan pernah menyalahkan Nisa atas kejadian buruk ini" sang Ibu kembali berbicara sambil menitikan air mata.
"Ibu mau menyampaikan apa? Iman tidak mengerti arah pembicaran Ibu?" Iman kembali bertanya dengan lembut.
"Kalau kamu masih mencintai Nisa.... Kamu bisa mulai memaafkan dia. Mungkin kalian bisa rujuk dan memulai kembali kehidupan baru" kata sang Ibu sungguh mengejutkan Iman.
Ibunya tahu persis kenapa mereka bercerai dan sekarang mengajukan usul untuk rujuk.
"Iman tidak tahu dimana Nisa berada. Iman dengar dia sudah pindah keluar kota" Iman mencoba membuka pembicaran.
"Nisa ada di Tegal.... Aku sudah meminta salah satu pekerjaanmu untuk melacak keberadaan Nisa. Keadaan Nisa jauh dari baik.... sebaiknya kamu segera menemuinya. Aku tidak perlu bermacam hal, saat ini yang terbaik adalah menolong Nisa. Bagaimanapun dulu Ibu Neni memasrahkan pada Ibumu untuk menjaganya. Sekarang Ibu neni sudah meninggal dan kukira pesan itu tidak berlalu begitu saja. Temui Nisa..... Kalau dia sakit... Kamu obati.... Kalau dia lapar.... kamu beri dia makan. Ibu tidak minta lebih dari itu" Sang Ibu berbicara secara serius dengan nada memelas.
Iman diam sesaat.... Ada keraguan dimata dan setumpuk pertanyaan ingin dikelaurkan.
Si Ibu memegang tangan Iman.... seperti sebuah daya mengalir dari sana.
"Iya..... besok aku ke Tegal".

Seperrti disampaikan Ibunya, kondisi Nisa sangat buruk. Dia tinggal di bedeng dekat stasiun bersama beberap teman. Malam hari dia menjajakan tubuhnya yang kurus dan kuyu. Narkoba dan beban hidup berat ternyata telah mengambil semua keindahan tubuh Nisa. Iman sampai hampir gagal mengenali. Tapi dari suaranya dan detak jantungnya yang berdetak lebih cepat, Iman meyakini itu Nisa.

Kahadiran Iman mengejutkan Nisa. Ada secerah kebahagiaan dimata Nisa ketika pertama bertemu Iman.
Demikian pula Iman.... Senyum kebahagian muncul.
Iman menyatakan keperluannya menemui Nisa dan menyampaikan pesan Sang Ibu.
"Mas Iman.... Nisa bukan orang baik. Nisa sudah senang Mas Iman mau repot datang kesini. Terima kasih atas tawarannya, tapi biarlah Nisa disini bersama teman-teman disini" Nisa enggan menerima kebaikan yang ditawarkan Iman.
Berdebatan muncul. Nisa tidak berhasil dibujuk Iman untuk menerima ajakan Iman, seperti dibawa ke dokter dan menerima uang untuk makan.
Ada rasa bersalah yang besar dalam diri Nisa. Rasa bersalah itu begitu besar sehingga dia merasa tidak pantas menerima kebaikan dari Iman, seseorang yang telah dia hancurkan. Rasa bersalah Nisa itu bisa dirasakan Iman dan dia tidak tahu bagaimana dia menyelesaikan itu.

Dengan sedih Iman keluar dari bedeng Nisa. Dalam kegalauan itu Iman menelponku.

Iman menjelaskan situasinya dan minta saranku menyelesaikan masalah ini.
Aku terkejut pada awalnya mendengar perkembangan ini. Aku tahu... dalam kondisi Iman saat ini dia tidak bisa memutuskan apapun karena hatinya sedang diselimuti kegalauan.
"Man.... Apapun yang terjadi... Nisa harus kamu bawa keluar dari bedeng itu. Bujuk lagi. Kalau gagal bujuk lagi. kalau gagal bujuk lagi. Kalau masih gagal cari polisi atau satpol PP untuk menangkap Nisa dan bawa Nisa ke rumah sakit" aku mencoba memberi alternative penyelesaian menghadapi situasi Iman.
Aku menambahkan lagi sebeum Iman berbicara "Kalau kamu tidak bisa menyelesaikan masalah sederhana ini.... Kamu berhenti saja jadi pengusaha".
"Iya Mas... makasih" Iman menjawab singkat dan mematikan telpon.

Iman kembali ke bedeng dan membujuk lagi Nisa untuk mau dibawa kerumah sakit. Setelah usaha untuk membujuk tidak akan berhasil, Iman mengancam kalau Nisa tidak mau dibawa ke rumah sakit, dia akan membawa polisi atau satpol PP ke lokasi itu.

Rupanya kata polisi dan satpol PP begitu menakutkan mereka. mereka tahu persis bahwa Iman mampu membawa polisi atau satpol PP atau keduanya sekaligus.
Kegaduhan di antara teman-teman Nisa akhirnya memaksa Nisa mau dibawa kerumah sakit.
"Setelah kamu sembuh dan sehat.... kamu kupersilahkan kembali kesini. Tapi sementara itu... biarkan aku menjalankan permintaan Ibuku" Iman mencoba memberi pengertai pada Nisa.

