Seperti saya duga sebelumnya, hasil pemilihan umum akan menghasilkan selisih lebih dari 5% untuk kemenangan Jokowi.
Meski pada saat tulisan ini dibuat team Prabowo belum mengakui kekalahan berdasarkan laporan quick count. Tapi kemenangan Jokowi adalah keniscayaan.
Belajar dari Fauszi Bowo, saya tahu bahwa team sukses sangat berpengaruh pada keberhasilan seorang kandidat. Team sukses adalah penentu yang sangat menentukan. Kegagalan team sukses Fauzi Bowo dengan kampanye bodohnya menyebabkan kekalahan telak pada Fauzi Bowo. Andai waktu itu Fauzi Bowo tidak berkampanye atau berkampanye ala kadarnya, saya yakin akan menang. Team sukses Fauzi Bowo bekerja dengan sangat buruk. begitu buruk sampai Fauzi Bowo seperti seorang bodoh yang tidak layak untuk dipilih. Fauzi Bowo yang merupakan figur humanis dan cerdas, ditampilkan seperti seorang gila kekuasaan dan bodoh. Sangat disayangkan.
Kepiyawaian team sukses dalam mengelola kampanye bisa memberikan perbedaan sangat dominan.
Kalau boleh saya rinci faktor penentu kesuksesan seorang candidat adalah sebagai berikut :
Figur calon 20%
Team Sukses 20%
Daerah pemilihan 40%
Faktor X 20% (Perilaku competiror, aturan, cuaca, kejadian luar biasa dan faktor lain yang tidak bisa di maintain).
Figur calon. Kalau kita melihat figur kedua calon presiden yang bertarung, bisa dikatakan berimbang. Bisa dikatakan mereka masing-masing memiliki keunggulan. Mereka berdua berbeda, sangat berbeda dan keduanya bisa dijual. Andai boleh diturunkan dalam angka perkiraan saya Jokowi 49.09% Prabowo 50,01 tipis sekali.
Team Sukses. Kedua team sebenarnya diisi oleh orang-orang pintar. Tapi abgaimana mereka bekerja bisa dilihat bahwa team Jokowi lebih unggul, jauh lebih baik. Kalau secara angka Team Jokowi 70% dan Prabowo 30%.
Daerah pemilihan. Bisa dikatakan kedua kandidat berimbang. Yang satu unggul di daerah X yang lain unggul didaerah Y dan berimbang didaerah P.
Faktor X. Bisa dikatakan bahwa faktor X berpihak pada kubu Prabowo. Andai diangkakan Prabowo 60% dan Jokowi 40%.
Memperkirakan hasil sebagai turunan dari matematika yang meruakan ilmu pasti, semestinya menjadi acuan tiap candidat.
Dengan presentase diatas seorang candidat bisa mengalokasikan sumber dayanya secara lebih baik.
Saturday, July 12, 2014
Sunday, July 6, 2014
WAKTUNYA COBLOSAN
Pesta demokrasi sebenarnya adalah ketika kita memilih President. Ketika kita memilih siapa yang akan memimpin kita, siapa yang akan melindungi kita, siapa yang akan menjadi panutan kita. Siapa yang akan menentukan apakah besok negara ini akan lebih baik atau akan menjadi lebih buruk.
Banyak harapan kita letakan pada pundak Presiden sebagai pemimpin kita.
Fungsi presiden sendiri sangat sentral di negara ini. bahkan kita. Bisa dikatakan apakah besok anak kita bisa melanjutkan sekolah atau tidak. Apakah besok Ibu akan masak tempe, ikan asin atau ayam goreng utuh atau mungkin tidak ada lauk sama sekali.
Apakah kita mati di teras rumah sakit karena terinfeksi jarum suntik bekas karena perawatan medis tidak memadai, ataukah kita bisa mati dengan tenang di atas kasur rumah sakit yang bersih dengan peraawatan memadai.
Akankah kita dikubur dengan tenang tanpa takut digusur atau kita harus memilih dikremasi dan dibuang kelaut karena tanah kuburan digunakan untuk mall.
Atau kalau kita bicara serius..... Akankah Presiden baru akan membuat kita lebih makmur.
Apakah Presiden esok akan membuat harkat martabat kita semakin baik.
Akankah presiden kita menjaga martabat kita sebagai bangsa ketika kita dihina orang Malaysia. Ataukah kita berani tegas ketika Australia menyadap dan mengganggu kedaulatan kita.
Akankah Presiden esok membela petani dengan memperlakukan mereka dengan adil.


Saat ini tersedia 2 calon untuk dipilih.
Saya tidak akan terlalu berharap bahwa mereka akan melaksanakan janji-janji mereka, keduanya memiliki rencana-rencana bagus untuk Indonesia.
Dan mari kita anggap saja janji mereka omong kosong. Cuma promosi agar mereka dipilih.
Masukan dan prediksi saya (Saya belajar meramal dan mempridiksi sejak lama).
Kalau saya boleh memberi masukan pada Prabowo Hata, visinya terlalu absurd / rancu. Banyak slogan-slogan mereka buat yang sebenarnya malah membuat mereka tidak fokus. Misalnya, Macan Asia, Selamatkan Indonesia, Semangat Baru Indonesia Raya, Garuda Didadaku, Kerja Nyata Indonesia Raya dan lain-lain.
Belum lagi ditambah gambar Garuda Merah yang saya sendiri tidak tahu arti dan maksudnya.
Tidak ada yang jelek dengan slogan itu, tapi jadi bingung. Terlalu banyak slogan.
Disisi lain Jokowi JK slogannya lebih sedikit, Jokowi Jk adalah kita, Indonesia Hebat.... Apalagi ya?? Ndak ingat. Tapi lebih sedikit dibanding Prabowo Hata.
Kegagalan Prabowo Hata didepan mata. Kegagalan team sukses untuk menjual Prabowo. Team sukses Prabowo adalah yang paling bertanggung jawab atas kegagalan usaha panjang Prabowo menjadi Presiden.
Andaikata saya jadi team sukses Prabowo, saya akan pilih moto, "Macan Asia".... Bagus dan menjual. Perbaiki image, tidak perlu menjelek-jelekan capres lain. Karena Prabowo sudah sexy untuk seorang Presiden. Usaha lainnya cukup bagus, merangkul semua orang dan memberi janji apa saja kepada tiap golongan.
Menurut prediksi saya. Jokowi akan menang mudah, diatas 5%.
Pertama dan yang utama karena team sukses Jokowi bekerja lebih baik.
Siapapun Presidennya, Rakyat Indonesia Adalah Pemenangnya.
Banyak harapan kita letakan pada pundak Presiden sebagai pemimpin kita.
Fungsi presiden sendiri sangat sentral di negara ini. bahkan kita. Bisa dikatakan apakah besok anak kita bisa melanjutkan sekolah atau tidak. Apakah besok Ibu akan masak tempe, ikan asin atau ayam goreng utuh atau mungkin tidak ada lauk sama sekali.
Apakah kita mati di teras rumah sakit karena terinfeksi jarum suntik bekas karena perawatan medis tidak memadai, ataukah kita bisa mati dengan tenang di atas kasur rumah sakit yang bersih dengan peraawatan memadai.
Akankah kita dikubur dengan tenang tanpa takut digusur atau kita harus memilih dikremasi dan dibuang kelaut karena tanah kuburan digunakan untuk mall.
Atau kalau kita bicara serius..... Akankah Presiden baru akan membuat kita lebih makmur.
Apakah Presiden esok akan membuat harkat martabat kita semakin baik.