Iman memilih rumah sakit terbaik di kota tegal dan menempatkan Nisa di ruangan terbaik di rumah sakit itu.

Malam itu setelah mengabari Ibunya, Iman tidur di rumah sakit menjaga Nisa.
Kesehatan Nisa ternyata sangat buruk. Dari penyakit kulit, panu dan  kadas. Herpes. Luka di alat kelamin. Pneumonia dan beberapa penyakit lainnya.
Tubuhnya yang kotor dan yang terberat jiwanya yang kosong.
Beberapa hari di rumah sakit. Iman libur bekerja dan menunggu Nisa sampai sembuh. Membawakan majalah dan menemani Nisa ngobrol di rumah sakit karena kebosanan dan kegelisahan, mulai muncul dari sikap Nisa.
"Kenapa Mas melakukan hal ini...."
"Aku menuruti permintaan Ibu."
"Kenapa Mas mau menruti Ibu?"
"Kalau bukan aku.... Siapa yang akan melakukan hal ini?" Iman berbicara sambil memegang jemri Nisa.
Dilihatnya penderitaan kekasih hatinya dengan rasa tidak rela. Ingin sekali menangis, tapi disadarinya itu hanya akan memperburuk keadaan. Iman hanya tersenyum.
Nisa masih memerlukan operasi plastik untuk mengobati luka di alat kelamin dan itu rencananya akana dibawa ke Semarang atau Jakarta.

Jakarta di rumah sakit Medistra menjadi pilihan Iman untuk menjalankan operasi plastik bagi Nisa. Aku menyempatkan diri menjemput mereka di stasiun dan mengantar mereka ke Medistra.

Dengan berseloroh aku berkata.... "Jadi kalian akan rujuk?" dan mereka terdiam semua.
"Kalian sebaiknya sekalian memeriksakan diri di Medistra. Mereka punya ahli kandungan bagus" aku mencoba memberi saran bagi mereka.
"Kurasa itu baik bagi kalian.... Paling tidak kalian tahu pendapat ahlinya kenapa kalian tidak memiliki anak. Dan semoga setelah tahu sebabnya kalian tidak saling menyalahkan kenapa tidak punya anak" hal ini kutekankan karena Nisa selam ini menuduh Iman adalah biang keladi kenapa mereka gagal memiliki anak.

Dalam evaluasinya dokter menyatakan ada kelainan di rahim dan itu memerlukan operasi. Hal itu akhirnya menjawab pertanyaan kenapa Nisa tidak bisa hamil.

Setelah seminggu di rumah sakit. Kondisi Nisa mulai pulih.
Aku menjemput mereka dan mengantar mereka ke Hotel. Sebelum ke hotel mereka kuajak ke Mall. Makan makanan mall dan Nisa kuminta belanja baju dan pergi ke salon. Kusampaikan pada penjaganya "Tolong buat Ibu ini secantik kamu bisa..... Dia mau pentas di TV" lelucon sederhana membuat mereka berdua tesenyum.
Menunggu Nisa di Salon kami pergi minum kopi dan ngobrol kesana kemari. Selepas dari salon, kami menemani Nisa berbelanja baju.
Dengan sabar dan telaten kulihat Iman menemani mantan istrinya berbelanja baju.
Sepulang dari mall kondisi Nisa benar-benar jauh berbeda. Kecantikan alami muncul dari wajah dan keceriaan mulai tumbuh, Kalau ada perubahan dalam diri Nisa dari pertama dulu kami bertemu adalah Nisa sekarang jauh lebih pendiam.

Nisa dan Iman pulang ke Pekalongan. Sang Ibu begitu gembira bisa kembali melihat Nisa dalam kondisi sehat dan baik. Tidak disentuh sama sekali tentang hal-hal buruk yang Nisa pernah lakukan.

Rumah itu kembali memancarkan cinta dan keceriaan. Anak yang hilang itu akhirnya kembali lagi.
Rasa syukur sang Ibu diperlihatkan dengan cara melayani Nisa sebaik mungkin, bahkan secara berlebihan. Air mata Iman menetes melihat betapa kasih Ibunya pada Nisa. Diperlakukan Nisa seperti seorang anak yang hilang dan kembali lagi.
Nisa tidak pernah keluar rumah. Dia memilih untuk beraktivitas sepanjang hari didalam rumah. Membantu sang Ibu dan tidak mau terlihat oleh siapapun.

Bagaimana ceritanya, aku tidak tahu. Tapi akhirnya keduanya bersepakat berencana rujuk.