Akankah presiden kita menjaga martabat kita sebagai bangsa ketika kita dihina orang Malaysia. Ataukah kita berani tegas ketika Australia menyadap dan mengganggu kedaulatan kita.
Akankah Presiden esok membela petani dengan memperlakukan mereka dengan adil.


Saat ini tersedia 2 calon untuk dipilih.
Saya tidak akan terlalu berharap bahwa mereka akan melaksanakan janji-janji mereka, keduanya memiliki rencana-rencana bagus untuk Indonesia.
Dan mari kita anggap saja janji mereka omong kosong. Cuma promosi agar mereka dipilih.
Masukan dan prediksi saya (Saya belajar meramal dan mempridiksi sejak lama).
Kalau saya boleh memberi masukan pada Prabowo Hata, visinya terlalu absurd / rancu. Banyak slogan-slogan mereka buat yang sebenarnya malah membuat mereka tidak fokus. Misalnya, Macan Asia, Selamatkan Indonesia, Semangat Baru Indonesia Raya, Garuda Didadaku, Kerja Nyata Indonesia Raya dan lain-lain.
Belum lagi ditambah gambar Garuda Merah yang saya sendiri tidak tahu arti dan maksudnya.
Tidak ada yang jelek dengan slogan itu, tapi jadi bingung. Terlalu banyak slogan.
Disisi lain Jokowi JK slogannya lebih sedikit, Jokowi Jk adalah kita, Indonesia Hebat.... Apalagi ya?? Ndak ingat. Tapi lebih sedikit dibanding Prabowo Hata.
Kegagalan Prabowo Hata didepan mata. Kegagalan team sukses untuk menjual Prabowo. Team sukses Prabowo adalah yang paling bertanggung jawab atas kegagalan usaha panjang Prabowo menjadi Presiden.
Andaikata saya jadi team sukses Prabowo, saya akan pilih moto, "Macan Asia".... Bagus dan menjual. Perbaiki image, tidak perlu menjelek-jelekan capres lain. Karena Prabowo sudah sexy untuk seorang Presiden. Usaha lainnya cukup bagus, merangkul semua orang dan memberi janji apa saja kepada tiap golongan.
Menurut prediksi saya. Jokowi akan menang mudah, diatas 5%.
Pertama dan yang utama karena team sukses Jokowi bekerja lebih baik.
Siapapun Presidennya, Rakyat Indonesia Adalah Pemenangnya.
Monday, June 23, 2014
Kemiskinan dan dosa.
Andaikata kehidupan dilihat dari pandangan kemampuan ekonomi. Untuk menyederhanakan, kita bisa mengkatagorikan dalam 3 (tiga) kategori yaitu kaya, berkecukupan dan miskin.
Kita bisa mengkatagorikan lebih luas dengan misalanya miskin adalah yang berpenghasilan dibawah pendapatan perkapita rata-rata, berkecukupan adalah yang berpenghasilan disekitar pendapatan perkapita dan kaya adalah mereka yang berpenghasilan diatas pendapatan perkapita.
Menjadi kaya tidak harus pintar, banyak orang kaya yang saya temui tidaklah pintar. Rata-rata bahakan ada yang bodoh (tidak intelek).
Lalu bagaimana dengan menjadi berkecukupan? Tentulah syarat diatas tetap berlaku. Hanya mungkin lebih sederhana.
Lalu pertanyaannya kenapa seseorang miskin?
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
- Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan. Perilaku negative seperti malas.
- Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
- Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
- Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.
- Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Kemiskinan menyebabkan seseorang terbatas aksesnya pada fasilitas kesehatan pendiikan dan fasilitas lain. Dengan terbatasnya mereka menggunakan akses-akses tersebut pada gilirannya akan menjadikan mereka tetap misikin. hal ini seperti lingkaran setan, sebuah lingkaran kemiskinan.
Orang miskin akan melahirkan anak-anak yang jauh dari fasilitas-fasilitas yang mereka butuhkan untuk berkembang. Anak-anak tersebut dibesarkan di lingkungan yang kurang layak untuk berkembang. Mereka mendapatkan gizi kurang dibanding dengan mereka yang memiliki status ekonomi lebih baik.
Secara alami anak-anak tersebut aka memiliki masa depan lebih buruk dibanding dengan anak-anak yang mendapatkan fasilitas lebih baik.
Ketika si miskin menyadari mereka harus keluar dari lingkungan miskin yang memiskinkannya, mereka dihadakan pada realita. tidak ada modal dasar seperti pendidikan yang layak atau modal ekonomi yang tidak mereka miliki karena mereka miskin.
Hal ini tentu saja menyebabkan mereka yang lahir dari lingkungan lebih baik memiliki kemampuan lebih karena mendapatkan gizi yang lebih baik serta pendidikan lebih memadai.
Perjuangan mendapatkan kemampuan lebih dilakukan untuk mendapatkan penghidupan lebih layak.
Berusaha keras untuk mendapatkan sumber ekonomi yang layak adalah hal yang patut diperjuangkan. Dengan berhasil mendapatkan sumber ekonomi lebih baik, seseorang bisa mensejahterakan dirinya dan lingkungannya. Dengan menjadi sejahtera seseorang bisa memakmuran dirinya dan lingkungannya. Bisa menyekolahkan anaknya lebih tinggi, bisa mendapatkan akses kesehatan lebih baik. Secara moral menjadi kaya sejahtera adalah sebuah keharusan.
Kemiskinan memiliki banyak sisi buruk. Kemisikinan mendorong beberapa orang berbuat tidak semestinya dengan melanggar norma sosial, hukum dan agama.
Secara sosial bila mereka melangar akan dikucilkan.
Secara hukum kalau melanggar akan berhadapan dengan penegak hukum.
Secara agama mereka bila melanggar akan mendapatkan dosa.
Beberapa orang memang memilih hidup miskin. Beberapa orang menjadi miskin karena tidak bersedia bekerja lebih keras. Ada pula orang menjadi miskin karena sial.
Menjadi lebih sejahtera akan menyebabkan seseorang mampu berbagi kesehjaterannya pada orang lain. Dan ini adalah amal. Menjadi miskin mendorong sesorang untuk melanggara norma-norma yang berlaku di masyarakat. Hal ini pada padangan agama disebut dosa.
Bekerja adalah ibadah. Mati karena bekerja adalah sorga.
Bisa kita bayangkan seseorang yang hidup miskin. Tidak kuat menahan siksa kemiskinnaya dan kemudian menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Untuk makan saja sudah sulit, apalagi untuk pergi ketempat hiburan.
Penderitaan yang berkepanjangan selagi dia hidup. Ketika mati dia tidak cukup berbuat baik pada sesamanya tetapi banyak kejahatan dan penderitaan yang ditimbulkan pada lingkungannya karena imbas kemiskinnya.
Mungkin dia akan menderita di dunia dan akherat.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kita harus mensehajterakan diri kita sendiri dan lingkungan kita. Dengan hidup lebih sejatera lebih terbuka peluang kita untuk berbuat amal kebajikan.
Dengan kondisi miskin akan mendorong seseorang berbuat tidak baik yang berujung pada dosa.
Minta Cium
Monday, March 24, 2014
CACAT PUSAKA PERCERAIAN
Seperti sebuah mainan indah yang mereka miliki,
tiba-tiba direnggut dari tangannya.
Luka teramat dalam ini, akan mempengaruhi
kehidupan mereka dikemudian hari. Cacat pusaka yang terbentuk dari kegagalan
orang tuanya untuk mempertahankan perkawinan, membawa pengaruh besar tidak saja
terhadap anak-anak yang telah Tuhan titipkan bagi mereka untuk dibesarkan
tetapi juga membawa pengaruh besar bagi saudara, orang tua dari pasangan
tersebut.
Kadang perkawinan begitu menyakitkan untuk beberapa orang.
Kadang perkawinan begitu menyakitkan untuk beberapa orang.
Ada beberapa kisah aku pernah dengar dan ada pula
yang aku alami sendiri.
Seorang teman wanita akhirnya harus berpisah
dengan suaminya. Aku tahu sendiri, dia harus mengorbankan mantan pacar yang sebenarnya
juga sangat dia cintai. Mengorbankan juga banyak hal yang dia telah miliki dan
harus relakan untuk memulai dengan seseorang yang dia pilih untuk dinikahi.
Karena suatu alasan yang menurutnya masuk akal
dan terbaik pada saat keputusan itu diambil, akhirnya mereka menikah.
Waktu berlalu dan ketika manisnya perkawinan
berubah menjadi sebuah neraka, mereka memutuskan untuk berpisah.
Sama seperti ketika mereka mulai menikah. Ketika
mereka bercerai alasannya pun masuk akal dan terbaik pada saat keputusan itu
diambil.
Begitulah pernikahan dimulai begitu pulalah itu
diakhiri. Dengan pertimbangan yang sama baiknya, menurut kebenarannya saat itu.
Menurut situasi saat itu.
Tapi bagaimana dengan anak? Apakah dia harus mau
menerima kebenaran orang tuanya saat itu?
Bagaimanakah kehidupan barunya tanpa keluarga
yang semestinya menjadi sandaran hidupnya? Sebuah lahan cinta untuk anak tumbuh
dan berkembang.
Ada luka batin disana, yang akan dibawanya terus
menerus. Akan membuatnya mengambil keputusan-keputusan tanpa kesadaran nya
sendiri. Mungkin istilah cacat pusaka perceraian ini mendorong nya menjadi
manusia tidak utuh.
Pasangan semestinya mempertimbangkan resiko yang akan timbul
sebelum mereka memutuskan untuk bercerai.
Ada sebuah kisah. Tentang seorang istri yang memiliki suami yang
berperilaku buruk. Lebih tepat dikatakan buruk sekali.
Selain suka selingkuh, sang suami rupanya juaga mempunyai tabiat kasar. Memukul istri bukanlah hal pantangan baginya.
Selain suka selingkuh, sang suami rupanya juaga mempunyai tabiat kasar. Memukul istri bukanlah hal pantangan baginya.
Hal ini tidak menjadikan sang istri mengambil langkah untuk
mengajukan gugatan perceraian. Atau meninggalakan suaminya dan kembali pada ayah ibunya. Meski tetangga, saudara, bahkan anak-anak tahu perilaku buruk
tersebut.
Tetangga, teman dan sahabatnya pun telah menyarankan untuk bercerai.
Tetapi si Ibu ini memilih untuk tetap bertahan.
Tetangga, teman dan sahabatnya pun telah menyarankan untuk bercerai.
Tetapi si Ibu ini memilih untuk tetap bertahan.
Ada suatu hal yang menarik, ketika kutanyakan "kenapa tidak mengambil tindakan atas perilaku buruk sang suami?"
Jawabnya sungguh mencengangkan, karena dia orang Katolik, sudah berjanji sehidup semati untuk tidak berpisah. Perceraian adalah suatu yang tabu untuk dibicarakan, dipikirkan apalagi direncanakan.
Yang menarik bagiku, kenapa ketika kutanyakan tentang "mengambil tindakan atas perkawinannya", pikirannya langsung mengarah ke peceraian? (aku ndak mikir
seperti itu).
Kupikir karena setiap orang yang dia temui menyarankan perceraian
sebagai solusi masalah. Jadi pikirannya langsung mengarah pada titik itu.
Dengan mengelus dada kukatakan, bahwa sikapnya salah. Menurutku,
my personal opinion, semestinya dia pergi ke polisi, lembaga perlindungan
wanita atau bantuan-bantuan lain yang memungkinkan.
Menurutku, meski dengan alasan berbeda, perceraian memang bukan
hal yang menjadi bahan pertimbangan penyelesaian masalah. Meskipun bahkan
gereja Katolik pun saat ini lebih terbuka terhadap ide perceraian (Pembatalan
perkawinan) atau istilah apapun. Ide tentang memisahkan seorang istri dengan
suami dan keluarganya adalah bukan ide yang benar.
Bagaimana kalau pihak wanita pergi kekantor polisi? Suami di
penjara. Lalu sadar? Peluang itu tetap selalu ada. Kita harus selalu berpikir
bahwa seperti manusia lain, harus diberi kesempatan kedua.
Bagaimana kalau tidak sembuh juga?? Bagaimana kalau kita beri
kesempatan sampai 7X?? Kukira ide ini perlu dipertimbangkan.
Bagaiamanapun sudah ada kekerasan terjadi disana. Anak-anak telah
diberi tontonan yang tidak semestinya. Menambah dengan tontonan perceraian
bukanlah hal yang baik. Memberi kesempatan sang ayah untuk berubah. Mungkin
suatu hari sang ayah akan meminta maaf seperti yang terjadi di film-film itu.
Bagaimana kita belajar dari hal diatas? Lingkungannya menyarankan
perceraian, sebagai solusi praktis. Sementara sang istri bertahan dengan alasan
religi. Alasan keimanan. Dimana setiap penderitaan akan berbuah manis
dikemudian hari. Sebuah derita yang semestinya memang dia tanggung.
Meski arahnya bukan perceraian alasannya menurutku kurang tepat.
Kotbah kemarin tentang ide perceraian juga. Tentang seorang wanita
yang memiliki suami suka selingkuh. Tentang penderitaanya dan ide perceraian
untuk menyelesaikannya.
Sang istri mengutarakan, dirinya merasa punya hak hidup bahagia
juga. Kebetulan seorang duda yang merupkan teman baiknya mengajak untuk memulai
kehidupan baru.
Pertanyaannya sederhana.
Akankah mereka bisa bahagia?
Berapa persen kemungkinannya mereka bisa berhasil dalam pernikahan keduanya? Sakitkah kegagalan perkawinan pertamanya? Kalau kegagalan itu menyekaitkan, mungkinkah dua orang sakit itu bekerja sama saling mengobati?
Akankah mereka bisa bahagia?
Berapa persen kemungkinannya mereka bisa berhasil dalam pernikahan keduanya? Sakitkah kegagalan perkawinan pertamanya? Kalau kegagalan itu menyekaitkan, mungkinkah dua orang sakit itu bekerja sama saling mengobati?
Akankah mereka bisa bahagia? Tanpa keinginan untuk menghakimi atau
mencoba mendahaului kehendak yang kuasa. Jawabnya “Mungkin”. Karena tidak ada
hal yang tidak mungkin di dunia ini. Kemungkinan berhasil selalu ada.
Kemungkinan gagal juga ada. Tapi kalau mereka belajara dari pengalaman
sebelumnya. Dimana mereka berdua mengawali perkawinan dengan proses pencarian
belahan jiwanya. Setelah berhasil, mereka memutuskan untuk menikah. Memilik
beberapa anak dan kini akan memulai lagi dengan persiapan lebih cepat dan
informasi lebih sedikit.