Cinta selalu lebih kuat dari dendam dan cinta selalu mempererat hubungan. Begitu kuatnya cinta mereka, mampu menghilangkan luka dalam yang ditinggalkan karena perceraian.
Rencana rujuk ternyata tidak semulus harapan mereka. Surat cerai diperlukan karena Nisa terikat perkawinan dengan suami keduanya.
Hal ini mendorong Iman menelponnku untuk menyelesaikan masalah ini.
Aku jawab "beres". Siapkan saja perkawinan kalian dan rencana masa depan kalian.
Secara singkat aku menemui suami kedua Nisa. Dengan bahasa persahabatan kusampaikan keperluanku "Aku mau kamu ceraikan Nisa dan itu harus selesai dalam sebulan atau lebih cepat. Kalau berhasil kamu kukasih uang, kalau tidak berhasil kamu setiap hari akan kugebuki. kamu memilih mana?' diplomasi singkat dan jelas. Dalam tiga minggu ternyata surat cerai itu sudah selesai.

Kini Iman telah memiliki 3 orang anak. Mereka sedang menunggu kelahiran putera mereka yang ke empat.

Salatiga menjadi pilihan mereka untuk hidup rukun dan damai. Iman membuka dua kios alfamart dan membuat sebuah toko kelontong didepan rumah mereka.

Tidak ada kesalahan yang tidak bisa kita maafkan.

Tidak ada luka yang tidak bisa disembuhkan.

https://www.youtube.com/watch?v=VUqX3nzHu48



Tuesday, December 2, 2014

The Moon Represents My Heart

https://www.youtube.com/watch?v=-B5gAczFJps

Hanyu Pinyin

ni wen wo ai ni you duo shen
wo ai ni you ji fen
wo de qing ye zhen
wo de ai ye zhen
yue liang dai biao wo de xin
ni wen wo ai ni you duo shen
wo ai ni you ji fen
wo de qing bu yi
wo de ai bu bian
yue liang dai biao wo de xin
* qing qing de yi ge wen
yi jin da dong wo de xin
shen shen de yi duan qing
jiao wo si nian dao ru jin
* ni wen wo ai ni you duo shen
wo ai ni you ji fen
* ** ni qu xiang yi xiang
ni qu kan yi kan
yue liang dai biao wo de xin
Repeat *
Repeat **

You ask me how deep my love for you is,
How much I really love you…
My affection is real.
My love is real.
The moon represents my heart.
You ask me how deep my love for you is,
How much I really love you…
My affection does not waver,
My love will not change.
The moon represents my heart.
* Just one soft kiss
is enough to move my heart.
A period of time when our affection was deep,
Has made me miss you until now.
* You ask me how deep my love for you is,
How much I really love you.
* ** Go think about it.
Go and have a look [at the moon],
The moon represents my heart.
Repeat *
Repeat **

Tuesday, September 16, 2014

AKU BUTA WARNA

Selepas kuliah S1 di tahun 1996 aku mulai menyadari bahwa diriku buta warna. Dengan istilah kedokteran mereka menyebutku buta warna partial. Kesadaran ini mengakhiri perdebatan kenapa aku sering berdebat tentang warna, kenapa aku gagal memakai baju serasi dan beberapa hal lain yang bisa ditangkap manusia normal.
Aku juga menyadari bahwa ada beberapa hal berbeda tentang kemampuan melihatku dibanding dengan orang lain. Seperti aku menunjuk bunglon dipohon dalam jarak beberapa meter, sementara teman normalku mengalami kesulitan menemukan mahluk yang aku tunjuk. Atau ketika ngebut di tepi pantai, aku bisa melihat dengan jelas tentara berkamlufase sedang berteriap di sepanjang pantai, sementara teman yang lain menabrak beberapa tentara yang sedang berlatih itu.

Ternyata orang buta warna juga memiliki kelebihan dibanding dengan kelompok normal. Aku bisa mencampur warna sesuai dengan yang orang normal inginkan, meski aku berpersepsi berbeda dengan penyebutan warna. Seperti warna kulit manusia, aku mencampur cukup baik seperti layaknya orang normal.
Aku sadar, aku buta warna, aku harus berusah lebih keras untuk menemukan composisi yang sesuai untuk mendapatkan hasil terbaik.

Menurtu Wikipedia, Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu yang disebabkan oleh faktor genetis.
Buta warna merupakan kelainan genetika yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya, kelainan ini sering juga disebut sex linked, karena kelainan ini dibawa oleh kromosom X. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna pada laki-laki dan perempuan. Seorang perempuan terdapat istilah 'pembawa sifat', hal ini menujukkan ada satu kromosom X yang membawa sifat buta warna. Perempuan dengan pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelainan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya, tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tersebut menderita buta warna.


Katanya ini gambar perahu. Saya belum bisa menangkapnya.

Warna adalah kesepakatan. Dimana orang banyak dengan kemampuan panca inderanya mengelompokan warna sesuai kesepakatan mayoritas. Kesepakatan ini tidak berlaku bagi mereka yang diluar kelompok mayoritas. Diluar kesepakatan mayoritas itu disebut tidak normal (berbeda).
Tahukah anda, bahwa orang eskimo memiliki kemampuan membedakan warna putih jauh lebih banyak dari kebanyakan manusia normal? Kemampuan membedakan warna bagi orang Eskimo berarti adalah hidup dan mati. Mereka harus mampu membedakan warna es, air, salju, awan dan beruang kutub. Bisa anda bayangkan andaikata mereka duduk ditumpukan salju yang sesungguhnya adalah beruang kutub.