Berapa persen kemungkinannya mereka bisa berhasil dalam pernikahan
keduanya? Jawabannya matematis sekali. Tiap orang akan memiliki jawaban yang
berbeda. Anggap saja supaya adil 50%, sebuah jawaban matematis yang merupakan
compromi antar mereka yang setuju si wanita bercerai dan memulai kehidupan baru
dengan sang duda.
Sakitkah kegagalan perkawinan pertamanya? Sakit, sakit sekali.
beberapa orang rela mengakhiri hidupnya ketika perkawinannya gagal. Hal ini
mereka lakukan karena mereka sudah tidak sanggup lagi menanggung sakitnya.
Kalau kegagalan itu menyekitkan, mungkinkah dua orang sakit itu
bekerja sama saling mengobati? Coba anda membayangkan. Ketika anda tidak punya
uang, dan datang seseorang meminjam uang pada anda, apa jawabnya?
Mungkin perumpamaan tidak sebanding.
Kalau anda pusing, mungkinkah anda menolong teman anda yang sedang pusing? Mungkin perbandingan ini lebih sebanding.
Lebih baik sembuhkan dulu pusing anda dan setelah itu membantu teman anda yang pusing.
Dua orang memiliki masalah perkawinan. Berkumpul bersama seperti mengumpulkan dua masalah dalam satu atap?
Mungkin perumpamaan tidak sebanding.
Kalau anda pusing, mungkinkah anda menolong teman anda yang sedang pusing? Mungkin perbandingan ini lebih sebanding.
Lebih baik sembuhkan dulu pusing anda dan setelah itu membantu teman anda yang pusing.
Dua orang memiliki masalah perkawinan. Berkumpul bersama seperti mengumpulkan dua masalah dalam satu atap?
Anak adalah area utama yang harus dipikirkan ketika anda berencana
mengakhiri perkawinan.
Tiap orang boleh mengambil keputusan praktis yang menyenangkan
hati dengan cara mengakhiri perkawinan. Bagaimanakah kebahagian yang anda raih
dari hasil perceraian, anak tetap telah menjadi korban.
Jika perceraian akhirnya menjadi sebuah pilihan, langkah untuk
melindungi anak dari bencana ini harus segera diambil.
Banyak contoh dari buah perkawinan yang gagal telah membuahkan
petaka bagi anak-anak.
Anak tidak percaya pada lembaga perkawinan.
Anak tidak lagi percaya tentang kekuatan cinta.
Anak menjadi menderita karena kegagalan bahtera rumah tangga.
Anak menjadi minder karena menjadi berbeda dibanding lingkungannya.
Kesemuanya itu akan membuat cacat pusaka pada sang anak.
Cacat pusaka yang tidak bisa mereka damaikan pada gilirannya membawa mereka menuju jurang kehancuran.
Anak tidak percaya pada lembaga perkawinan.
Anak tidak lagi percaya tentang kekuatan cinta.
Anak menjadi menderita karena kegagalan bahtera rumah tangga.
Anak menjadi minder karena menjadi berbeda dibanding lingkungannya.
Kesemuanya itu akan membuat cacat pusaka pada sang anak.
Cacat pusaka yang tidak bisa mereka damaikan pada gilirannya membawa mereka menuju jurang kehancuran.
Perkawinan bukanlah hal mudah. Menyatukan dua buah mahluk yang
memiliki latar belakang berbeda, kecerdasan berbeda, visi berbeda, kehendak
berbeda, hoby berbeda dan perbedaan lain dalam sebuah atap.
Ketika kita masih remaja, visi kita tentang cinta begitu sederhana. Asal cantik dan ganteng cukup.
Dewasa sedikit cantik dan ganteng ditambah baik.
Tambah dewasa lagi cantik dan ganteng, baik dan punya masa depan.
Dewasa lagi sedikit berubah, bobot bibit bebet.
Visi kita tentang cinta bertambah dengan bertambahnya umur.
Ketika kita tua, kita tetap mencintai pasangan kita. Meski bau, jelek dan setumpuk kejelekan lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Tapi kita tetap cinta. Kenapa?? Terpaksa atau apa?
Jawabannya karena setelah tua, kita menemukan cinta sejati kita pada pasangan kita.
Ketika kita masih remaja, visi kita tentang cinta begitu sederhana. Asal cantik dan ganteng cukup.
Dewasa sedikit cantik dan ganteng ditambah baik.
Tambah dewasa lagi cantik dan ganteng, baik dan punya masa depan.
Dewasa lagi sedikit berubah, bobot bibit bebet.
Visi kita tentang cinta bertambah dengan bertambahnya umur.
Ketika kita tua, kita tetap mencintai pasangan kita. Meski bau, jelek dan setumpuk kejelekan lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Tapi kita tetap cinta. Kenapa?? Terpaksa atau apa?
Jawabannya karena setelah tua, kita menemukan cinta sejati kita pada pasangan kita.
Ada cinta yang menutupi keburukan pasangan kita. Ada cinta yang mengobati rasa sakit. Selalu ada cinta disana yang akan menyatukan perbedaan yang muncul.
Dalam perjalanan waktu, masalah selalu ada. Dari persoalan ekonomi,
perselingkuhan, campur tangan mertua, pandangan politik dan hal lain seperti
layaknya kehidupan akan tetap muncul.
Bukan hal mudah. Tetapi kita orang yang percaya Tuhan, selalu
harus yakin, bahwa selalu ada pertolongan dariNya ketika kita berusaha.
Ingatlah sebuah kisah tentang perkawinan di Kana. Hal pertama yang
dilakukan Tuhan ketika datang ke dunia bukan untuk menghidupkan orang mati,
menyembuhkan orang sakit kusta atau mengajarkan kebajikan.
Hal pertama yang Dia pilih untuk dilakukan adalah "menyelamatkan
perkawinan".
Saturday, March 15, 2014
KENAPA BOHONG
Kadang kita dihadapkan
pada persoalan rumit dan akhirnya kita berpikir, bohong adalah jawaban
terbaiknya. Ini bukan masalah besar.
Ketika dalam situasi
yang tidak rumit dan kita berbohong, ini mesti sebuah masalah besar.
Seseorang pernah
menasehati diriku, sebuah kebohongan akan memerlukan kebohongan lain untuk
menutupinya. Kebohongan baru memerlukan kebohongan lain untuk menutupinya,
begitu terus menerus dan secara tidak sadar akan menjadikanmu seorang pembohong.
Mungkin nasehat diatas
tidak sepenuhnya benar. Itu kalau dilihat dari kebiasaan.
Sebuah ulasan seperti
dilansir Lovepanky. Kenapa seseorang berbohong.
1. Kebiasaan
Berbohong bisa bersumber dari kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Mereka yang memiliki kebiasaan semacam ini lebih suka mengatakan ketidakjujuran ketimbang kebenaran.
2. Malu
Anda berbohong karena ingin menyembunyikan kejelekan atau kekurangan Anda. Ini bisa saja berkaitan dengan hubungan masa lalu Anda dengan sang mantan atau rahasia terdalam Anda yang tidak ingin diketahui siapa-siapa.
3. Tidak ingin menyakiti orang lain
Anda mungkin tidak ingin menyakiti hati pasangan. Anda takut Anda akan mematahkan hatinya dengan mengungkapkan kebenaran padanya.
4. Tidak ingin dihakimi
Beberapa orang tidak ingin membiarkan orang lain tahu rahasia terdalam mereka, yang dapat membuat orang lain menghakimi mereka. Sikap ini kemudian memunculkan keinginan untuk berbohong agar dapat menutupi kekurangan atau rahasia yang disembunyikan.