Menurutku, secara alamiah, seseorang akan menutupi kelemahannya dengan keunggulan lain. Seperti seorang buta, biasanya memiliki kemampuan merasa lebih peka dibanding orang normal.
Seseorang dengan kaki lumpuh memiliki kemampuan tangan lebih kuat dibandingkan mereka yang normal.
Demikian pula orang buta warna, wajar saja kalau mereka memiliki kelebihan penangkapan warna lain dibanding orang normal.
Secara religious kita memandang ini sebagai keadilan Tuhan. Secara alamiah mungkin kita bisa katakan kemampuan beradabtasi atau kemampuan bertahan hidup.

Jadi bagi mereka yang memilik kelainan buta warna. Itu sekedar kelainan, bukan kekurangan. Anda tetap memiliki kelebihan lain dibanding mereka yang tidak buta warna.
Ketika anda menyadari anda berbeda dengan orang lain, anda memiliki kesempatan lebih awal untuk berbenah tentang bagaimana menyusun masa depan anda. Mungkin anda tidak bisa menjadi seorang tentara, tukang listrik atau penjahit baju tetapi kesempatan terbuka lebar untuk menjadi milyuner atau profesi lain yang anda inginkan.


Selamat berjuang para buta warna. Anda hanya berbeda, bukan lemah…..

Wednesday, September 3, 2014

Belajar dari The Avengers

Visi dan misi adalah suatu yang sangat penting dalam suatu usaha, lembaga, organisasi ataupun individu sekalipun.
Tanpa Visi dan Misi mereka tidak bisa berjalan mencapai tujuan. Bisa dibayangkan kalau suatu organisasi berdiri tanpa tujuan? Atau individu hidup tanpa pernah memahami tujuan dan bagaimana semestinya hidup itu dijalani.
pasti hambar dan bergerak tanpa arah dan menjadi gagal.

Visi dan Misi secara sederhana bisa dijelaskan sebagai berikut :
• Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar
dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang
tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh organisasi.

• Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang
ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi
menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukannya, dan bagaimana
melakukannya.

Lalu apa hubungannya dengan The Avengers?

Film ini merupakan sequel dari film Captain America : The First Avenger. Steve Rogers sang superhero dengan julukan Captain America kembali beraksi di film ini tetapi tidak sendirian melainkan bersama 5 superhero lain yaitu Ironman, Thor, Hulk, Hawkeye dan Black Widow.

Bagi yang sudah menonton film Captain America : The First Avenger pasti ingat dengan Kristal berkekuatan gaib bernama Tesseract. Kristal berbentuk kubus itu pada film Captain America digunakan oleh tokoh antagonis yaitu Red Skull sebagai sumber kekuatannya.
Di akhir film Captain America, diceritakan bahwa Captain America berhasil merebut Kristal Tesseract dari Red Skull tetapi pesawatnya jatuh di Antartika. Untung saja Captain America tidak mati tetapi hanya membeku dan bisa dibangkitkan lagi setelah 70 tahun tertidur, sedangkan Kristal Tesseract ditemukan dan disimpan oleh pemerintah Amerika.

Pada film The Avengers ini, diceritakan bahwa Kristal Tesseract digunakan sebagai obyek penelitian oleh salah satu divisi militer Amerika yaitu S.H.I.E.L.D (Supreme Headquarters, International Espionage, Law-Enforcement Division) yang dipimpin oleh Nick Fury.
Celakanya, kekuatan gaib Kristal Tesseract diketahui oleh mahkluk dari Planet Asgard bernama Loki yang berniat jahat yaitu menguasai Planet Bumi.


Walaupun jarak Planet Asgard amat jauh dari Planet Bumi, Loki dengan kekuatan Kristal Tesseract bisa sampai di bumi yaitu di markas S.H.I.E.L.D.
Mahkluk Planet Asgard memang punya kemampuan lebih dibanding manusia bumi sehingga Loki berhasil merebut Kristal Tesseract. Tidak hanya itu, dengan tongkat saktinya, Loki bisa membuat 2 staf andalan S.H.I.E.L.D yaitu Professor Erik Selvig dan Clint Barton menjadi budaknya. Lebih gawat lagi, Loki akan menggunakan kekuatan gaib dari Kristal Tesseract untuk membuka pintu gaib dari Planet Asgard ke Planet Bumi sehingga Loki bisa mendatangkan pasukan tempurnya yang bernama Pasukan Chitauri untuk menyerang Palnet Bumi.