5. Cara paling mudah
Mengatakan kebenaran sangatlah rumit dan sulit. Dan itu bisa mempengaruhi hidup Anda secara negatif. Alhasil, berbohong menjadi cara termudah untuk mengatasi masalah tersebut.
6. Tidak menghormati diri sendiri
Anda tidak berpikir bahwa Anda memiliki jawaban yang cukup meyakinkan untuk orang lain, sehingga akhirnya Anda berbohong. Ini merupakan tanda bahwa Anda tidak menghormati diri sendiri.
Inilah enam alasan mengapa seseorang akhirnya berbohong pada pasangan atau orang-orang di sekitarnya. Ini menurut Lovepanky.
1. Kebiasaan
Berbohong bisa bersumber dari kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Mereka yang memiliki kebiasaan semacam ini lebih suka mengatakan ketidakjujuran ketimbang kebenaran.
2. Malu
Anda berbohong karena ingin menyembunyikan kejelekan atau kekurangan Anda. Ini bisa saja berkaitan dengan hubungan masa lalu Anda dengan sang mantan atau rahasia terdalam Anda yang tidak ingin diketahui siapa-siapa.
3. Tidak ingin menyakiti orang lain
Anda mungkin tidak ingin menyakiti hati pasangan. Anda takut Anda akan mematahkan hatinya dengan mengungkapkan kebenaran padanya.
4. Tidak ingin dihakimi
Beberapa orang tidak ingin membiarkan orang lain tahu rahasia terdalam mereka, yang dapat membuat orang lain menghakimi mereka. Sikap ini kemudian memunculkan keinginan untuk berbohong agar dapat menutupi kekurangan atau rahasia yang disembunyikan.
5. Cara paling mudah
Mengatakan kebenaran sangatlah rumit dan sulit. Dan itu bisa mempengaruhi hidup Anda secara negatif. Alhasil, berbohong menjadi cara termudah untuk mengatasi masalah tersebut.
6. Tidak menghormati diri sendiri
Anda tidak berpikir bahwa Anda memiliki jawaban yang cukup meyakinkan untuk orang lain, sehingga akhirnya Anda berbohong. Ini merupakan tanda bahwa Anda tidak menghormati diri sendiri.
Inilah enam alasan mengapa seseorang akhirnya berbohong pada pasangan atau orang-orang di sekitarnya. Ini menurut Lovepanky.
Aku lebih suka
mengatakan. Setelah seseorang menjadi dewasa dan mampu bertanggung jawab secara
hukum, alasannya adalah "berbohong karena ada manfaatnya".
Manfaat bagi diri
sendiri atau orang lain.
Faktor Manfaat Bagi
Pembohong
Mengapa Anda mau
berbohong? Salah satunya adalah karena bohong memberikan manfaat kepada Anda,
baik secara langsung maupun tidak. Jikalau berbohong merugikan Anda, kira-kira
apakah Anda mau berbohong? Terdapat beberapa manfaat yang bisa diraih jika
melakukan kebohongan. Kemanfaatan bagi diri si pembohong bisa berupa
kemanfaatan psikis maupun fisik dan material. Mungkin Anda hanya bisa
mendapatkan satu manfaat dari satu kebohongan. Akan tetapi mungkin juga
beberapa manfaat bisa sekaligus Anda dapatkan dari satu kebohongan.
Berikut adalah manfaat-manfaat yang mungkin bisa didapat dari melakukan kebohongan dan menjadi sebab seseorang melakukan kebohongan. Coba Anda ingat-ingat mana yang paling sering Anda lakukan.
Melindungi kepentingan
Menguntungkan kepentingan
Menimbulkan respon emosional tertentu yang diinginkan
Melindungi dari rasa malu, kehilangan muka, atau terlihat buruk
Melindungi dari ketidaksetujuan
Melindungi dari rasa terluka
Melindungi dari kekhawatiran
Melindungi dari konflik
Melindungi dari ketidaknyamanan
Melindungi privasi
Membuat terlihat lebih baik dari yang sebenarnya
Membuat tampak berbeda dari sebenarnya
Mengatur perasaan, emosi dan mood yang dimiliki
Mendapatkan keuntungan personal bagi
Membuat sesuatu lebih mudah atau lebih nyaman
Membantu mendapatkan informasi yang diinginkan
Membantu mendapatkan apa yang diinginkan
Melindungi dari hukuman fisik
Melindungi aset, properti atau harta
Melindungi keamanan
Melindungi dari kehilangan status atau posisi tertentu
Melindungi dari sesuatu yang mengganggu atau yang tak ingin dilakukan
Berikut adalah manfaat-manfaat yang mungkin bisa didapat dari melakukan kebohongan dan menjadi sebab seseorang melakukan kebohongan. Coba Anda ingat-ingat mana yang paling sering Anda lakukan.
Melindungi kepentingan
Menguntungkan kepentingan
Menimbulkan respon emosional tertentu yang diinginkan
Melindungi dari rasa malu, kehilangan muka, atau terlihat buruk
Melindungi dari ketidaksetujuan
Melindungi dari rasa terluka
Melindungi dari kekhawatiran
Melindungi dari konflik
Melindungi dari ketidaknyamanan
Melindungi privasi
Membuat terlihat lebih baik dari yang sebenarnya
Membuat tampak berbeda dari sebenarnya
Mengatur perasaan, emosi dan mood yang dimiliki
Mendapatkan keuntungan personal bagi
Membuat sesuatu lebih mudah atau lebih nyaman
Membantu mendapatkan informasi yang diinginkan
Membantu mendapatkan apa yang diinginkan
Melindungi dari hukuman fisik
Melindungi aset, properti atau harta
Melindungi keamanan
Melindungi dari kehilangan status atau posisi tertentu
Melindungi dari sesuatu yang mengganggu atau yang tak ingin dilakukan
Faktor Manfaat Bagi Orang Lain
Mungkin Anda berbohong
bukan untuk diri Anda tapi untuk orang lain. Misalnya pada saat Anda diminta
teman Anda untuk membohongi pacarnya kalau teman Anda itu sedang bersama Anda,
padahal teman Anda sedang bersama selingkuhannya. Demikian juga saat kakak Anda
dicari-cari preman yang mau menghajar, tentu saja Anda akan lebih suka
berbohong kakak tidak di rumah daripada kakak Anda kena hajar.
Secara rinci, berikut beberapa alasan yang mungkin membuat Anda berbohong demi orang lain.
Melindungi atau meningkatkan keadaan orang lain secara psikologis
Melindungi atau menguntungkan kepentingan orang lain
Melindungi orang lain dari rasa malu, kehilangan muka, atau terlihat buruk
Melindungi orang lain dari ketidaksetujuan atau luka hati,
Melindungi orang lain dari kekhawatiran
Melindungi orang lain dari konflik
Melindungi orang lain dari ketidaknyamanan
Melindungi privasi orang lain
Membuat orang lain terlihat lebih baik dari yang sebenarnya
Membuat orang lain tampak berbeda dari sebenarnya
Mengatur perasaan, emosi dan mood yang dimiliki orang lain
Mendapatkan keuntungan personal bagi orang lain
Membuat sesuatu lebih mudah atau lebih nyaman bagi orang lain
Membantu orang lain mendapatkan informasi yang diinginkan
Membantu orang lain mendapatkan apa yang diinginkan
Melindungi orang lain dari hukuman fisik
Melindungi aset, properti atau harta orang lain
Melindungi keamanan orang lain
Melindungi orang lain dari kehilangan status atau posisi tertentu
Melindungi orang lain dari sesuatu yang mengganggu atau yang tak ingin dilakukan
Secara rinci, berikut beberapa alasan yang mungkin membuat Anda berbohong demi orang lain.