Karena sadar akan menghadapi musuh yang sangat kuat dan sangat membahayakan manusia Bumi, maka Nick Fury sang pimpinan S.H.I.E.L.D membentuk sebuah tim khusus yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang punya kekuatan lebih dibanding manusia biasa atau superhero.
Tim buatan Nick Fury itu diberi nama The Avengers (Para Pembalas) yang anggotanya terdiri dari :
Captain America, nama aslinya adalah Steve Rogers, seorang tentara yang disuntik obat khusus sehingga menjadi tentara super. Dengan pengalaman tempur semasa Perang Dunia II menjadikan Captain America memiliki pengalaman perang dan memimpin.
Dengan wajah tampan memiliki kemampuan luar biasa tetapi kesepian. Dia selalu membayangkan kekasihnya yang tertinggal di masa lalunya. Kebingungan ada pada pikirannya dan dia tidak jelas akan melakukan apa dengan hidupnya.
Tujuan hidupnya menjadi jelas setelah Nick Furry merekrutnya menjadi bagian dari SHIELD.
Ironman, nama aslinya Tony Stark, seorang ilmuwan jenius dan jutawan yang berhasil menciptakan pakaian khusus sehingga membuatnya menjadi superhero.
Pria perlente sangat berkelas ditunjang oleh kekayaanya yang sangat besar. Sikapnya yang semaunya sendiri menjadikan dirinya seseorang yang susah diatur.
Thor, Manusia Planet Asgard dan saudara angkat Loki tetapi tidak seperti Loki, Thor menggunakan kekuatan supernya untuk melindungi Planet Bumi. Thor Punya palu sakti yang bisa menghimpun kekuatan petir.
Hulk, nama aslinya Dr. Bruce Banner, seorang ilmuwan yang terkena ledakan bom gamma hasil ciptaannya sendiri sehingga jika marah, bisa berubah menjadi raksasa hijau berkekuatan sangat dahsyat.
Black Widow, nama aslinya adalah Natasha Romanov seorang agen rahasia dari Rusia. Sebenarnya Black Widow tidak punya kekuatan super tapi punya ketangkasan dan ilmu beladiri yang sangat hebat.

Nick Fury dan The Avengers nya bermarkas di sebuah kapal induk raksasa yang bisa terbang.

Pada awalnya sangat sulit bagi Nick Fury untuk menyatukan kelima superhero itu karena mereka punya ego dan karakter sendiri-sendiri sehingga sempat terjadi duel antara Thor melawan Ironman. Captain America juga hampir berduel dengan Ironman.
Tapi untung akhirnya kelima superhero itu bisa bersatu sehingga bisa menangkap Loki ketika sedang menyerang rakyat Jerman. Tapi apakah Loki yang kekuatannya bagaikan manusia setengah dewa bisa ditangkap semudah itu? Ataukah itu hanya siasat licik dari Loki saja? Nanti saja akan saya ceritakan, karena ada masalah lain yang lebih besar yaitu Kristal Tesseract belum ditemukan.

Tetapi The Avengers akhirnya terpecah belah lagi setelah para superhero tahu tujuan Nick Fury mencari Kristal Tesseract, ternyata Nick Fury akan menggunakan kekuatan gaib dari Kristal Tesseract untuk membuat senjata pemusnah massal yang tentu saja sangat ditentang oleh para superhero yang cinta damai itu.
Keadaan menjadi lebih rumit karena Loki akhirnya menunjukkan siasat liciknya, ternyata Loki membiarkan dirinya ditangkap agar bisa menyusup masuk ke markas The Avengers kemudian membuat kekacauan dengan cara membuat marah Dr. Bruce Banner sehingga ia berubah menjadi Hulk si raksasa hijau yang selalu mengamuk itu.

Siasat licik Loki berhasil karena Dr. Bruce Banner benar-benar marah dan berubah menjadi Hulk kemudian mengamuk di markas The Avengers. Tidak ada yang bisa menandingi kekuatan dahsyat Hulk, akibatnya markas The Avengers rusak parah dan Loki berhasil melarikan diri. Lebih celaka lagi, superhero-superhero The Avengers tercerai-berai.

Keadaan Planet Bumi menjadi sangat genting karena Loki dengan dibantu seorang ilmuwan S.H.I.E.L.D yang berhasil dihipnotis menjadi budaknya yaitu Prof. Erik Selvig berhasil membuka pintu gaib sehingga pasukan Loki yaitu pasukan Chitauri bisa masuk ke Planet Bumi dan melakukan serangan hebat sehingga tentara Planet Bumi tidak mampu menahannya.

Tapi datangnya Pasukan Chitauri justru bisa menyatukan kembali The Avengers karena para superhero nya berdatangan dan saling bahu-membahu bertempur melawan Pasukan Chitauri. Lebih menggembirakan lagi, Black Widow setelah berduel dengan seru melawan Clint Barton berhasil menyadarkan Clint Barton dari hipnotis Loki. Clint Barton kembali berpihak kepada The Avengers bahkan bisa menjadi superhero anggota The Avengers yang baru karena walaupun tidak punya kekuatan super, Clint Harton sangat mahir memanah sehingga dijuluki sebagai Hawkeye.

Dengan kekuatan supernya, para superhero The Avengers dibawah pimpinan Captain Amerika bisa menahan Loki dan Pasukan Chitaurinya. Tetapi perjuangan The Avengers bisa sia-sia jika portal Planet Asgard ke Planet Bumi tetap terbuka dan pasukan Chitauri tetap bisa berdatangan. Satu-satunya cara mengatasi masalah adalah menutup pintu masuk Planet Asgard ke Planet Bumi dan hal itu tidaklah mudah karena sumber kekuatannya yaitu Kristal Tesseract benar-benar punya kekuatan sangat dahsyat sehingga para superhero The Avengers tidak mampu mengatasinya.