Melindungi atau meningkatkan keadaan orang lain secara psikologis
Melindungi atau menguntungkan kepentingan orang lain
Melindungi orang lain dari rasa malu, kehilangan muka, atau terlihat buruk
Melindungi orang lain dari ketidaksetujuan atau luka hati,
Melindungi orang lain dari kekhawatiran
Melindungi orang lain dari konflik
Melindungi orang lain dari ketidaknyamanan
Melindungi privasi orang lain
Membuat orang lain terlihat lebih baik dari yang sebenarnya
Membuat orang lain tampak berbeda dari sebenarnya
Mengatur perasaan, emosi dan mood yang dimiliki orang lain
Mendapatkan keuntungan personal bagi orang lain
Membuat sesuatu lebih mudah atau lebih nyaman bagi orang lain
Membantu orang lain mendapatkan informasi yang diinginkan
Membantu orang lain mendapatkan apa yang diinginkan
Melindungi orang lain dari hukuman fisik
Melindungi aset, properti atau harta orang lain
Melindungi keamanan orang lain
Melindungi orang lain dari kehilangan status atau posisi tertentu
Melindungi orang lain dari sesuatu yang mengganggu atau yang tak ingin dilakukan
Wowww..... ternyata
rumit juga masalah bohong berbohong.
Aku pernah dibohongi
temanku, pacarku, istriku, rekan kejaku, rekan bisnisku dan anaku juga
pernah.
Dan tentu saja aku
pernah berbohong pada temanku, pacarku, istriku, rekan bisnisku, atasanku
dan anaku juga.
Beberapa kisah menarik.
Aku pernah dibohongi
istriku. Kukira kebohongannya muncul karena ketakutan yang begitu besar yang
bisa mengancam keutuhan perkawinan kami.
Dia berbohong karena
takut, bahwa ketika aku mengetahui kisah sebenarnya aku akan meninggalkannya.
Setelah memahami
situasi. Aku menyimpulkan ini memang sebuah kesalahan. Dan aku tahu persis
ini sebuah kesalahan serius. Tapi aku tahu persis, ini tidak akan membubarkan
perkawinan kami.
Begitu hebatnya
pertengkaran kami, sampai kami memerlukan penasehat perkawinan untuk melewati
ini.
Sebuah nasehat aku
terima, "biarkan saja". Waktu akan menyelesaikan ini semua. Hanya
perlu kesabaran untuk melewatinya.
seperti sebuah bawang,
berlapis lapis seperti bawang. Sebuah sikap defensif muncul.
Setelah waktu berlalu
lama. Setelah muncul keberanian untuk mengungkapkan. Atau setelah aku bosan
memikirkan. Kedamaian mulai muncul diantara kami.
Hal yang paling
menyakitkan adalah bahwa ini makan waktu yang sangat lama. Kadang kupikir,
kenapa tidak langsung diutarakan. Mungkin seseorang, meskipun sadar dirinya
salah, masih memerlukan egonya. Syukurlah sudah berlalu.
Mantan pacar.
Mantan memang memiliki
kebiasaan berbohong. Paling tidak itu kuketahui setelah lama kami berpacaran.
Suatu hari kusadari, ya
biarlah. Toh tidak ada orang sempurna di dunia ini.
Ada sebuah kejadian
dimana dia berkencan dengan selingkuhannya di sebuah hotel sederhana. Tanpa dia
sadari seseorang memergoki dan melaporkan hal ini kepadaku. Ini sebuah
perselingkuhan dan bukan sebuah kebohongan.
Tapi ketika dia datang
kepadaku dan bersikap seolah tidak ada apapun terjadi, itu sebuah kebohongan.
Bahkan ketika aku
memancingnya untuk menceritakan. Sampai suatu hari kusadari, andai dia
mengatakan matahari panas, aku tidak akan mempercayai.
Begitualah sebuah kisah
harus berakhir. Selain suka bohong ternyata mantan juga bukan orang yang
mengagungkan cinta.
Sekali lagi.... Wow....
Aku ingin menceritakan
kisah kebohonganku. Tapi sepertinya tidak akan menarik. Lagian aku sudah mulai
mengantuk.... So ..... Selamat tidur.
Thursday, February 20, 2014
kekuatiran istri derita suami
Hari ini
istri bercerita tentang sakit yang dialami adik ipar. Pembicaraan merembet
tentang anak-anak yang nilainya kurang bagus.
Istri
mulai berpikir tentang suramnya kehidupan dan kekuatiran dengan masa depan
anak-anak kami.
Kupikir, kami telah berusaha terbaik untuk anak-anak kami. Kuyakinkan juga anak-anak akan mengalahkan Bapaknya, karena kita memang telah mengajarakan pada mereka bagaimana cara mengalahkan Bapaknya.
Percayakah, bahwa 92 persen kekuatiran tidak pernah menjadi nyata (Norman Vincent Peale) dan kukira dia sudah melakukan penelitian mendalam tentang hal ini. Kalau menurut temanku sekitar 95% persen tidak pernah menjadi nyata. Kalau menurutku.... ndak usah kuatir.... jadi tidak akan pernah muncul sesuatu yang kita kuatirkan.
Untuk membuatnya kuat maka kuberikan padanya kutipan ini :
Kekuatiran
dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.
Janganlah
kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal
keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai
sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu
dalam Kristus Yesus.
Karena itu
rendahkalah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya
pada waktunya.Serahkanlah segala kekuatiran kepada-Nya sebab Ia yang memelihara
kamu.
Yesus
berkata kepada murid-muridNya: "Karena itu aku berkata kepadamu :
Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah
kuatir akan pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup itu
lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian.
Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak
mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa
jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! Siapakah di anatara kamu yang karena
kekuatirannya dapat menambahkan sehasta ( satu jam) pada jalan hidupnya? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup
membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?
Mengapa
engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada
Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku!
Percayalah
kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu
sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan
jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan
tulang-tulangmu."
Demikianlah
juga roh membantu kita dalam kelemahan kita: sebab kita tidak tahu, bagaimana
seharusnya harus berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tak
terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu,
yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang
terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Allahku
akan memenuhi segala keperluanku menurut kekayaaan dan kemuliaanNyadalam
Kristus Yesus."
Rasul
Paulus menemukan kekuatannya dalam Tuhan, ia menyaksikannya sebagai berikut:
Aku lebih
banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara ; didera di luar batas;
kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali
empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari
batu , tiga kali mengalami karam kapal. Sehari semalam aku terkatung-katung di
tengah-tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan
bahay penyamu, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang
bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut,
dan bahay dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan
bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapardan dahaga; kerap kali aku
berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan dengan tidak menyebut hal lainlagi,
urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Jika ada
orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah ? Jika ada orang
tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita. Jika aku harus bermegah, maka
aku akan bermegah atas kelemahanku,?etapi jawab Tuhan kepadaku:"Cukuplah
kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahankulah kuasa-Ku menjadi
sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku supaya
kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam
kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan di
dalam kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah maka aku kuat."
Sebab itu
dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah penolongku aku tidak akan
takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"
Tuesday, January 28, 2014
Kekasih
Dimana... di masa kiniCinta putih susah dicariTanyakan hatimuLupakan egomuJangan biarkan kasih berlalu
Mengapa... kau pergi lagiMeninggalkan kasih sendiriTiada alasanJuga tiada pesanKau tegaOh sungguh kau tega
Reff :Jangan sampai kau terlenaSeperti diriku yang duluJangan biarkan dia pergiNanti kau yang menyesal juaDia irama hidupmuMohon maaf kembali padanya
Kekasih... tiada duanyaJangan sia siakan diaKharisma cintanyaSuci tak bernodaYang didambakanSemua insan
Black Valentine
Mengapa... kau pergi lagiMeninggalkan kasih sendiriTiada alasanJuga tiada pesanKau tegaOh sungguh kau tega
Reff :Jangan sampai kau terlenaSeperti diriku yang duluJangan biarkan dia pergiNanti kau yang menyesal juaDia irama hidupmuMohon maaf kembali padanya
Kekasih... tiada duanyaJangan sia siakan diaKharisma cintanyaSuci tak bernodaYang didambakanSemua insan
Black Valentine
Thursday, January 9, 2014
E L A N G
Alkisah ada sepasang
elang yang dimabuk asmara.
Ketika waktunya tiba,
mereka membangun sarangnya diatas rumah petani.
Buah kasih mereka
menghasilkan tiga telur indah bagi mereka.
Ketika sang elang jantan
pergi, datanglah seekor elang pemangsa mendekati rumah petani. Elang pemangsa
memiliki keelokan luar biasa. Dengan bulu putih mengkilat dikepala dia menjadi salah
satu raja di wilayah pegunungan itu. Elang betina itu kagum pada keelokan elang pemangsa.
Pada akhirnya mereka bercengkerama dan tanpa sadar sebuah telur jatuh tepat di
petarangan ayam.
Ketika si elang jantan
datang, sadarlah mereka bahwa sebuah telur mereka telah hilang.
Waktu berlalu dan
tibalah saat telur-telur itu menetas. Telur yang jatuh di petarangan ayam
juga menetas. Anak elang yang tinggal di sarang elang diasuh seperti layaknya
elang. Elang yang jatuh ke petarangan di asuh oleh induk ayam seperi layaknya
seekor ayam.
Setelah lima bulan
berlalu, tibalah saat elang untuk belajar terbang. Dengan kesaharian meliahat ayah dan ibu,
tidak sulit bagi mereka untuk terbang. Akhirnya mereka sekeluarga meninggalkan
rumah petani, terbang tinggi ke pegunungan sebelah barat.
Tidak demikian dengan
anak elang yang diasauh oleh para ayam. Sayap yang lemah menjadikan dia
tidak mampu untuk terbang.
Seperti rekan yang
lain, tiap pagi para ayam keluar dari kandang. Berkokok sekeras dan semampu
mereka untuk membangunkan semesta.
Anak elang itu merasa
bangga dalam kumpulan di pertanian. Dia mampu berkokok paling lantang dan kuat dibanding
teman-teman sesama ayam. Paruh yang tajam membuat teman-temannya menjadikan pemimpin bagi mereka.
Rasa bangga ini
dibawa hingga dewasa. Suatu kebanggan diwilayah pertanian itu.
Suatu hari. Di kala
siang menyengat bumi.
Dikala langit cerah
berwarna biru. Munculah seekor elang. Mulanya dia terbang tinggi. Kemudian
menukik mencoba mengambil ayam yang sedang bermain.
Menyadari bahaya muncul,
seekor ayam jago berkokok lantang memberi tahu tekan-rekannya tentang bahaya
yang muncul. Sepontan ayam-ayam itu berlarian masuk kekandang. Tak terkecuali
elang muda itu.
Di tempat aman, elang
muda itu menatap sang elang yang mengganggu kawanannya dengan ketakjuban. Betapa
besar dan gagah sang elang. Berparuh, berbulu dan bersayap seperti mereka tetapi dengan kharisma yang luar biasa.
Sejak saat itu, sang
elang muda sering menatap langit. Menunggu munculan sang elang. Dari rasa
takut pada mulanya, kini mulai tumbuh kekaguman pada sang elang.
Anak elang muda itu
mulai berkoar dengan suara yang lantang, betapa ingin dia menjadi elang
itu. Tiada hari dilalui dengan suara yang tajam tentang keinginanya
menjadi seekor elang.
Terbang tinggi
mengarungi langit. Melewati gunung menentang angin.
Pada suatu ketika sekumpulan elang muncul lagi di langit. Tidak seperti saat pertama kemunculan, sang
elang hanya terbang di langit, berputar-putar di langit biru.
Para elang itu bercanda
dengan temannya. Beradu kecepatan terbang dan menguji nyali kemampuan mereka
menukik. Suara mereka yang melengking tinggi, menciutkan setiap mahluk yang
mendengar.
Sang elang muda menatap
kagum pada elang-elang itu. Di kayalannya dia adalah salah satu kumpulan itu.
"Ibu.... Apakah
ketika aku besar nanti, bisa seperti elang itu?" tanya elang muda kepada sang induk sambil matanya tetap memandang ke langit dengan kekaguman.
Sang Ibu pun menjawab
"Anakku.... kita adalah ayam. Kita menjalankan takdir kita sperti layaknya
ayam. Kita harus bangun pagi, berkokok selantang mungkin,
membangunkan tuan kita".
Setelah terdiam sejenak
Ibunya menambahi "Menjadi seekor ayam adalah tugas mulia, kita harus
bangga menjadi seekor ayam".
Mata elang muda itu
tetap menatap langit.
Ada pergulatan dalam
diri. Menerima takdir dengan lapang dada atau berlatih terbang seperti
sosok elang yang tengah di kagumi.....
Wednesday, November 6, 2013
Kisah Lucu di Lawu 1
Aku ceritakan suatu cerita lucu. Tidak profesional memang, tapi begitulah kejadiannya.
Pada suatu hari, aku bersama teman-teman sedang melakukan pendakian ke Lawu. Kami serombongan berisi sekitar 5 orang. Aku kurang ingat pasti jumlahnya.
Berangkat dari Cemoro Sewu sekitar jam 08.00 malam.
Perjalanan yang melelahkan malam itu kami akhiri di pos 3 sekitar jam 03.00 pagi.
kami beristirahat di pos, memasak mie dan minuman, makan dan kemudian tidur.
Sekitar jam 09.00 pagi ketika kami sedang sarapan dan bersiapan melanjutkan pendakian. Terdengar teriakan minta tolong dari atas kami.
Segera kami bergegas berlari keatas untuk melihat ada kejadian apa.
Setelah berlari sekitar 100M kulihat seorang pria sedang menggendong seorang wanita dengan dibantu seorang wanita lainnya.
Tampak terlihat si pria keleahan karena menggendong korban dan sang korban terlihat dengan kondisi tidak sadar diri.
Segera kami ambil posisi membantu untuk mengevakuasi korban ke pos 3.
Sesampai di pos 3 kami baringkan korban diatas sebuah matras.
Memeriksanya dan mencoba membantu sebisa kami.
Kondisinya makin memburuk. Nafasnya tidak terasa dan detak jantungnya lemah.
Setelah pembicaraan singkat, kami memutuskan untuk segera mengevakuasinya ke bawah secepat mungkin.
Ketika kami sedang bersiap dengan membuat dragbar darurat, dari kayu hutan dan tali serta sarung dan matras.
Kami mendengar teriakan kalau korban sudah tidak bernafas.
Aku segera mendekati korban dan memeriksanya.
Aku dan temanku sebut saja Aan, memutuskan untuk melakukan resusitasi.