Masalah bisa selesai dengan cara yang tak diduga-duga karena pintu gaib Planet Asgard bisa ditutup justru karena ada salah satu anak buah Nick Fury yang berkhianat dengan cara menembakkan peluru kendali berkekuatan nuklir ke Amerika yang kekuatan ledakannya bisa menghancurkan seluruh Amerika.
Dengan kekuatan super baju tempurnya, Ironman bisa membelokkan arah bom nuklir itu ke pintu gaib Planet Asgard sehingga ledakannya bisa menutup pintu gaib itu.

Dengan tertutupnya pintu gaib Planet Asgard, hilanglah kekuatan pasukan Chitauri sehingga bisa dikalahkan dengan mudah dan Loki bisa ditangkap beserta Kristal Tesseract. Agar Kristal Tesseract tidak disalahgunakan lagi, Thor membawa kembali Kristal Tesseract ke Planet Asgard bersama Loki yang sudah menjadi tawanan.

Menyatukan para super hero dengan latar belakang yang berbeda itu sangat sulit. Ada yang sangat cerdas, ada yang sangat kuat, ada yang merasa keturunan dewa.

Kita belajar bagaimana kekacauan terjadi karena ketika setiap orang tidak memiliki Visi dan Misi yang sama. Para super hero pada mulanya berpikir mereka bergabung untuk melawan Loki. Setelah mereka menyadari bahwa pimpinan mereka Nick Furry memiliki agenda tersembunyi para anggota team terpecah.

Captain America berhasil menyatukan segala perbedaan dan Visi Misi masing-masing individu menjadi visi misi bersama.
Dengan kemampuan menyatukan orang-orang kuat itulah kelebihan Captain America yang patut kita acungi jempol. Bagaiman dia bisa menyatukan semua perbedaan untuk menuju satu tujuan bersama, satu kepentingan bersama.

Saturday, August 9, 2014

Selalu Bersyukur Dalam Kelemahan Kita

Banyak hal kita lalui dalam hidup.
Tidak semua seperti kita rencanakan.
Tidak semua seperti kita harapkan.
Tapi semua indah dalam syukur.

Pacobaning Urip
vokal : Novita
Ciptaan : Ndaru Breng


Kok koyo ngene abot sanggane
Yen lagi dadi wong ora nduwe
Tak rewangi bendino nyambut gawe rekoso
Nanging kayane ra sepiro
Tansah nelongso rasane atiku
Yen aku kelingan marang sliramu
Wis semono suwene anggonku mikir kowe
Tansah agawe bingung atiku

Rino klawan wengi aku tansah memuji
Memuji marang kersane gusti
Mugo kang kuwoso enggal maringi margo
Kowe lan aku biso urip mulyo

http://www.youtube.com/watch?v=_743PDYwo-M

Motor kenangan
Tetap Bangga
Tukang Ojek

Saturday, July 12, 2014

WAKTUNYA COBLOSAN 1

Seperti saya duga sebelumnya, hasil pemilihan umum akan menghasilkan selisih lebih dari 5% untuk kemenangan Jokowi.
Meski pada saat tulisan ini dibuat team Prabowo belum mengakui kekalahan berdasarkan laporan quick count. Tapi kemenangan Jokowi adalah keniscayaan.
Belajar dari Fauszi Bowo, saya tahu bahwa team sukses sangat berpengaruh pada keberhasilan seorang kandidat. Team sukses adalah penentu yang sangat menentukan. Kegagalan team sukses Fauzi Bowo dengan kampanye bodohnya menyebabkan kekalahan telak pada Fauzi Bowo. Andai waktu itu Fauzi Bowo tidak berkampanye atau berkampanye ala kadarnya, saya yakin akan menang. Team sukses Fauzi Bowo bekerja dengan sangat buruk. begitu buruk sampai Fauzi Bowo seperti seorang bodoh yang tidak layak untuk dipilih. Fauzi Bowo yang merupakan figur humanis dan cerdas, ditampilkan seperti seorang gila kekuasaan dan bodoh. Sangat disayangkan.
Kepiyawaian team sukses dalam mengelola kampanye bisa memberikan perbedaan sangat dominan.

Kalau boleh saya rinci faktor penentu kesuksesan seorang candidat adalah sebagai berikut :
Figur calon 20%
Team Sukses 20%
Daerah pemilihan 40%
Faktor X 20% (Perilaku competiror, aturan, cuaca, kejadian luar biasa dan faktor lain yang tidak bisa di maintain).

Figur calon. Kalau kita melihat figur kedua calon presiden yang bertarung, bisa dikatakan berimbang. Bisa dikatakan mereka masing-masing memiliki keunggulan. Mereka berdua berbeda, sangat berbeda dan keduanya bisa dijual. Andai boleh diturunkan dalam angka perkiraan saya Jokowi 49.09% Prabowo 50,01 tipis sekali.

Team Sukses. Kedua team sebenarnya diisi oleh orang-orang pintar. Tapi abgaimana mereka bekerja bisa dilihat bahwa team Jokowi lebih unggul, jauh lebih baik. Kalau secara angka Team Jokowi 70% dan Prabowo 30%.

Daerah pemilihan. Bisa dikatakan kedua kandidat berimbang. Yang satu unggul di daerah X yang lain unggul didaerah Y dan berimbang didaerah P.

Faktor X. Bisa dikatakan bahwa faktor X berpihak pada kubu Prabowo. Andai diangkakan Prabowo 60% dan Jokowi 40%.

Memperkirakan hasil sebagai turunan dari matematika yang meruakan ilmu pasti, semestinya menjadi acuan tiap candidat.
Dengan presentase diatas seorang candidat bisa mengalokasikan sumber dayanya secara lebih baik.

Sunday, July 6, 2014

WAKTUNYA COBLOSAN

Pesta demokrasi sebenarnya adalah ketika kita memilih President. Ketika kita memilih siapa yang akan memimpin kita, siapa yang akan melindungi kita, siapa yang akan menjadi panutan kita. Siapa yang akan menentukan apakah besok negara ini akan lebih baik atau akan menjadi lebih buruk.
Banyak harapan kita letakan pada pundak Presiden sebagai pemimpin kita.

Fungsi presiden sendiri sangat sentral di negara ini. bahkan kita. Bisa dikatakan apakah besok anak kita bisa melanjutkan sekolah atau tidak. Apakah besok Ibu akan masak tempe, ikan asin atau ayam goreng utuh atau mungkin tidak ada lauk sama sekali.
Apakah kita mati di teras rumah sakit karena terinfeksi jarum suntik bekas karena  perawatan medis tidak memadai, ataukah kita bisa mati dengan tenang di atas kasur rumah sakit yang bersih dengan peraawatan memadai.
Akankah kita dikubur dengan tenang tanpa takut digusur atau kita harus memilih dikremasi dan dibuang kelaut karena tanah kuburan digunakan untuk mall.
Atau kalau kita bicara serius..... Akankah Presiden baru akan membuat kita lebih makmur.
Apakah Presiden esok akan membuat harkat martabat kita semakin baik.
Akankah presiden kita menjaga martabat kita sebagai bangsa ketika kita dihina orang Malaysia. Ataukah kita berani tegas ketika Australia menyadap dan mengganggu kedaulatan kita.
Akankah Presiden esok membela petani dengan memperlakukan mereka dengan adil.








Saat ini tersedia 2 calon untuk dipilih.



Saya tidak akan terlalu berharap bahwa mereka akan melaksanakan janji-janji mereka, keduanya memiliki rencana-rencana bagus untuk Indonesia.
Dan mari kita anggap saja janji mereka omong kosong. Cuma promosi agar mereka dipilih.

Masukan dan prediksi saya (Saya belajar meramal dan mempridiksi sejak lama).
Kalau saya boleh memberi masukan pada Prabowo Hata, visinya terlalu absurd / rancu. Banyak slogan-slogan mereka buat yang sebenarnya malah membuat mereka tidak fokus. Misalnya, Macan Asia, Selamatkan Indonesia, Semangat Baru Indonesia Raya, Garuda Didadaku, Kerja Nyata Indonesia Raya dan lain-lain.
Belum lagi ditambah gambar Garuda Merah yang saya sendiri tidak tahu arti dan maksudnya.
Tidak ada yang jelek dengan slogan itu, tapi jadi bingung. Terlalu banyak slogan.
Disisi lain Jokowi JK slogannya lebih sedikit, Jokowi Jk adalah kita, Indonesia Hebat.... Apalagi ya?? Ndak ingat. Tapi lebih sedikit dibanding Prabowo Hata.

Kegagalan Prabowo Hata didepan mata. Kegagalan team sukses untuk menjual Prabowo. Team sukses Prabowo adalah yang paling bertanggung jawab atas kegagalan usaha panjang Prabowo menjadi Presiden.

Andaikata saya jadi team sukses Prabowo, saya akan pilih moto, "Macan Asia".... Bagus dan menjual. Perbaiki image, tidak perlu menjelek-jelekan capres lain. Karena Prabowo sudah sexy untuk seorang Presiden. Usaha lainnya cukup bagus, merangkul semua orang dan memberi janji apa saja kepada tiap golongan.

Menurut prediksi saya. Jokowi akan menang mudah, diatas 5%.
Pertama dan yang utama karena team sukses Jokowi bekerja lebih baik.

Siapapun Presidennya, Rakyat Indonesia Adalah Pemenangnya.




Monday, June 23, 2014

Kemiskinan dan dosa.



Andaikata kehidupan dilihat dari pandangan kemampuan ekonomi. Untuk menyederhanakan, kita bisa mengkatagorikan dalam 3 (tiga) kategori yaitu kaya, berkecukupan dan miskin.
Kita bisa mengkatagorikan lebih luas dengan misalanya miskin adalah yang berpenghasilan dibawah pendapatan perkapita rata-rata, berkecukupan adalah yang berpenghasilan disekitar pendapatan perkapita dan kaya adalah mereka yang berpenghasilan diatas pendapatan perkapita.