"Aku buat nafas buatan kamu tekan jantungnya" kataku pada Aan. kami memang pernah berlatih untuk menghadapi situasi semacam ini.
"Siap" sahut Aan singkat.
"Aku kasih aba-aba" sahutku lagi.
Kubuka mulutnya dan kudekatkan mulutku ke mulutnya, ada sesuatu yang menghalangiku disana.
"An... aku jantungnya kamu nafasnya" aku meminta Aan untuk ganti posisi.
Aan kemudian mengambil posisi seperti posisiku tadi dan aku menggantikannya.
Aan mendekatkan wajahnya ke korban, membuka mulutnya dan berkata "Ayo segera kita evakuasi kebawah secepatnya saja".
Aku mengangguk dan segera bergegas memindahkan korban ke dragbar.
Segera kami beramai-ramai, bergegas mengevakuasi korban ke bawah. Secara bergantian kami setengah berlari membawa korban turun.
Sesampai pos 1, kami beristirahat dan memeriksa korban.
Peluh kami bercucuran karena menguras tenaga secara berlebihan.
Kami baringkan korban dan memeriksanya. Ternyata kondisinya membaik. Mungkin karena udara yang mulai panas atau tekanan udara yang bertambah membantu korban untuk bernafas,
Setelah cukup istirahat perjalanan kami lanjutkan lagi.
Disautu kesempatan ketika aku dan Aan hanya berdua kutanyan, "Kenapa kamu tidak jadi melakukan nafas buatan?".
"Mulutnya bau banget..."
Ampun deh... dasar pemula....
Pada suatu hari, aku bersama teman-teman sedang melakukan pendakian ke Lawu. Kami serombongan berisi sekitar 5 orang. Aku kurang ingat pasti jumlahnya.
Berangkat dari Cemoro Sewu sekitar jam 08.00 malam.
Perjalanan yang melelahkan malam itu kami akhiri di pos 3 sekitar jam 03.00 pagi.
kami beristirahat di pos, memasak mie dan minuman, makan dan kemudian tidur.
Sekitar jam 09.00 pagi ketika kami sedang sarapan dan bersiapan melanjutkan pendakian. Terdengar teriakan minta tolong dari atas kami.
Segera kami bergegas berlari keatas untuk melihat ada kejadian apa.
Setelah berlari sekitar 100M kulihat seorang pria sedang menggendong seorang wanita dengan dibantu seorang wanita lainnya.
Tampak terlihat si pria keleahan karena menggendong korban dan sang korban terlihat dengan kondisi tidak sadar diri.
Segera kami ambil posisi membantu untuk mengevakuasi korban ke pos 3.
Sesampai di pos 3 kami baringkan korban diatas sebuah matras.
Memeriksanya dan mencoba membantu sebisa kami.
Kondisinya makin memburuk. Nafasnya tidak terasa dan detak jantungnya lemah.
Setelah pembicaraan singkat, kami memutuskan untuk segera mengevakuasinya ke bawah secepat mungkin.
Ketika kami sedang bersiap dengan membuat dragbar darurat, dari kayu hutan dan tali serta sarung dan matras.
Kami mendengar teriakan kalau korban sudah tidak bernafas.
Aku segera mendekati korban dan memeriksanya.
Aku dan temanku sebut saja Aan, memutuskan untuk melakukan resusitasi.
"Aku buat nafas buatan kamu tekan jantungnya" kataku pada Aan. kami memang pernah berlatih untuk menghadapi situasi semacam ini.
"Siap" sahut Aan singkat.
"Aku kasih aba-aba" sahutku lagi.
Kubuka mulutnya dan kudekatkan mulutku ke mulutnya, ada sesuatu yang menghalangiku disana.
"An... aku jantungnya kamu nafasnya" aku meminta Aan untuk ganti posisi.
Aan kemudian mengambil posisi seperti posisiku tadi dan aku menggantikannya.
Aan mendekatkan wajahnya ke korban, membuka mulutnya dan berkata "Ayo segera kita evakuasi kebawah secepatnya saja".
Aku mengangguk dan segera bergegas memindahkan korban ke dragbar.
Segera kami beramai-ramai, bergegas mengevakuasi korban ke bawah. Secara bergantian kami setengah berlari membawa korban turun.
Sesampai pos 1, kami beristirahat dan memeriksa korban.
Peluh kami bercucuran karena menguras tenaga secara berlebihan.
Kami baringkan korban dan memeriksanya. Ternyata kondisinya membaik. Mungkin karena udara yang mulai panas atau tekanan udara yang bertambah membantu korban untuk bernafas,
Setelah cukup istirahat perjalanan kami lanjutkan lagi.
Disautu kesempatan ketika aku dan Aan hanya berdua kutanyan, "Kenapa kamu tidak jadi melakukan nafas buatan?".
"Mulutnya bau banget..."
Ampun deh... dasar pemula....
Thursday, October 24, 2013
Rinduku Pada Tuhan
Tuhan, kurindukan diriMu bagai masa kecilku
Kuingat kedamaian dan kecerian di pangkuanMu
Tiada kecemasan senyumMu mendamaikanku
Tiada kekuatiran pelukMu menentramkanku
Ketika dewasa kutinggalkan diriMu
Mencoba mencari jati diri entah dimana
Aku jauh dari rumahMu
Tapi pelukMu selalu kurindukan
Kucari diriku dan melupakanMu
Iblis datang silih berganti menemani
Tawarkan senyum manis dan keramahan
Mereka bawa aku tuk melupakanMu
Duniaku kini penuh tawa dan canda
Tiada susah tiada gelisah
Temanku keceriaan sahabatku suka cita
Wanita dan kecabulan, kejahatan dan kenistaan.
Ketika suatu hari kusadari apa yang kucari
Bukan kebahagiaan dunia tapi jati diri
Kurindukan kembali dirimu..... Aku ingin pulang.
Pulang kepada pelukMu.
Dari jauh kulihat engkau menyambutku
Tuhanku..... Aku anakMu....
Aku berlari dan memelukMu.
Aku mencemaskanmu.... kataMu dengan peluk hangatMu seperti dahulu.
Jelapat 14-08-03
Mngenang masa suram.
Kuingat kedamaian dan kecerian di pangkuanMu
Tiada kecemasan senyumMu mendamaikanku
Tiada kekuatiran pelukMu menentramkanku
Ketika dewasa kutinggalkan diriMu
Mencoba mencari jati diri entah dimana
Aku jauh dari rumahMu
Tapi pelukMu selalu kurindukan
Kucari diriku dan melupakanMu
Iblis datang silih berganti menemani
Tawarkan senyum manis dan keramahan
Mereka bawa aku tuk melupakanMu
Duniaku kini penuh tawa dan canda
Tiada susah tiada gelisah
Temanku keceriaan sahabatku suka cita
Wanita dan kecabulan, kejahatan dan kenistaan.
Ketika suatu hari kusadari apa yang kucari
Bukan kebahagiaan dunia tapi jati diri
Kurindukan kembali dirimu..... Aku ingin pulang.
Pulang kepada pelukMu.
Dari jauh kulihat engkau menyambutku
Tuhanku..... Aku anakMu....
Aku berlari dan memelukMu.
Aku mencemaskanmu.... kataMu dengan peluk hangatMu seperti dahulu.
Jelapat 14-08-03
Mngenang masa suram.
Subscribe to:
Posts (Atom)
HARUS KUAT
Kalian harus kuat. Agar kamu bisa menolong dirimu sendiri. Membantu orang lain yang membutuhkan. Hiduplah sederhana karena kalian memil...