Setiap orang berhak menjadi kaya dan kesempatan menjadi kaya tiap orang adalah sama. menjadi kaya tidak harus ganteng. Lihatlah Tukul Arawana (Beribu maaf), secara tampang tidak ganteng sama sekali tetapi dengan kemampuannya beliau berhasil menjadikan dirinya sebagai sesuatu yang layak untuk dijual dengan harga tinggi.
Menjadi kaya tidak harus pintar, banyak orang kaya yang saya temui tidaklah pintar. Rata-rata bahakan ada yang bodoh (tidak intelek).
Lalu bagaimana dengan menjadi berkecukupan? Tentulah syarat diatas tetap berlaku. Hanya mungkin lebih sederhana.
Lalu pertanyaannya kenapa seseorang miskin?
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:

  1. Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan. Perilaku negative seperti malas.
  2. Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
  3. Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
  4. Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.
  5. Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Kemiskinan menyebabkan seseorang terbatas aksesnya pada fasilitas kesehatan pendiikan dan fasilitas lain. Dengan terbatasnya mereka menggunakan akses-akses tersebut pada gilirannya akan menjadikan mereka tetap misikin. hal ini seperti lingkaran setan, sebuah lingkaran kemiskinan.
Orang miskin akan melahirkan anak-anak yang jauh dari fasilitas-fasilitas yang mereka butuhkan untuk berkembang. Anak-anak tersebut dibesarkan di lingkungan yang kurang layak untuk berkembang. Mereka mendapatkan gizi kurang dibanding dengan mereka yang memiliki status ekonomi lebih baik.
Secara alami anak-anak tersebut aka memiliki masa depan lebih buruk dibanding dengan anak-anak yang mendapatkan fasilitas lebih baik.

Ketika si miskin menyadari mereka harus keluar dari lingkungan miskin yang memiskinkannya, mereka dihadakan pada realita. tidak ada modal dasar seperti pendidikan yang layak atau modal ekonomi yang tidak mereka miliki karena mereka miskin.
Hal ini tentu saja menyebabkan mereka yang lahir dari lingkungan lebih baik memiliki kemampuan lebih karena mendapatkan gizi yang lebih baik serta pendidikan lebih memadai.
Perjuangan mendapatkan kemampuan lebih dilakukan untuk mendapatkan penghidupan lebih layak.

Berusaha keras untuk mendapatkan sumber ekonomi yang layak adalah hal yang patut diperjuangkan. Dengan berhasil mendapatkan sumber ekonomi lebih baik, seseorang bisa mensejahterakan dirinya dan lingkungannya. Dengan menjadi sejahtera seseorang bisa memakmuran dirinya dan lingkungannya. Bisa menyekolahkan anaknya lebih tinggi, bisa mendapatkan akses kesehatan lebih baik. Secara moral menjadi kaya sejahtera adalah sebuah keharusan.

Kemiskinan memiliki banyak sisi buruk. Kemisikinan mendorong beberapa orang berbuat tidak semestinya dengan melanggar norma sosial, hukum dan agama.
Secara sosial bila mereka melangar akan dikucilkan.
Secara hukum kalau melanggar akan berhadapan dengan penegak hukum.
Secara agama mereka bila melanggar akan mendapatkan dosa.

Beberapa orang memang memilih hidup miskin. Beberapa orang menjadi miskin karena tidak bersedia bekerja lebih keras. Ada pula orang menjadi miskin karena sial.

Menjadi lebih sejahtera akan menyebabkan seseorang mampu berbagi kesehjaterannya pada orang lain. Dan ini adalah amal. Menjadi miskin mendorong sesorang untuk melanggara norma-norma yang berlaku di masyarakat. Hal ini pada padangan agama disebut dosa.
Bekerja adalah ibadah. Mati karena bekerja adalah sorga.

Bisa kita bayangkan seseorang yang hidup miskin. Tidak kuat menahan siksa kemiskinnaya dan kemudian menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Untuk makan saja sudah sulit, apalagi untuk pergi ketempat hiburan.
Penderitaan yang berkepanjangan selagi dia hidup. Ketika mati dia tidak cukup berbuat baik pada sesamanya tetapi banyak kejahatan dan penderitaan yang ditimbulkan pada lingkungannya karena imbas kemiskinnya.
Mungkin dia akan menderita di dunia dan akherat.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kita harus mensehajterakan diri kita sendiri dan lingkungan kita. Dengan hidup lebih sejatera lebih terbuka peluang kita untuk berbuat amal kebajikan.
Dengan kondisi miskin akan mendorong seseorang berbuat tidak baik yang berujung pada dosa.


Minta Cium

Istri : Mas minta cium dong....
Aku : Males ah.... Kamu belum mandi.
Mulai lah istri ndesel-ndesel Wall E.
Istri : Lumayan...
Aku : Haduuuuh.....





HARUS KUAT

Kalian harus kuat. Agar kamu bisa menolong dirimu sendiri. Membantu orang lain yang membutuhkan. Hiduplah sederhana karena kalian memil...